Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 66. Imperial Jade seharga 1.3 triliun


__ADS_3

Melihat giok Imperial jade itu para hadiri yang sudah datang langsung bersemangat tidak ingin melewatkan kesempatan yang langka seperti ini apa lagi ini giok yang begitu langka dan banyak peminatnya baik itu di kalangan pebisnis maupun para ahli bela diri.


Angel Han yang berada dalam kerumunan dari tadi terdiam di tempat dan belum tersadar dari lamunan yang membuat jantungnya hampir copot karena adanya keberadaan giok itu.


Apakah pemuda Ini dari tadi hanya berpura-pura saja untuk mengalihkan perhatian semua orang sehingga dengan sengaja memotong kedua batu yang kecil itu dan tidak menghasilkan apapun juga, dia mungkin dengan sengaja membeli ke lima batu itu di kiosku karena sudah sangat yakin dapat menghasilkan lebih banyak uang, lagi pula siapa yang bisa berani dengan muda bisa mengeluarkan begitu banyak uang hany untuk membeli batu yang belum Jelas bisa menghasilkan giok yang bagus atau tidak, sepertinya pemuda ini benar-benar memiliki kemampuan dalam menilai batu dan dia bukan pemuda biasa-biasa saja.


Berbagai pemikiran yang muncul di benak angel Han, sebenarnya dia juga sudah begitu banyak untung akan tetapi melihat giok yang di hasilkan batu yang di potong itu membuat hatinya sangar sakit dan teriris dengan silet tajam, dia tidak terima dan tidak ikhlas, jika seperti ini salah satu cara untuk mendapatkan barang itu hanya ikut pelelangan tapi itu akan sangat memalukan jika ada orang yang mengenalinya ketika menjual batu itu ke pada jek Li.


dia mulai menenangkan diri dan menyemangati dirinya sendiri untuk ikut serta dalam pelelangan siapa tau nasib baik bisa berpihak pada dirinya.


Berbeda dengan Angel Han sedangkan Toni Hua yang dari awal pemuda itu mendapatkan Zamrud kaca dari kiosnya hanya bisa terbengong dan dia diam seperti orang bodoh di tempat, pemuda ini dia bisa pastikan dengan jelas kalau baru datang di tempat pelelangan barang antik, itu pun karna dirinya yang menunjukan kepadanya tentang tempat berkumpulnya para penjual dan adanya judi batu di tempat ini.


Dia tidak menyangka kalau pemuda ini bisa menghasilkan uang begitu banyak hanya pertama masuk dan mengikuti judi batu, dalam waktu semalam pemuda ini bisa di pastikan akan menghasilkan triliunan rupiah dengan menjual permata yang di dapatkan, selain itu yang belum terpotong masih ada dua batu lagi, jika kedua batu itu memiliki giok yang bagus dan bernilai tinggi maka dia akan menjadi miliarder muda dalam semalam.

__ADS_1


"Untuk batu ini aku akan menawar dengan harga 1,3 triliun rupiah.


Angel Han mulai membuka dengan harga penawaran yang cukup tinggi untuk Imperial jade ini dengan harga 1,3 triliun rupiah, bisa dikatakan kalau berkali-kali lipat dari batu yang di beli oleh pemuda ini, di pastikan untuk satu batu ini saja dia sudah mendapatkan untuk sebesar 800 miliar rupiah.


Semua orang yang mendengar kata-kata harga yang keluar dari mulut gadis itu tersentak kaget dan tidak ada yang berani menawar dengan harga lebih tinggi lagi, bagaimana pun juga jika pertarungan akan terus di lanjutkan maka kemungkinan besar wanita itu akan terus menaikan harga yang lebih tinggi lagi.


Jek Li tidak berpikir untuk mendapatkan uang sebanyak 1,3 triliun dari harga giok tersebut, awalnya dia hanya ingin mengembalikan modal awalnya saja akan tetapi di luar dugaan harganya sampai menyentuh lebih dari satu triliun.


Karena tidak ada yang berani lagi menawar lebih tinggi dari harga yang di sebutkan oleh Angel Han, jadi giok yang bagus itu secara langsung akan menjadi milik Angel Han, Dia segera mengeluarkan buku cek dan menulis sesuai dengan nominal yang sudah di sebutkan tadi.


Melihat Cek yang di keluarkan oleh wanita itu Jek Li tersenyum dan mengucapkan terimakasih karena sudah berani menawar dengan harga tinggi untuk giok itu. dia segera menerima Cek tersebut dan memasukannya kedalam saku bajunya sedangkan orang-orang yang berada di tempat menyaksikan cara pemuda itu memasukan cek yang berharga itu kaget, jika untuk orang lain dengan menerima cek sebanyak ini akan langsung melompat-lompat karena kebahagiaan tapi berbeda dengan pemuda tersebut hanya terlihat biasa -biasa saja tidak ada ekspresi bangga atau lainya.


"Tuan muda sepertinya ini malam kamu begitu beruntung aku ikut bahagia bisa menyaksikan secara langsung ke ajaiban yang tuan muda tunjukan ini malam, terimakasih karena sudah membiarkan toko aku ini untuk bertanggung jawab dalam pemotongan batu yang tuan muda bawa. Udin Ting yang sedari tadi menyaksikan pelelangan singkat itu sangat bersemangat dan tidak meragukan lagi bahkan semakin mengagumi pemuda ini, tidak sombong, tidak banyak bicara, di rendahkan orang lain hanya tetap diam, ini baru namanya master sejati.

__ADS_1


Dari waktu ke waktu orang-orang yang datang mulai terus bertambah, Bahkan boleh dikata setengah dari total yang hadir dalam aula penjualan batu ini malam semuanya mulai berkumpul dalam toko Udin Ting, ini kejadian yang Langka bahkan belum pernah terjadi sebelumnya, Dengan makin banyaknya pengunjung yang datang seperti ini kedepan juga toko yang di buka oleh Udin Ting akan semakin terkenal.


Makanya dari awal dia mulai membantu pemuda ini tidak melakukan tindakan yang berlebihan karena takut di nilai jelek oleh pengunjung lain, apa lagi sekarang sudah terbukti kalau pemuda itu memiliki giok yang begitu berharga.


Pertarungan seperti ini akan semakin menarik lagi karena masih ada dua batu yang belum terpotong.


"Tuan Ting apakah anda tidak keberatan untuk melakukan pemotongan batu selanjutnya, jika tuan Ting merasa capek dan lelah aku akan mencari tempat pemotongan yang lain.


Jangan sesungkan itu tuan muda bagaimana pun juga saya sudah menerima bayaran untuk melakukan tugasku, lagi pula aku belum merasakan rasa capek sedikit pun, dan disini banyak orang-orang yang datang menonton untuk melihat pertunjukan batu yang tuan muda miliki.


Udin Ting segera mengambil batu dan mulai menyalakan mesin pemotong untuk melihat giok yang di hasilkan oleh batu itu. batu ini memiliki ukuran yang agak besar dari pada batu sebelumnya, dia mulai lagi memotong dengan ketebalan satu sentimeter tapi belum menunjukan tanda-tanda apapun. Udin Ting istrahat sebentar dan mengambil air minum.


Setelah istrahat beberapa menit dia kembali melanjutkan kegiatan memotongnya tetap dengan ketebalan yang sama tapi belum ada tanda-tanda munculnya giok, para hadirin yang sudah berdiri untuk melihat giok yang indah dari batu itu mulai sedikit rasa kecewa. apa lagi batu yang berukuran besar itu terlihat sangat bagus dan tekstur batu yang sangat menarik tapi belum menunjukan tanda-tanda yang bagus.

__ADS_1


__ADS_2