
"Tuan, bolehkah aku minta tolong untuk memotong batu giok yang aku bawa ini?, Jek Li segera mengulurkan tangannya ke dalam tasnya sambil mengambil bungkusan batu yang di beli di warung tadi. melihat bungkusan yang di keluarkan pemuda itu tukang potong dan para tamu yang hadir hanya mengerutkan kening, kelihatanya anak ini baru berusia dua puluh tahunan,memakai pakaian lusuh, apakah dia sedang bercanda.
Terlebih lagi setelah Jek Li membuka bungkusan batu yang ada dalam tasnya, orang-orang yang ada di tempat ini semakin menggelengkan kepala, bagaimana pun juga semua orang tahu kalau batu yang di bawa pemuda tersebut adalah seperti batu -batu pada umumnya yang di temukan di pinggir kali, mereka sangat geli melihat lelucon yang di lakukan pemuda ini.
Bagaimana pun juga orang-orang yang ada di sini kebanyakan sudah berpengalaman dalam hal melihat batu yang memiliki giok , di sini juga hadir banyak pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang batu giok yang berasal dari seluruh dunia, sangat terlihat dengan pakaian-pakaian yang mereka kenakan terbuat dari bahan yang bagus dan mahal.
Pemilik tempat pemotongan itu juga segera melihat ke arah Jek Li, anak muda jika kamu ingin bermain jangan di tempat ini, di sini tempat perjudian tidak baik untuk usia seperti kamu.
Jek Li sendiri belum pernah melihat atau melakukan pemotongan batu giok, walaupun selama melakukan latihan bersama gurunya, dia hanya di perkenalkan secara umum tentang barang-barang yang sangat berharga di Dunia ini, tapi kebanyakan belum pernah di praktekan selama melakukan perjalanan turun gunung, apa lagi selama ini kerja yang dia lakukan hanya mencuci dan memasak untuk keluarga istrinya.
Dia tau dan sadar kalau pasti di remehkan jika datangi tempat seperti ini, apa lagi umurnya baru mau masuk 21 tahun, apa lagi dengan pakaian yang apa adanya, akan tetapi yang dia tau dari pemilik batu ini tempat pemotongan batu hanya ada di sini jadi dia hanya perlu bersabar dan tenang.
__ADS_1
untuk memotong dan mendapatkan hasil yang bagus dengan giok yang terkandung di dalamnya saat ini hanya perlu mengandalkan Thomas mu, dia sebelumnya tidak mengenal orang tua itu, tapi dari tadi setiap pemilik batu yang melakukan pemotongan kepada dia, maka akan selalu di sapa dengan Nama Tuan Thomas mu.
"Nak, aku hanya memberi tahu kamu kalau barang yang kamu bawa ini bukan batu yang memiliki kandungan giok di dalamnya, aku hanya kasian sama kamu, mendingan uang kamu gunakan untuk membeli jajanan saja, dari mana kamu mendapatkan batu ini maka?, Thoma mu adalah seorang pemuda yang berumur 40 tahunan, dia memiliki janggut hitam panjang, dan alis hitam. Dalam kalangan batu giok dia paling terkenal.
Setiap harinya dia melakukan pemotongan sampai ratusan batu yang meminta bantuan sama dia, karena selain lincah dan lancar dia juga memiliki ke hati-hatian tinggi dalam membantu memotong batu, tarif yang di kenakan pun bermacam-macam, kalau batu besar sebesar 50 juta rupiah, kalau yang seukuran bola basket ini seharga 15 juta rupiah, dia sangat menghormati setiap pelanggan yang datang, prinsip Thomas mu adalah pemilik batu adalah raja sedangkan dia hanyalah pemuda biasa yang ingin menghasilkan uang dengan ke ahlian yang di milikinya.
Thomas mu mengulurkan tangan dan mengambil batu itu di tangan Jek Li, kemudian mulai melihatnya serta menimbangnya, dia sebenarnya sering melihat batu sperti ini yang di bawa oleh banyak pengunjung, tapi selama ini Karena melihat pakaian yang datang orang-orang kaya jadi dia tetap melakukan tugasnya, tapi berbeda dengan pemuda yang ada di depanya ini, dia merasa kasian, jadi dia mengingatkan pemuda tersebut.
"Tuan terimakasih sudah mengingatkan aku, dan batu ini aku beli dengan harga 30 juta dari pemilik toko yang ada di pinggir jalan dekat rumah ini, dia menjelaskan tanpa berdaya serta menggelengkan kepala.
"Kamu sudah mengalami kerugian nak, di potong atau pun tidak di potong hasilnya sama saja akan tetap biasa tidak ada batu giok sama sekali.
__ADS_1
"Tuan aku sudah datang dari jauh-jauh hanya ingin memotong batu giok ini, dan bisa melihat jelas yang terkandung di dalamnya, aku tidak ingin membuang waktu yang sudah aku lewati begitu saja. jadi tuang tidak perlu khawatir tentang harga pemotongan aku tetap akan membayarnya, kemudian dia mengeluarkan dua tumpuk uang dan menghitungnya dengan teliti dan menyerahkannya kepada Thomas mu.
Thomas Mu mengambil uang itu dan mulai kembali melihatnya dengan lebih teliti lagi, tapi tetap saja hasilnya sama dia tidak menemukan kelebihan apapun, lebih baik tetap melakukan pemotongan saja lagi pula harga pemotongan sudah di terimanya, mau ada atau tidak ada itu urusan pemuda ini sendiri lagi pula dia sudah mengingatkan berkali - kali.
"Tuan coba anda boleh bagian permukaanya terlebih dahulu, Jek Li mengatakan ini agar Thomas Mu berhati-hati dalam melakukan pemotongan karna dari awal dia perhatikan sangar meremehkan batu ini, jangan sampai dia memotongnya dengan kasar sehingga giok yang terkandung di dalamnya mengalami kerusakan.
Sedangkan orang-orang yang sedari tadi melihat perbincangan antara dia dengan pemotong batu giok hanya tersenyum mengejek, Jek Li tetap berdiri pada pendiriannya tidak peduli dengan sindiran orang, tidak lama setelah itu banyak orang terus berdatangan untuk melihat keajaiban apa yang di bawa oleh pemuda lusuh ini. dia juga melihat pemilik kios yang menjual batu itu kepada dirinya.
Thomas mu, segera mengambil peralatan dan mulai melakukan pekerjaan, perlahan-lahan dia mulai memoles permukaan batu seperti yang di mintai oleh Jek Li, dia mulai fokus memoles sekitar ketebalan satu sentimeter, dan tidak menemukan Jejek apapun, melihat ke ahlian yang di tunjukan oleh Thomas mu itu, dia hanya menganggukkan kepala menandakan kalau dia mengakui kehebatan orang tuan itu dalam memotong batu.
" Tidak ada tanda-tanda adanya Giok yang terkandung, ini adalah batu biasa yang kebanyakan di gunakan untuk membuat teras rumah, di buang saja percuma juga di teruskan lagi.
__ADS_1
Thomas mu mulai berpikir untuk mengembalikan kepada Jek Li, ketika dia ingin mengangkat tangan untuk menyerahkan kepada pemiliknya, akan tetap kembali terdengar suara yang nyaring.
"Tuan potong sekali lagi dengan ketebalan satu sentimeter dan kita bisa melihat apa yang ada ada di dalamnya.