
Setelah selesai membuat Gelang yang terbuat dari giok merah darah kristal untuk istrinya, Jek Li istrahat sebentar, dia menyadari dalam membuat sepasang gelang giok yang berkualitas tinggi membutuhkan banyak energi, dia merasa badanya seperti tidak memiliki kekuatan sama sekali, sangat lemah dan hampir jatuh pingsan.
Setelah istrahat sekitar lima menit lamanya dia kembali duduk bersila dan mengambil sisa batu yang di gunakan untuk membuat butiran-butiran yang di perlukan untuk gelang. Dia mulai fokus menarik semua energi yang ada dalam giok tersebut, karena hanya dengan ini cara tercepat untuk menambah energi yang keluar ketika membuat gelang.
Tidak terasa dia bermeditasi sampai terdengar ayam mulai berkokok yang menandakan kalau itu waktunya sudah menunjukan akan mulai terang, dia perkirakan mungkin tadi bermeditasi hanya sekitar 3 jam lamanya, tapi tubuhnya tidak merasakan lagi capek, ngantuk ataupun merasakan lapar, padahal kalau dipikir-pikir lagi ini malam dia sangat banyak mengeluarkan energinya, terutama ke tika dia mencari batu-batu yang berkualitas tinggi di tempat pemotongan batu, tapi yang paling banyak mengeluarkan energi adalah ketika memindai batu yang di belinya terakhir, di saat inilah dia banyak mengeluarkan energi.
Dalam membuat Gelang giok pun dia sebenarnya banyak mengeluarkan banyak energi, karena dalam membuat gelang hanya mempunyai alat penunjang ala kadarnya, selain hanya mengandalkan banyak energi yang di milikinya untuk dapat mempercepat dan mempermudah semua proses pembuatan Gelang untuk istrinya, Jika tidak, mungkin dia memerlukan waktu yamg cukup lama untuk membuatnya, selain itu kualitas gelang pun belum tentu memiliki kesempurnaan seperti gelang yang baru di buatnya.
Ketika sinar matahari baru pertama muncul untuk menyapa keindahan dunia ini di pagi hari, Jek Li secara perlahan-lahan mulai membuka ke dua matanya, tapi dia merasakan kalau ada yang berbeda dengan matanya, melihat benda yang ada di depanya seperti berubah warna, dia kembali memfokuskan pikiran untuk mengembalikan warna mata dari keadaan semula.
Dia merasakan tenaga yang di miliki makin bertambah banyak selain itu juga otot-otot pada tubuhnya mulai terbentuk seperti seorang atlet yang aktif sudah melakukan olahraga begitu lama. setelah dia menyerap seluruh energi yang terkandung dalam giok merah darah kristal itu, dia mengalami peningkatan yang signifikan sebanyak dua level, saat ini dia sudah memasuki tahap inti, dan untuk ke kuatan biasa jika sudah memasuki tahap tersebut biar seratus orang pun bisa mampu untuk mengalahkannya, sedangkan untuk kekuatan tahap inti seperti yang di miliki oleh Jek Li mungkin biar tiga ratus orang pun belum ada apa-apanya.
Jek Li sangat puas dengan hasil yang di peroleh kali ini, selain bisa membuat gelang giok untuk istrinya tapi kekuatannya naik level juga hanya dalam waktu semalam selain itu juga dia bisa menghasilkan uang sampai triliunan rupiah.
Jek Li sebenarnya sudah merasa cukup puas dengan pencapaian ini, tapi jika ingin benar-benar untuk bisa balas dendam kepada keluarga Li dan kepada mama tirinya kekuatannya saat ini dirasa belum cukup, karena bagaimana pun untuk keluarga Li saja banyak master-master tersembunyi yang mereka latih dan keluarga Li termasuk keluarga bela diri yang misterius sedangkan untuk keluarga mama tirinya dia belum memiliki gambaran seperti apa kekuatan yang mereka miliki tapi bisa di pastikan kalau keluarga mama tirinya juga buka keluarga sembarangan.
__ADS_1
Jek Li segera merapikan tempat tidurnya dan mengambil gelang giok itu dan meletakan kedalam saku bajunya, dia berniat jika Melihat Desi Ding langsung akan di berikan, dia berjalan keluar dari kamarnya setelah itu dia melihat pintu kamar Desi Ding dan ibu mertuanya masih tertutup rapat, lebih baik pergi pergi ke arah dapur dan mengambil tempat pel lantai dan sapu untuk membersihkan rumah.
Dia terus mengepel seluruh rumah, untuk bagian kamar ibu mertuanya dia berpikir nanti mereka bangun tidur baru mengepelnya, baru saja ingin mau pergi mengarah ke dapur untuk kasi kembali sapi dan pel lantai, tiba-tiba pintu kamar istrinya terbuka, dia melihat Desi Ding menuruni tangga dengan memakai pakaian gaun putih, kaki ramping yang putih bersih, rambut panjang yang terurai indah dan berjalan menuruni tangga pelan-pelan.
Setelah tertegun melihat kecantikan istrinya itu, Jek Li tersadar kembali dan berjalan mendekatinya, " Desi Ding kita sudah menikah selama lima tahun lamanya tapi aku belum pernah memberikan hadiah apapun kepada dirimu, kebetulan tadi malam aku membuat sendiri ukiran Giok untuk menjadi sebuah gelang sebagai hadiah untuk kamu.
Jek Li berkata sambil mengulurkan tangan ke dalam saku untuk mengambil Gelang yang di buatnya dan meletakan diatas tangan sambil memperlihatkan kepada Desi Ding.
Desi Ding mengangkat kepala sambil melihat ke arah tangan Jek Li, distu dia bisa melihat gelang giok merah darah yang terukir dengan begitu indah akan tetap dia kemudian mengerutkan kening sambil menatap Jek Li dalam-dalam. dengan nada ketus dan muka cemberut segera menegur Jek Li.
Apakah kamu sudah mulai mendapatkan jalan untuk menabung, agar bisa mendapatkan uang sebesar 100 juta rupiah sebagai biaya hidup yang akan kepada ibuku?apakah kamu terus terlihat bodoh seperti ini? jangan terlalu membuang uang jika bukan hanya yang sangat penting sekali.
__ADS_1
Mendengar nada kasar yang keluar dari mulut istrinya itu, dia juga mulai kesal.
"Aku sudah bilang kepada kamu kalau Gelang giok ini aku buat sendiri dan menghabiskan uang hanya beberapa ratus ribu saja, Jek Li menjawab pertanyaan istrinya itu hanya sedikit kebenaran saja dan sebagian perkataan palsu, jika dia jujur sama istrinya entah musiba apa yang akan dia dapatkan, untuk menghindari kecurigaan dari istrinya dia dengan sengaja menyerahkan secara kasar gelang giok tersebut kerangan Desi Ding.
setelah menyerahkan kerangan Desi Ding dia kembali berkata
"Coba kamu lihat baik-baik dan jelas dulu Gelang giok merah darah yang aku buat sendiri itu, apakah kamu menyukainya?".
Desi Ding yang dari tadi suasana hatinya sedang tidak baik dan melihat cara kasar dari suaminya ketika menyerahkan Gelang tersebut tanpa sadar mulai melihat gelang giok yang ada dalam tangannya, sebenarnya dia kembali ingin marah kepada Suami bodohnya itu, tapi ketika mulai melihat dengan Jelas gelang giok tersebut dia langsung menyukainya.
__ADS_1