
Jek Li ngobrol dengan Kepala keluarga Chen sampai dengan menunjukan jam 8 malam, dia merasa kalau orang tua ini selain penyakit yang dia derita, dia juga sering mengalami kesepian, dan hanya kepada pemuda ini kepala keluarga Chen bisa tertawa dengan lepas.
Setelah melihat nona muda keluarga Chen sampai, Jek Li segera minta izin untuk pulang.
Jek Li mulai menimbang-nimbang kalau sepertinya lebih baik membeli juga sebuah mobil, karena bagaimana pun juga dia saat ini sudah memiliki banyak uang untuk bisa di gunakan kemana-mana. beberapa saat kemudian dia sampai rumah, baru saja dia membuka pintu rumah, dia segera mendengar suara yang merdu di dengar:
Jek Li hari ini Wati Ding meraih peringkat pertama dalam kejuaraan lomba melukis, jadi teman-temanya ingin merayakan kemenangannya itu, tadi Wati bilang kalau temanya yang menyelenggarakan acara itu bernama Sean do di tempat hiburan velox club, kebetulan kamu sudah pulang jadi aku minta tolong agar kamu mau mengantarkan dia ketempat hiburan tersebut.
Awalnya Wati Ding sebenarnya ingin mengajak kakaknya itu untuk menemaninya pergi bersama, lagi pula selama Desi Ding selama ini belum pernah ketempat tersebut, hanya bertepatan dengan banyaknya kesibukan pekerjaan di kantor sehingga membuat Desi Ding tidak bisa pergi kesana.
Tapi di lain pihak Wati Ding ingin mengajak kakaknya ketempat hiburan Velix club sekaligus untuk memperkenalkan kepada beberapa pria tampan dan kaya raya siapa tau ada yang bisa membuat kakaknya itu bisa menjalin hubungan serius dengan pemuda kaya raya, tapi tidak di sangka sebelum berhasil mengajaknya tiba-tiba ada panggilan masuk dari rumah sakit yang mengatakan kalau ini malam Direktur utama akan datang berkunjung kerumah sakit.
__ADS_1
Kalau untuk Wati Ding tempat hiburan malam seperti Velix club tidak asing lagi, biasanya juga kalau ada waktu kosong maka dia bersama dengan teman-temanya akan pergi mengunjungi tempat hiburan.
Setelah ngobrol dengan kakaknya kemudian Wati Ding pergi ganti baju dan kembali ke kampusnya, sedangkan Desi Ding menunggu kepulangan dari Jek Li untuk mengatakan agar mau mengantar Wati Ding.
"Kalau istriku sudah meminta tolong seperti itu maka aku dengan senang hati melaksanakan perintah, tapi ngomong-ngomong aku perlu makan sedikit dulu karena dari tadi aku belum makan sama sekali, Segera Jek Li pergi mengarah dapur dan mengambil makanan, untung saja ibu dan ayah mertuanya belum pulang, kalau ada mereka sudah pasti akan jadi sasaran kemarahan mereka.
Setelah selesai makan dia dengan buru-buru keluar dari rumah dan segera naik taksi dan langsung pergi ke campus seni shanghai, Kampus ini juga masuk dalam kategori sebagai kampus yang berprestasi di bidang seni dan kampus ini juga mencetak banyak alumni yang berprestasi di bidang seni, Selain itu kampus Shanghai ini masuk dalam urutan 5 besar sebagai kampus yang berpengaruh di tingkat nasional.
Jek Li dalam mobil mulai berpikir sepertinya keluarga Ding ini memiliki keberuntungan tersendiri, Desi Ding sering menceritakan tentang prestasi adiknya itu tapi selama ini dia hanya menganggap semua hal semacam ini hanya cerita omong kosong belaka,selain itu Wati Ding ini jarang belajar dan pergi hura-hura tapi pada kenyataanya saat ini dia bisa meraih peringkat pertama, ini merupakan kabar yang luar biasa sekali.
Jek Li hanya menggoyangkan kepala dengan perasaan bingung tentang keberuntungan yang ada di keluarga Ding, tidak apa-apa lagi pula mereka sudah satu keluarga. tapi Jek Li juga sangat mengetahui dengan jelas kalau adik iparnya itu sangat benci kepada dirinya, lebih baik ikuti saja apa yang diarahkan oleh Desi Ding.
__ADS_1
Desi Ding yang sedang buru-buru berangkat ke kantor tidak sempat lagi untuk menelepon adiknya, karena asistennya bilang lagi di cari sama pimpinan rumah sakit sehingga makin terkejutnya dia lupa, walaupun rumah sakit ini mayoritas sahamnya di pegang oleh keluarga Ding mereka, tapi untuk khusus Desi Ding di perlakukan seperti orang yang tidak berguna, sesuai dengan perintah nenek keluarga Ding, selama dia belum mau bercerai dengan jek Li maka selama itu pula dia dilarang untuk mendapatkan fasilitas apapun dari keluarga Ding.
Waktu itu sempat dia protes kepada nenek Ding tapi tetap saja nenek ding sangat marah karena cucu kesayangan dari beri Ding ini tidak menurut kepada dirinya, itulah sebab selalu akan di persulit.
Wati Ding mulai kesal dan marah karena sudah mau hampir dua jam menunggu tapi kakaknya tidak sampai-sampai juga, apa sih yang terjadi dengan kaka aku ini, kalau betul-betul tidak mau menemaniku lebih baik dia kasi tau, dia lagi-lagi menghentikan kakinya, karena dari tadi telepon dari teman-teman yang sudah berangkat terlebih dahulu ketempat hiburan sudah sampai hanya tinggal toko utama belum sampai.
Beberapa saat kemudian Wati Ding mulai melihat mobil Desi Ding yang biasa di pakai untuk bekerja sudah kelihatan, makin mendekat makin dia mengerutkan kening, "sepertinya bukan kakak saya yang bawa itu mobil, apakah manusia busuk itu yang menjemput aku.
Jek Li yang berada di dalam mobil melihat pandangan sarkasme dari adik iparnya itu hanya bisa diam duduk dalam mobil, Wati Ding kemudian berjalan di samping kanan mobil "kenapa kamu yang menjemput aku?, dia bertanya sambil melihat pakaian yang di pakai oleh kakak iparnya itu.
"Manusia sampah dan bodoh kenapa kamu memakai pakaian compang camping seperti itu, apakah kamu ingin memperlakukan aku di depan teman-teman aku, kamu ini kerja hanya bisa bikin aku kesal tiap hari, dasar kamu ini. Wati Ding sebenarnya masih ingin memarahi Jek Li tapi dia sepertinya menyadari sesuatu jika marah di depan pintu masuk kampus seperti ini kalau ketahuan teman-teman sekelasnya, maka dia akan jadi sasaran empuk untuk di permalukan, jadi lebih baik menahannya dulu nanti setelah kembali dari acara dan sudah sampai di rumah baru melampiaskan.
__ADS_1
"Kakak aku sebenarnya ada dimana manusia bodoh?kenapa bukan dia yang menjemput aku?.
Tadi kakak kamu sedang terburu-buru berangkat pergi kerja sehingga sampai lupa menjemput kamu, hanya dia meminta aku untuk datang menjemput kamu kemudian mengantar kamu menuju tempat hiburan malam tempat merayakan keberhasilan kamu mencapai nomor satu dalam kegiatan melukis, dia juga sebenarnya ini memberikan selamat kepada adik iparnya ini tapi dia segera mengurungkan niat baiknya itu karena dia tau dan paham kalau adik iparnya itu akan menanggapi kasar, lebih baik diam saja.