Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 76.Mengobati kembali Kepala keluarga Chen


__ADS_3

Melihat kakaknya yang mulai marah, Wati Ding terlihat makin kesal dan muak dengan pemuda busuk ini


"Kakak, aku hanya merasa kasian dengan kamu, tidak bisa kamu untuk berpikir dan memberi tahu manusia pemalas ini agar juga mencari pekerjaan tidak hanya mengandalkan makan di rumah kita, aku memberi tahu kakak agar tidak selalu di manfaatkan oleh dia, selain itu selama kalian menikah manusia ini tidak ada kemajuan apapun


"Tidak usah kamu marah-marah lagi kakak, saat ini aku sedang lapar karena tadi malam di acara ulang tahun nenek aku tidak banyak makan.


Wati Ding berjalan di meja makan dan disitu melihat hanya meja kosong, dia semakin marah dan tambah kesal kalau bukan manusia sampah ini kakaknya tidak mungkin bisa marah.


Manusia sampah dan bodoh, apakah kamu hanya ingin bersantai di keluarga kami ini, kenapa kamu belum juga bikin sarapan, apa yang kamu lakukan, apakah kamu ingin aku kelaparan pergi ke sesekolah, tidak lihat sedikit lagi aku akan terlambat?, bodoh cepat buatkan aku sarapan pagi dengan secepat mungkin, Wati Ding terus mengomel dengan kata-kata yang tidak enak di dengar.


Aku akan segera pergi, lebih baik adik pergi mandi dan bersiap saja sambil menunggu makanan yang aku masak, jika menunggu makan dulu baru mandi itu akan membuat adik benar-benar terlambat ke sekolah . Jek Li sebenarnya sangat kesal dan ingin marah juga dengan nada bicara dari iparnya ini, bagaimana pun juga dia punya perasaan dan setelah mengalami peningkatan energi dua tingkat kadang-kadang jika mendengar bahasa seperti itu membuat hatinya ingin segera memukulinya tapi apa daya yang mengatakan ini adalah adik iparnya sendiri.


Apa lagi saat ini dia sudah masuk dalam keluarga mereka, selain itu juga dia menyadari jika selama ini sudah banyak membuat malu keluarga Ding ini, jika untuk di keluarga lain mungkin saja dia sudah lama di tendang keluar dari rumah untung dia memiliki istri yang sabar dan pengertian.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pekerjaan memasak dan membersihkan dalam rumah, dia kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap melakukan pemeriksaan lanjutan kepada Kepala keluarga chen, kemudian dia keluar dari kamar dan melihat tidak ada lagi orang dalam rumah, sepertinya Desi Ding, serta ibu dan ayah mertuanya semua sudah berangkat ke kantor.


Jek Li merapikan meja dan masuk kedapur membersihkan semua piring yang kotor, dia melihat kalau sekarang sudah menunjukan waktu siang hari, dia segera bergegas pergi menuju rumah sakit mawar, setelah sampai di rumah sakit dia dengan bergerak cepat menuju ruang rawat inap untuk kembali melakukan perawatan kepada kepala keluarga chen seperti biasa.


Melihat Kepala keluarga Chen yang lagi asik mengobrol dengan cucu yang menemaninya, Jek Li segera menyapa mereka berdua


"Selamat siang tuan Chen, selamat pagi nona Chen, maaf kalau aku baru datang untuk melakukan perawatan kembali, karena kemarin benar-benar lumayan sibuk sampai tidak ada waktu kosong untuk datang merawat Tuan Chen. Akan tetapi sepertinya kesehatan Tuan sudah ada peningkatan yang baik hanya perlu perawatan beberapa hari lagi.


Kepala keluarga Chen segera berbalik dan melihat dokter penyelamatnya itu:


Jek Li hanya tersenyum canggung, hari ini nona muda Chen ini kelihatan sangat cantik sekali, dia memakai gaun putih, kaki ramping di balut dengan stoking hitam, menyadari pandangan Jek Li yang tertuju kepadanya nona muda Chen itu langsung memandangnya dengan tajam dan muka memerah.


"Apa yang kamu lihat-lihat hah, apa kamu sudah bosan dengan kedua biji mata kamu itu, dasar dokter mesum. Sebenarnya dia sangat senang jika pemuda tampan dan berkemampuan baik ini memuji penampilannya, lagi pula dari tadi kakeknya terus memuji dan bersemangat menceritakan dokter ini, dia kelihatan tampan dan berkarisma walaupun hanya berpakaian apa adanya, jika dia berpakaian rapi juga tidak akan kalah tampan dengan tuan muda pada umumnya selain itu pemuda ini memiliki temperamen jauh berbeda dengan pemuda-pemuda yang mendekatinya selama ini.

__ADS_1


"Hahahahahaha, rindu jangan berkata kasar kepada Tuan Li, apakah kamu tidak ingin tuan Li untuk merawat aku lagi ya, Kepala keluarga Chen juga memahami keadaan Canggung, jadi dia ingin mencairkan suasana, lagi pula dia sangat setuju jika cucu yang paling disayanginya bisa sampai menikah dengan pemuda dengan dia.


Jek Li mulai memeriksa tubuh kepala keluarga Chen, sepertinya tidak ada masalah lagi dengan penyakit yang di deritanya dan sudah mulai stabil, hanya saja jika ingin menyembuhkan secara total penyakit yang di derita maka harus segera mendapatkan semua bahan-bahan obat yang sudah diresepkan itu, jika tidak maka tidak ada jalan lain untuk kesembuhan orang tua ini.


"Tuan Chen sepertinya kesehatan kamu sudah benar-benar membaik dan tidak ada masalah lagi, hanya itu saja saat ini hanya tergantung dengan kerja keras untuk mendapatkan semua bahan-bahan obat yang aku serahkan kepada tuan Joko Chen, jika tidak untuk kesembuhan total akan sangat sulit tercapai.


Dia ingin menggunakan bahan-bahan obat itu untuk membuat beberapa pil agar bisa di konsumsi oleh Kepala keluarga Chen, selain itu juga dia berniat jika sebagian pil yang di murnikan itu untuk di jual di tempat lelang akan bernilai sampai menyentuh angka triliunan rupiah, lagi pula pil yang dia akan buat bisa membuat orang yang meminumnya bisa bertambah umur sebanyak 10 tahun lagi, dan pil yang di buatnya akan memiliki khasiat paling tinggi penyakit apapun bisa sembuh hanya dengan meminum pil ini.


Jek Li menjelaskan dengan pelan-pelan kepada kepala keluarga chen, agar bisa memahami kondisi tubuhnya sendiri, paling tidak semangat untuk hidup tetap ada.


Orang tua itu kemudian mengeluarkan hp nya untuk menelepon Joko Chen, tidak beberapa lama telepon tersambung, setelah ngobrol beberapa kata kepala keluarga Chen segera menanyakan tentang perkembangan Bahan-bahan obat yang di butuhkan


"Joko Bagaimana dengan bahan obat yang diresepkan oleh tuan Li, apakah kamu sudah mengumpulkan semuanya, tua Li berpesan agar jika kamu ingin aku sembuh secepat mungkin kumpulkan semua bahan yang di butuhkan olehnya.

__ADS_1


"Ayah jangan khawatir sebentar lagi semua bahan obat yang di butuhkan akan segera terkumpul, hanya kebetulan ada beberapa bahan obat yang sulit di cari tapi karena saya meminta beberapa koneksi sehingga dapat dengan muda untuk di peroleh, jangan khawatir ayah.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh anaknya kepala keluarga Chen tersenyum dan segera menceritakan kabar itu kepada Jek Li.


__ADS_2