
Jek Li yang melihat hidangan yang sangat enak dan nikmat di meja, segera mengambil udang untuk di kupas dan di berikan kepada istrinya, dia dengan jelas mengingat dengan baik jika istrinya sangat suka dan senang dengan makan udang sehingga dia dengan senang hati mengupas untuk istrinya, dalam lima tahun mereka menikah, belum pernah melakukan hal semacam ini, tapi entah mengapa rasa percaya dirinya ini malam sangat tinggi sehingga dengan tidak meras malu lagi atau takut akan di tolak oleh Desi Ding untuk memakan udang yang di kupas dari tangan menantu sampah seperti dia.
Dalam lima tahun pernikahan dia dengan istrinya, Desi Ding mengalami penderitaan yang sangat banyak karena kehadiran menantu yang di nikahi oleh pihak wanita di keluarga mereka, Teman dan kerabat yang mengetahui pernikahan itu sangat malu dan tidak ada hari yang bisa istrinya lewati dengan damai, akan selalu ada orang yang akan meledek dan menertawakan dia, tapi dia terus bersabar dan berusaha dengan sebaik mungkin untuk tidak selalu menghiraukan ucapan dan cemoohan semua orang, dia selalu berdoa dalam hati jika keputusan yang diambil oleh kakeknya untuk menikahkan dia dan pria bodoh bukan suatu keputusan yang salah.
Dia juga sempat mengalami frustasi dengan keadaan yang dialaminya, bagaimanapun juga dia ingin memiliki suami yang tidak di remehkan oleh semua dan saling mencintai, ketika dia sedih atau susah akan selalu ada suaminya yang akan menghiburnya, tapi hal itu tidak pernah dia rasakan selama ini, yang membuatnya semakin tertekan adalah orang tuanya yang selalu memaksa mereka untuk bercerai.
Walaupun Jek Li hanya menjadi tukang masak dan menyapu di rumah mereka, tapi dia tidak pernah mengeluh atau merasa kesal dengan perlakuan kedua orang tuanya atau pun sikap acuh yang selalu di tampilkan oleh Desi Ding. Ketika dia pulang akan di siapkan hidangan yang dia suka, selain itu pagi sore jika dia minta jemput dari kantor akan selalu dengan tepat waktu akan di jemputnya, ketika dia marah suaminya itu hanya akan menundukkan kepala tanpa membantah atau membentak istrinya.
Suami teman-teman dia walaupun mereka memiliki kekayaan dan berasal dari keluarga kaya tidak hidup bahagia, karena suami mereka juga suka pergi di tempat hiburan malam, berjudi dan peminum, dan yang lebih parahnya adalah ketika sampai di rumah mereka akan melakukan kekerasan kepada pasangan.
Berbeda dengan Desi Ding, dia di rumah akan selalu di layanin dengan senang hati oleh suaminya , tidak pernah keluyuran malam dan tidak pernah memarahinya, malah Desi Ding yang selalu memarahinya, itulah yang membedakan dia dengan suami teman-temanya, walaupun dia dan suaminya tidak hidup seperti pasangan suami istri seprti pada umumnya tapi dia juga sangat beruntung kalau suaminya sangat perhatian kepadanya.
__ADS_1
Dimasa lalu dia tidak berani menunjukan kemampuan yang dia miliki dan sangat di benci oleh semua orang, dia hanya bisa menundukkan kepala, tapi sekarang berbeda dia ingin secara pelan-pelan untuk menunjukan ke kuatan yang dia miliki, bagaimana pun juga walaupun tidak ada cinta diantara mereka tapi tetap saja diatas kertas mereka pasangan suami istri. Mulai saat ini dia berjanji pada dirinya sendiri untuk membalas semua kebaikan yang di berikan oleh wanita itu.
Desi Ding yang sedang dari tadi hany makan makanan biasa saja tanpa memanggil udang, segera mengangkat kepala melihat Jek Li yang sedang berusaha untuk mengupas udang untuk di berikan kepada dirinya, sedangkan Jek Li sendiri piringnya baru terisi nasi dan belum makan makanan yang sudah di hidangkan di meja itu.
Desi Ding melihat kejadian itu merasa sangat tersentuh dan sangat bahagia dalam hatinya dengan perhatian saumi bodohnya itu, selama menikah ini kali pertama dengan seksama menyaksikan ketulusan hati yang di lakukan oleh Jek Li untk memanjakan dirinya, walaupun itu sangat sederhana tapi buat Desi Ding itu lebih dari cukup.
Meskipun Jek Li dimatanya manusia tidak berguna sama sekali bahkan semua orang menganggapnya sampah tapi dia juga tetap suaminya diatas kertas, belum lagi dia baru mempermalukan tuan muda Su dan berusaha dengan sebaik mungkin untuk terus membela harga diri istrinya.
"Kamu juga harus segera makan, lihat semua orang sedang menikmati makanan yang sudah di sajikan sedangkan kamu belum mengambil makanan sedikit pun, jangan selalu menaruh makanan di piring aku, kamu sudah melihat sendiri kalau piring aku sudah penuh dengan makanan yang kamu ambil, jangan terus kamu memberikan makanan kepada aku" Desi Ding berkata, kemudian segera mengambil daging diatas meja lalu meletakanya di piring Jek Li.
__ADS_1
Melihat tindakan yang di lakukan oleh Desi Ding ini, dia sangat terkejut bagaimana pun juga selama ini belum pernah melihat istrinya yang begitu angkuh itu dengan senang hati untk mengambil daging lalu di letakan di piring dia, terlebih ini di depan semua orang yang ramai, apakah dia tidak takut di ledek lagi sama tamu dan kerabat lainya, tapi tindakan istrinya itu membuat Jek Li sedikit merasa nyaman dan sangat tersentuh dengan kehangantan yang di berika oleh istrinya itu.
Ini adalah pertama kali yang di lakukan oleh Desi Ding selama lima tahun pernikahan mereka, hal ini juga menunjukan kalau Desi Ding yang kelihatan acuh masih sangat peduli dengan suami sampahnya itu. kejadian itu membuatnya sangat bahagia sekali, sampai membuat tanganya bergetar, dan kemudian dia dengan semangat mengambil daging itu untuk memasukan kedalam mulutnya dan tanpa ragu-ragu lagi untuk memakanya.
Di tengah perjamuan makan yang sedang berlangsung itu, para tamu yang datang segera menyerahkan satu persatu hadiah yang semua orang siapkan untuk di berikan kepada nenek Ding. Hadiah yang di berikan beragam macam ada yang baik dan ada yang buruk, akan tetapi nenek Ding yang melihat hal itu tidak menolak dan tetap menerimanya, buat nenek Ding yang paling utama adalah anak. dan cucunya yang memberikan hadiah dilakukan dengan tulus dan mendoakan untuk selalu panjang umur, buat nenek Ding itu lebih dari cukup dan dia akan dengan senang hati menerimanya.
Melihat para tamu yang begitu antusiasis menikmati hidangan yang di sajikan itu, nenek Ding sangar senang dan bersemangat karena para tamu dan kerabat yang datang masih sangat menghargai dirinya.
__ADS_1
"Terima kasih atas hadiah yang di berikan oleh setiap orang, hari ini aku sangat senang karena kadatangan Kaliam semua membuat ulang tahun aku kali ini begitu bahagia dan tidak akan aku lupakan sepanjang hidupku", segera membukukan badan dan tertawa terbahak-bahak.