Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 75.Wati Ding yang menghina hadiah dari Jek Li


__ADS_3

Desi Ding mengamati gelang itu dengan seksama, sepertinya permukaan gelang giok ini sangat halus dan memiliki tekstur yang baik dalam hal di kerjakan, tapi yang paling utama jika di lihat dengan teliti akan kelihatan kalau gelang ini mengeluarkan aura yang bisa bikin hati nyaman setiap orang yang melihatnya.


Gelang Giok merah darah ini pasti memiliki harga yang lumayan Mahan, mungkin Gelang giok ini lumayan mahal harganya, Sumi bodohku sepertinya sedang berbohong sampai mengatakan kalau harga sekitar beberapa dolar saja, tapi aku tidak percaya.


Desi Ding sebenarnya sangat tersentuh dan senang dengan hadiah ini, bagaimana pun juga gelang ini merupakan hadiah yang pertama kali di berikan oleh suaminya, selain itu dari bentuk dan tekstur yang di tampilkan oleh gelang giok ini sangat bersemangat tapi hal itu hanya di katakan dalam hatinya, tapi di mulut lain juga bahasa yang keluar, Jek Li kamu menghabiskan uang kamu hanya ingin membeli gelang yang biasa-biasa saja seperti ini.


Melihat tingkah yang di tunjukan istrinya itu Jek Li hanya bisa geleng-geleng dan tersenyum tanpa daya, Jek Li tidak perduli dengan sikap yang di tunjukan Desi Ding, karena dia sudah terbiasa bahkan sudah kebal hal-hal seperti ini di lakukan oleh istrinya, lagi pula dia belum memiliki perasaan jatuh cinta kepada Desi ding selain hanya rasa terimakasih dan ingin membalas Budi karena kebaikan yang diberikan kepada dirinya selama ini, di saat semua orang menghina dan mengomel hanya Desi Ding yang selalu pasang badan untuk membela dirinya.


Wati Ding yang baru keluar dari kamar sedari tadi melihat Jek Li memberikan sepasang gelang giok kepada istrinya, hanya mengerutkan kening dan merasa jijik bagaimana bisa kakaknya yang terkenal dengan kecantikan nomor satu di kota ini bisa menerima gelang sampah yang di berikan suami bodohnya itu.


Wati Ding segera melangkahkan kaki menuruni tangga dari lantai dua, dari dulu sampai detik ini dia sama sekali tidak menyukai suami dari kakaknya itu, karena keberadaan dia selama mereka menikah maka keluarga mereka mengalami penderitaan .

__ADS_1


Selain itu juga karena pernikahan mereka ini dia selalu jadi bahan candaan oleh teman-teman, tapi yang paling membuatnya semakin marah adalah pemuda yang menjadi suami kakaknya itu tiap hari hanya jadi tukang masak, dan membersihkan rumah, Selain itu dia tidak ada kemauan sama sekali untuk pergi mencari pekerjaan seperti orang-orang pada umumnya.


Dia sudah menikah dan berumur diatas dua puluh tahun serta memiliki seorang istri yang harus di nafkahi, tapi selama ini yang terjadi sebaliknya hanya mengandalkan makanan dari ibu mertua dan istrinya kalau tidak mungkin pemuda ini sudah mati kelaparan.


Jika dia juga memiliki pekerjaan walaupun upahnya sedikit sebenarnya dia tidak peduli juga dengan omongan keluarganya yang lain tapi paling tidak di depan teman-temanya dia bisa sedikit angkat kepala dan tidak di permalukan lagi.


"Kakak, hadiah baik seperti apa yang di berikan oleh manusia sampa dan tidak berguna seperti dia, dia kemudian mengarahkan pandangnya ke arah tangan kanan kakaknya disitu dia bisa melihat dengan jelas kalau kakaknya itu sedang memegang sepasang gelang giok merah darah.


"Kakak, kamu jangan sembarangan menerima pemberian dari orang busuk ini, mungkin saja gelang yang di berikan olehnya itu gelang palsu dan murahan, selain itu juga aku dengar dari obrolan teman-teman aku kalau gelang yang tidak baik bisa merusak kesehatan dan bisa mendatangkan marah bahaya, sini biar kau lihat dulu kakak.


Wati Ding mulai melihat dengan teliti gelang giok itu, dia melihat permukaan giok yang terukir dengan rapi, selain itu warna kemerahan yang di pancarkan Gelang giok ini membuat hatinya bergejolak kaget dan sperti barang asli bukan imitasi tapi dari mana pemuda busuk ini bisa mendapatkan gelang ini.

__ADS_1


Kalau dilihat dari kerapian pengerjaan hanya orang yang sudah berpengalaman dan memahami dengan Jelas pembuatan giok yang bisa membuatnya, dia mulai berpikir kalau yang membuat sepasang gelang giok ini pasti seorang master yang membuatnya.


Mungkin saja yang menjual barang ini tidak mengerti kualitas dari sebuah gelang, Selain itu pemuda busuk ini mau dapat dimana uang untuk bisa membeli barang mewah,atau jangan-jangan uangnya dikasi lagi oleh istrinya sehingga pergi membelikan barang imitasi untuk di hadiahkan kepada istrinya.


Desi Ding yang melihat reaksi dari adiknya yang mulai lagi menghina dan akan menceramahi suaminya, dia dengan cepat bereaksi untuk kembali mengambil gelang yang berada di tangan kanan adiknya itu, dia juga sangat khawatir jangan sampai ibu dan ayahnya bangun lagi mendengar bahasa yang keras dari adiknya ini, jika sampai itu terjadi maka tidak di tau masalah apa lagi yang akan terjadi.


Apa lagi baru tadi malam ibunya meminta biaya tinggal dan makan dari Jek Li, itu yang membuatnya semakin khawatir.


"Adikku yang manis dan cantik, benar apa yang sudah kamu katakan itu kalau gelang ini adalah gelang giok yang palsu dan imitasi, bagaimana bisa layak jika adik juga mengambil gelang giok ini dan memakainya apa kata teman-teman kamu, kecantikan kamu akan bisa ternodai dengan memakai gelang palsu ini.


Setelah berhasil meraih Kembali gelang yang ada di tangan adiknya itu Desi Ding Kembali berkata:

__ADS_1


"Dengar baik-baik adik yang cantik, Tapi buat kakak kamu ini, layak atau tidaknya gelang yang di berikan oleh Jek Li kamu tidak perlu berkomentar apapun karena ini urusan kami berdua bukan urusan kamu, Desi Ding kemudian meletakan sepasang gelang giok itu dalam saku bajunya agar tidak jatuh kerangan adiknya lagi, dia saat ini sangat marah walaupun kata-kata yang di ucapkan kepada adiknya itu sangat halus tapi buat orang yang memahami kata-kata itu bisa dipastikan kalau Desi Ding saat ini sedang marah membara dengan bahasa yang di keluarkan oleh adiknya itu, selanjutnya Desi Ding kembali berkata:


"Dari pada kamu ikut campur urusan kami berdua lebih baik kamu segera sarapan, baru pergi mandi setelah itu kamu pergi ikut lomba melukis, apakah adik sudah lupa dengan kegiatan penting kamu itu? apakah kamu tidak ingin lagi sekolah dan ingin membuat ibu dan ayah marah lagi jika mengetahui kalau kamu terlambat atau lupa tidak pergi ikut lomba melukis.


__ADS_2