
Para kerabat, teman-teman serta para tamu yang di undang oleh keluarga Ding semuanya sedang menunggu lelucon apa yang akan di berikan oleh pemudah miskin dan bodoh ini untuk nenek Ding. Akan tetapi Jek Li dengan tetap melangkahkan kakinya menyerahkan kotak hadiah itu kepada nenek Ding.
"Selamat ulang tahun nenek Ding, semoga selalu mendapat keberkahan umur panjang, banyak rejeki dan tetap dalam keadaan sehat".
"Nenek, walaupun aku miskin dan bodoh tapi aku jug berusaha dengan sebaik mungkin agar bisa memberikan hadiah yang sangat layak untuk nenek, mungkin dimata semua orang hadiah yang aku berikan ini tidak ada apa-apanya tapi niatku untuk memberikan sebuah hadiah untuk nenek murni dengan hati sangat ikhlas.
"Nenek, silahkan anda melihat benda yang yang ada dalam kotak kadonya dan di dalamnya ada mutiara malam, siapa tau nenek bisa menyukainya dengan pemberianku ini, saat berbicara Jek Li pelan-pelan dan sangat hati-hati ketika membuka penutup kado itu, setelah penutup kotak itu terbuka semua para tamu dapat dengan jelas melihat mutiara malam yang indah di dalamnya.
Mutiara malam itu sangat cerah dan bahkan nyala lampu di dalam ruangan akan langsung redup ketika mutiara malam itu sudah terbuka dari bingkisanya, di situ banyak sekali aura yang terkandung di dalamnya, sekilas pun orang bisa menebak kalau barang ini bukan barang biasa dan barang ini begitu sangat istimewa.
__ADS_1
Para kerabat, dan tamu yang ada dalam aula sangat kaget dan merinding melihat kejadian ini, bagaimana pun juga walaupun semua lampu yang ada di dalam ruangan ini di matikan, maka ketika mutiara malam tetap di buka dalam bingkisanya maka seperti berada pada siang hari. para tamu merasa sangat kagum dan merasa sangat iri dengan keberadaan mutiara malam ini, sebelumnya para tamu pernah mendengar adanya mutiara malam ini tapi selama beratus-ratus tahun tidak ada yang menemukanya.
Bahkan menurut kabar yang beredar tidak ada yang bisa menebak dengan jelas harga harta karung seperti ini, yang bikin semua orang tambah bingung adalah harta karung yang begitu berharga ini ada di tangan yang selalu semua orang rendahkan dan di ejek, tapi setelah mereka melihat barang yang di bawah oleh pria bodoh ini pandangan mereka sekarang sangat berbeda jauh dari sebelumnya.
Sebenarnya pada awal Jek Li masuk keluarga Ding, mereka tidak selalu memperhatikan dengan jelas barang yang dia hadiahkan setiap ulang tahun nenek Ding, tapi karen waktu pertama itu ada keluarga yang dengan sengaja membuka kotak hadiah yang di bawah oleh Jek Li sehingga menjadi bahan candaan dan perhatian setiap dia bawa hadiah untuk merayakan ulang tahun nenek Ding.
Tuan muda Su ketika awalnya melihat cahaya yang di keluarkan oleh mutiara malam itu begitu terang dan indah, sempat tersentak kaget, dan merasa minder tapi ketika mendengar bisikan-bisikan dari para tamu yang tidak mengetahui dengan jelas juga harga mutiara itu sehingga rasa percaya diri untuk kembali mengejek Jek Li ada:
Ketika kata-kata yang di ucapkan oleh tuan muda Su itu jatuh, para tamu yang hadir hanya menganggukkan kepala, sebagai tenda persetujuan, walapun nenek Ding sangat menyukai barang antik tapi semua tamu dari awal sampai akhir hanya memberikan hadiah yang paling cocok dan sesuai dengan umur beliau, jika di hari biasa mungkin nenek Ding juga akan dengan senang hati menerimanya tapi sekarang situasinya berbeda.
__ADS_1
"Ya kamu sebagian menantu sampah dan bodoh, apakah menurut kamu hadiah yang kamu berikan untuk nenek Ding ini begitu berharga?apa maksud kamu hanya dengan mutiara malam yang kamu beli di pinggir jalan itu di berikan kepada nenek, tidak bisakah kamu sadar diri dan tidak melakukan tindakan yang begitu ceroboh, selama kamu masuk di keluarga Ding kami ini, hanya rasa malu dan kesal yang kami rasakan ketika ketemu dengan teman atau kenalan lainya.
" Tadinya aku pikir mungkin kado hadiah ulang tahun yang di bawa oleh manusia bodoh ini akan sedikit lebih berharga dari pada sebelumnya, tapi ternyata hanya sampah yang di pungut di pinggir jalan untuk di hadiahkan kepada nenek, apakah ini tidak sangat keterlaluan.
"Dengan barang sampah dan murahan yang kamu bawah ini, aku bisa membelinya di pinggir jalan dengan berkarung-karung, tapi manusia bodoh tetep manusia bodoh dengan berani dan tanpa etika mengeluarkannya sebagai hadiah untuk nenek.
Kata-kata yang baru saja di ucapkan oleh kerabat itu, membuat Rin Liu da Leo Ding mulai memucat dan gemetaran, bagaimana pun juga Jek Li adalah menantu yang masuk di keluarga mereka, walaupun itu mereka juga berasal dari keluarga Ding tapi selalu terpinggirkan dan selalu menjadi bahan ejekan, tapi kali ini ejekan yang berasal dari kerabat lain itu sangat menyakitkan dan sangat merendahkan mereka. Leo Ding sebagai putra tertua dari keluarga Ding tidak bisa lagi berbicara karna mulutnya suda gemetar, dan air mata pelan-pelan mulai jatuh, entah apa yang ada dalam pikirannya.
Sedangkan Desi Ding yang biasanya sangat tenang dan tetap acuh mulai merasa goyah juga, apa lagi setelah melihat ayahnya yang tertunduk dengan air mata yang pelan-pelan jatuh hatinya seperti di iris pisau yang begitu dalam.
__ADS_1
Kenapa keluarga mereka selalu di permalukan seperti ini, walaupun dia sangat membenci Jek Li dia juga tidak bisa memarahinya karna hadiah itu bentuk ke ikhlasan yang di berikan oleh suaminya, selama ini keluarga juga tidak terlalu heboh seperti ini tapi sekarang sangat berbeda, apakah benar-benar keluarga kecil mereka ini akan tersingkirkan dari keluarga Ding ini atau bagaimana, yang membuatnya semakin sedih adalah selama ini ayahnya tidak pernah menguarkan air mata seperti itu tapi sekarang berbeda, Desi Ding yang duduk di samping Jek Li mulai berpikir yang aneh-aneh dengan kejadian ini.
"Jek Li bodoh, manusia sampah, apakah kamu tidak bisa memberikan hadiah yang lebih berharga untuk kado ulang tahun nenek, kenapa kamu membawa barang sampah seperti ini, apakah tidak pernah terpikirkan oleh Kamu agar sekali saja tidak membuat kamu malu, apakah dalam otak kamu itu sudah tertanam kebodohan saja, apakah kamu tidak merasa kasihan jika setiap ada acara keluarga selalu jadi bahan ejekan dan cemoohan dari semua orang, apakah ini sangat lucu buat kamu, apakah kamu ingin kami selalu dipermalukan?.