
"saya sebagai mantan mahasiswa ibu dosen yang terhormat datang memberikan hadiah ulang tahun, aku tidak tahu hadiah yang aku bawa ini sangat cocok atau tidak dengan selera nenek Ding yang terhormat, aku hanya berharap jika hadiah aku ini bisa di sukai oleh nenek Ding" Alvin Su berkata sambil berdiri dari tempat duduknya dengan memegang gambar kemudian berjalan menghadap ke nenek Ding yang sedang duduk di kursi utama keluarga Ding, setelah sampai di depan nenek Ding dia memberi hormat sambil mengucapkan" selamat ulang tahun kepada nenek Ding semoga panjang umur dan sehat selalu, serta selalu di berikan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari" kemudian tuan muda Su membungkukkan badanya dan memberikan hadiah yang sudah di persiapkan sebelumnya.
Melihat pemuda tampan dan berpakaian mewah ini, nenek Ding mengerutkan kening, siapa pemuda ini, apakah dia mantan siswaku tapi aku tidak mengenalinya dengan jelas, apa lagi di sudah pensiun selama 5 tahun lamanya, pertumbuhan dari para manta siswanya pasti memiliki perubahan, apa lagi dengan tuan muda Su dulu ketika masih aktif mengajar dan menjadi guru yang paling sayang kepada Alvin Su, tubuhnya masih kurus walaupun kelihatan tampan tapi tidak seperti sekarang ini.
Saat ini badan tuan muda Su sedikit berisi dan memiliki otot kekar, selain itu rambutnya tidak panjang lagi seperti masih kuliah, jadi wajar jika nenek Ding tidak langsung mengenalinya, melihat kebingungan dari nenek Ding segera tersenyum sambil mengenalkan dirinya.
"Apakah nenek Ding sudah lupa dengan aku?, sungguh tidak terasa waktu berputar dengan cepat sehingga ibu dosen yang paling menyayangiku dan membelaku matia-matian semasih masa kuliah tidak bisa mengenaliku lagi".
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pemuda itu, nenek Ding segera teringat dengan seorang pemuda yang selalu di belanya yaitu tuan muda Su.
"Apakah anda tuan muda Su?, Alvin Su yang mendengar pertanyaan dari nenek Ding hanya tersenyum dan menganggukkan kepala" iya nenek Ding yang terhormat ternyata masih sedikit mengenaliku", mungkin kalau beberapa tahun ke depan kalau aku ketemu dengan nenek Ding lagi tidak akan bisa mengenaliku.
__ADS_1
"Hahahahahaha, setelah mendengar ucapan pemuda itu nenek Ding tertawa terbahak-bahak, kemudian segera berdiri dari kursi utama dan mengangkat bahu pemuda itu untuk berdiri tegak Juga.
" Tidak kusangka sekarang ini kamu makin terlihat tampan dan gagah muridku yang baik hati, maafkan nenek tua ini tidak sempat mengenali dirimu, aku pikir tuan muda Su tidak akan ada waktu untuk datang menghadiri acara ulang tahun aku di tempat yang kecil seperti ini, apa lagi saat ini beredar banyak kabar kalau tuan muda Su akan membuka sebuah perusahan baru di kota kita ini, selain itu juga tuan muda Su merupakan orang terkaya di usia muda dengan penghasilan miliaran rupiah dalam setahun, apakah itu benar tuan muda Su?.
Tuan muda Su kemudian tertawa juga" hahahahahaha, nenek Ding memang masih memiliki kemampuan untuk memantau perkembangan para muda-mudi seperti kami ini, dan itu hanya kabar biasa saja jangan terlalu di lebih-lebihkan, sangat betul sewaktu aku masuk kuliah di luar negri, aku belajar memulai bisnis dengan teman-teman aku di sana dan sekarang sangat bersyukur walaupun dengan susah payah kamu bangun akan tetapi sekarang perusahaan itu sudah memiliki aset 3 triliun rupiah.
Setelah aku kembali beberapa kali di kota ini, dan melihat banyak peluang bisnis yang bagus untuk di kembangkan, maka aku sebagai warga negara yang baik dan besar di kota ini, ingin mendirikan sebuah perusahaan dengan modal awal sebesar 500 miliar rupiah, sekaligus untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah dengan begitu boleh di kata saya juga bisa berkontribusi untuk pengembangan ke arah yang lebih baik di kota ini.
Mendengar ucapan yang begitu sopan dari tuan muda Su ini, nenek Ding semakin menyukai dan menyayanginya, dia semakin kagum kepada tuan muda Su, bagaimana pun dari masa kuliah sudah membelanya dengan baik, dan melakukan berbagai hal untuk menyenangkan hati tuan muda Su itu, sudah pasti siapapun akan mengingat Budi baik dari dosen seperti ini, apa lagi semasa kuliah dia di kenal dengan mahasiswa arogan dan sangat sombong sehingga banyak mahasiswa serta dosen yang membencinya, hanya dosen Ding yang selalu pasang badan untuk melindunginya.
__ADS_1
Dengan penuh kehati-hatian membuka pelan-pelan hadiah yang di bawa oleh mantan muridnya itu, setelah melihat sedikit demi sedikit gambar yang ada dalam gulungan itu, tangan nenek Ding bergetar kencang, mata melotot, mulut terbuka lebar, dan muka merah padam karena makin senang dan terkejutnya.
Para tamu yang melihat adegan dari nenek Ding ini, memiliki berbagai ekspresi ada yang berpikiran kalau gambar itu pasti gambar yang bersejarah panjang dan ada juga yang beranggapan kalau barang yang di bawakan oleh tuan muda Su itu barang palsu lagi.
Setelah terdiam beberapa saat dan menatap gambar yang ada di gulungan itu" ini, ini, ini, lukisan kaligrafi ucapan ulang tahun yang di buat pada masa di nasti Han, dan kaligrafi ini adalah lukisan yang dibuat sendiri oleh tangan raja Han, untuk memberikan sebagai hadiah ulang tahun permaisuri, raja Han membutuhkan waktu hampir tiga bulan lamanya untuk merampungkan dengan baik lukisan itu.
Akan tetapi setelah terjadi pergolakan pemberontakan yang di lakukan oleh adik iparnya raja, sehingga kerajaan itu kacau balau dan harta benda yang di miliki kerajaan di rampok dan salah satu harta benda yang hilang adalah lukisan kaligrafi yang sedang berada di tangan nenek Ding.
selama ratusan tahun berlalu lukisan itu di cari tapi tidak ada yang berhasil menemukanya dan tidak di sangka di hari ulang tahun yang ke 80 tahun, tuan muda Su akan memberikan hadiah yang begitu berharga kepada nenek Ding ini, rasa kagum nenek Ding kepada tuan muda Su semakin bertambah lagi.
__ADS_1
Lukisan ini tidak murah dan lukisan yang sangat luar biasa, jika di jual di tokoh barang antik akan paling rendah harganya ratusan miliar rupiah.
"Aku mendengar dari Bibi Rin Liu mengatakan kalau nenek sangat menyukai barang antik, oleh sebab itu beberapa bulan yang lalu pergi jalan - jalan di toko barang antik dan melihat kaligrafi ini sehingga aku membelinya untuk hadiah dariku sebagai ucapan ulang tahun untuk nenek ding, apakah nenek Ding sangat menyukai hadiah kecil dari aku.