
"Anak muda apa anda salah makan sehingga mengatakan kepadaku untuk menunggu kamu terlebih dahulu, kalau ada orang lain yang datang untuk membeli batu ini, aku akan segera menjualnya, kita berdua tidak saling kenal dan tempat tinggal kamu pun aku tidak tau, apakah kamu sedang mau permainkan aku anak muda?, bagaimana pun juga dalam aula ini, jika barang itu belum terjadi transaksi apapun kedua belah pihak, Maka penjual berhak melakukan transaksi dengan orang lain, apakah kamu paham tentang hal itu?.
"100 Milar itu bukan uang sedikit anak muda, walaupun kamu akan berkerja ratusan tahun pun tidak akan dapat menghasilkan uang sebesar itu, apa lagi hanya dalam waktu sesingkat ini, sebenarnya penjual itu juga tidak salah dengan pernyataannya karna Joshua berpakaian apa adanya, dan penjual itu tidak mengetahui jika pemuda di depanya itu sudah memiliki cek 500 miliar, sebenarnya waktu gadis cantik yang membeli zamrud kaca Jek Li sudah menyebar dengan cepat dalam aula, hanya saja orang tua itu tidak mengetahui secara jelas dan detail siapa pemilik zamrud kaca itu, karna pada saat itu dia tidak ada di tempat kejadian.
"Anak muda jika kamu tidak membelinya sekarang maka saya minta maaf pasti akan saya jual kepada pengunjung lain yang berniat membelinya dengan sesuai harga yang aku tawarkan, jika kamu tidak ada uang untuk membeli barang ini maka saya mohon dengan sangat kamu pergilah dari sini.
Jima cai berpikir jika pemuda ini sedang menghibur dirinya karena belum ada pengunjung yang datang di kiosnya ini, dia tiba-tiba meras emosi dan kesal karena pemuda ini terus berada dalam kiosnya.
Setelah mengatakan itu, Jek Li segera angkat kaki keluar dari toko itu, dia tidak langsung pulang kerumah tapi tetap melanjutkan pencarian terhadap baru yang memiliki aura kental dan tinggi, bagaimana pun juga kali ini dia ingin memanfaatkan waktu luangnya untuk mencari barang yang dia inginkan, sekaligus ini malam dia ingin menghasilkan uang yang banyak, agar ketika tiba saatnya ibu mertua menagih biaya bulanan, dia dapat membayarnya tanpa harus meminta uang lagi ke pada istrinya.
Di dalam saku celananya sudah ada cek senilai 500 miliar rupiah jadi dia tidak akan kekurangan uang untuk membeli barang yang dia inginkan. dia kembali melanjutkan jalan kaki dengan mulai lagi mengeluarkan aura energi untuk mencari batu yang memiliki aura kental.
Ketika berjalan baru sekitar 100 langkah dari kios Jima cai, dia tiba-tiba mulai merasakan lagi aura yang besar yang datang dari arah timur. Dia berjalan dengan cepat dan tergesa-gesa jangan sampai barang yang dia inginkan tiba-tiba ada yang menginginkannya juga, tidak lama kemudian dia sampai di kios yang berspesialisasi dalam Judi batu juga.
__ADS_1
Setalah memindai dengan jelas baru yang memiliki aura kuat kemudian dia mengembalikan auranya seperti biasa. Dia berjalan memasuki kios yang di depanya itu.
Jek Li melihat disitu banyak berderet batu yang berbagai ukuran dari yang kecil sampai yang besar, selain itu juga setiap batu memilik warna yang berbeda-beda di atas meja kayu yang tersusun rapi.
setelah melihat batu yang berjejer dengan rapi dalam kios itu, dia mulai ragu karena dapat di pastikan jika semua batu ini pasti memiliki giok dan kemungkinan kecil ada batu yang tidak memiliki giok.
Jek Li kemudian mengeluarkan kembali aura untuk mendeteksi ulang batu yang memiliki giok di depanya, benar saja dari semua batu yang berjejer hanya ada 3 batu yang tidak ada sama sekali giok sedangkan yang lainya memiliki giok berbagai ukuran.
Meskipun dari segi kebesaran mungkin masih kalah besar dengan batu yang dia temui di toko barang antik jima cai, akan tetapi aura yang di miliki batu besar itu masih kalah sedikit dengan aura yang di keluarkan batu yang seukuran bola voli ini, selain itu juga warna batu ini sangat bagus dan memiliki daya pikat tersendiri setiap orang yang melihatnya.
Nilai batu ini pasti lebih tinggi juga dari nilai batu besar tadi, tapi entah kenapa sampai detik ini belum ada pembeli yang datang di tempat ini, di lihat dari tempatnya toko ini berdiri di tempat tidak terlalu dipinggir juga, terus suasana dalam toko lumayan bagus, tapi entah kenapa sampai sunyi seperti ini.
Lagi keasyikan dengan pikirannya sendiri, tapi tiba-tiba ada suara yang bergema dari luar kios.
__ADS_1
"Bos, berapa harga dari batu-batu ini?.
Setelah kata-kata ini terjatuh tidak lama kemudian Pria paruh baya itu berjalan ke dalam toko sambil mengulurkan tangan untuk mengambil batu yang sedang di amati oleh Jek Li.
Jek Li yang melihat kejadian ini juga mengerutkan kening, sepertinya ada seorang master juga yang sedang melihat batu yang di minatinya itu, sepertinya akan terjadi persaingan ketat untuk mendapatkan batu yang memiliki aura kental itu.
Jek Li sudah berniat untuk membeli 5 batu sekaligus yang sudah di konfirmasi dengan aura yang di milikinya tadi, karena bagaimana pun juga ke lima batu ini sangat berguna untuknya, selain itu juga dia berniat untuk mengelabui para hadirin tentang ke dua batu yang memiliki aura lebih tinggi dari ke tiga batu yang ingin di belinya itu.
Namun spertinya tidak akan berjalan mulus, karena saat ini sudah muncul seorang master.
Tidak lama setelah kemunculan orang itu, kemudian di ikuti banyak orang di belakangnya, sebenarnya orang-orang ini tidak tertarik untuk datang ke toko ini entah apa yang terjadi sebelumnya, tapi karena mendengar suara yang menggelegar dari pemuda itu, orang-orang yang sedang lalu lalang di sekitar tempat berdirinya toko itu langsung berhenti dan mengikuti masuk kedalam untuk melihat-lihat apa yang terjadi.
Benar saja setelah orang-orang itu masuk ke dalam toko langsung memiliki berbagai ekspresi, ada yang mata melotot sambil mulut terbuka lebar, bagaimana pun juga di toko ini mereka bisa melihat batu-batu yang berjejer rapi serta memiliki warna menarik dan bagus, melihat semua itu para tamu yang datang langsung heboh.
__ADS_1