
Tuan muda Su segera meluruskan pinggangnya dan kemudian berkata kepada nenek Ding " hadiah ini adalah hadiah yang aku pilih-pilih dengan penuh hati-hati hanya untuk menyenangkan nenek Ding bagaimana pun juga aku harus memberikan hadiah yang terbaik sebagai mahasiswa kesayanganmu, dan harganya pun yah lumayan agak mahal bila di bandingkan dengan barang antik lainya tapi demi untuk kebahagiaan nenek Ding yang saya hormati, aku rela melakukanya semua ini dengan senang hati.
Tuan muda Su berkata dengan ekspresi yang sombong di depan semua orang, memang dari awal banyak hadiah yang sudah di berikan oleh parah keluarga, tapi paling mahal seharga 150 juta rupiah, untuk para tamu hadiah yang paling mahal paling tinggi 3 miliar rupiah, sedangkan untuk para mantan muridnya paling mahal sebelumnya berharga 4 miliar rupiah, untuk para mantan muridnya kebanyakan hanya menjadi staff biasa di perusahaan dan ada juga yang menjadi di rektur tapi rata-rata penghasilan mereka paling tinggi 2 miliar per tahun.
Berbeda dengan tuan muda Su semasih kuliah dia sudah berani memulai bisnis sendiri di luar negeri, dan karena nekat modal keberaniannya itu dia dengan teman-temanya bisa memperoleh banyak uang. kemudian dia segera melirik Jek Li yang sedari tadi duduk diam di kursinya.
Aku sangat menyukai hadiah yang kamu berikan ini tuan muda Su, kamu memberikan hadiah yang begitu berharga, siapa pun yang mendapatkan hadia ini akan sangat senang, apa lagi hadiah ini di berikan oleh tuan muda Su dengan sangat tulus.
Aku sebenarnya tidak terlalu berharap hadiah yang begitu berharga seperti ini, melihat kedatangan tuan muda Su saja di ulang tahunku yang ke 80 ini sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
Tuan muda Su yang sedari awal sudah mengalami penghinaan yang begitu memalukan saat ini rasa percaya dirinya sudah kembali, dan rasa malu yang dia terima ketika menghadiahkan sepasang gelang giok sebelumnya kepada Desi Ding menghilang seperti di telan bumi.
Para tamu yang hadir baik itu para kerabat, para tamu, dan mantan anak muridnya yang melihat hadiah begitu berharga di tangan nenek Ding ini, mereka semua merasa iri, hadiah ulang tahun yang di berikan oleh keluarga kaya dengan harga ratusan miliar sangat berbeda dengan hadiah yang di berikan oleh para tamu lainya.
Para tamu yang datang mulai lagi menaruh rasa hormat dan kagum dengan tuan muda Su, banyak para tamu yang mulai bersulang dengan tuan muda Su tanpa ada rasa canggung lagi, yang mereka lihat saat ini adalah hadiah yang bernilai ratusan miliar, buat mereka pertentangan antara tuan muda Su itu tidak ada hubungan dengan mereka, apa lagi dari tadi Jek Li hanya terlihat sering diam tanpa melakukan tindakan apapun.
Tuan muda Su sangat menikmati perasaan di kagumi oleh semua orang seperti ini, apa lagi dia merupakan tuan muda kaya raya yang tidak ada duanya di kota ini, kemudian dia kembali menatap Jek Li dengan pandangan suram.
Dalam kata-kata ini dapat dengan jelas untuk di lihat ada nada sedikit sarkasme dan memprovokasi, para tamu juga segera mengalihkan perhatian mereka kepada Jek Li, rasa takut yang mereka rasakan ketika menyaksikan apa yang terjadi dengan Aziz Ding pada saat mereka sampai di aula ini, seakan mereka lupakan begitu saja tidak ada bekas sedikit pun yang ada, saat ini perasaan jijik dan meremehkan ketika melihat Jek Li kembali terjadi.
__ADS_1
"Apakah ada hadiah yang baik dari manusia bodoh dan sampah seperti dia, akan lebih baik jika hadiah yang dia bawa kembali dia bawa pulang, jangankan untuk membeli hadia yang berharga untuk mengganti pakaian lusuh yang ada di badanya saja tidak bisa, sebaliknya dia dan istrinya akan kehilangan muka setelah membuka hadia yang dia bawa hahahahahaha.
"Ya, masih ingat kan dengan ulang tahun nenek Ding yang di selenggarakan sebelumnya, dia juga memberikan hadiah yang compang-camping, bahkan kami keluarga ding sangat bingung untuk menyimpannya, terlalu banyak makan tempat, dan kami sekeluarga sepakat untuk langsung membuangnya ke tempat sampah. para kerabat dan para tamu yang hadir segera menertawakan kembali Jek Li.
Rin Liu yang dari tadi hanya duduk diam-diam merajuk dalam hati, dia memiliki menantu yang begitu memalukan sehingga dalam keadaan seperti ini lebih baik diam saja, berbeda dengan jika memiliki menantu yang kaya raya seperti tuan muda Su, mungkin dari tadi dia sudah menyombongkan diri kepada semua orang yang ada dalam aula ini, tapi kali ini sangat berbeda, apa lagi nenek Ding ketika melihat kedatangan tuan muda Su itu sangat bersemangat sekali, sehingga para tamu yang sudah datang tidak di hiraukan lagi oleh nenek Ding, Dia hanya terfokus dengan kedatangan mantan siswa yang di sayanginya, mereka sudah sering ngobrol lewat telepon tapi untuk bertemu muka langsung ini baru pertama kalinya.
Sedangkan Jek Li tetap asik dengan makanannya, buat dia semua orang yang ada di aula sini hanya semuanya badut yang bisa menjilat siapa yang lebih berpengaruh dalam aula ini, tidak merasa peduli atau merasa tertekan, akan tetapi tiba-tiba berkata dengan samar-samar.
"Aku tentu sudah menyiapkan hadiah yang istimewa untuk nenek Ding, kemudian Jek Li segera menarik sebuah kotak dari dalam saku jaketnya, disitu bisa di lihat bahwa bingkisan kota itu sangat indah dan mewah, di dalam kotak isi berisi mutiara malam yang sangat indah di pandang mata, mutiara itu berasal dari dinasti Ming dengan harga sekitar 1 triliun rupiah.
__ADS_1
"Hadiah ulang tahun seperti apa yang kamu bisa beli untuk ulang tahun nenek Ding kali ini, apakah liontin yang di jual di pinggir jalan itu?, hehehehehe, tuan muda Su yang melihat kotak yang di pegang oleh Jek Li tersenyum mengejek menunggu untuk membuka kotak yang ada di tangan Jek Li. Jika hadiah yang di bawa oleh pemuda itu lebih murahan dari hadiah yang di berikan olehnya untuk ulang tahun nenek Ding, maka harga diri yang sudah kehilangan di awal ketika menghadiahkan sepasang gelang giok kepada Desi Ding , akan tidak ada lagi yang berani mengungkit kejadian yang begitu memalukan sebelumnya.