Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 52. Tersentuh dengan perlakuan istrinha


__ADS_3

"Kak, aku bicara begini karena sangat kasian dengan kakak,aku hanya ingin melihat kakak bahagia dengan pria baik, dan bisa membuat keluarga kita tidak di permalukan, apa bagusnya dengan menantu pria yang masuk di keluarga wanita, masih mendingan kakak kalau pilih tuan muda Su itu, dia sudah ganteng, pintar, memiliki keluarga yang terhormat dan dia juga seorang bos muda. jadi kakak bisa menjadi nyonya Su yang terhormat, aku tau kalau dia sudah melakukan kesalahan besar dengan teman baik kakak, tapi itu hanya masa lalu yang perlu di jadikan pelajaran semata, untuk apa terus di ingat kak.


Walaupun di ulang tahun nenek membawa sepasang gelang giok palsu , tapi itu bukan salah dia seutuhnya, disitu sudah di buktikan dengan di rektur Burhan, kalau betul dia membeli sepasang gelak giok asli hanya di tukar sama orang lain. Apa lagi dia juga sudah dengan merendahkan dirinya untuk meminta maaf kepada kakak dan semua orang yang hadir di tempat ulang tahun. apakah kakak tidak tau kalau tuan muda Su juga memberikan cek senilai 50 miliar sebagai pengganti permintaan maafnya atas keributan di ulang tahun nenek itu.



Memang ketika mau keluar dari aula keluarga Ding, dia hanya sempat melihat kalau tuan muda Su itu lagi asik bicara dengan nenek Ding, tapi dia tidak memperhatikan dengan jelas apa yang mereka bicarakan, dan hanya adiknya Wati Ding yang dengan teliti terus memperhatikan dengan Jelas apa yang di keluarkan tuan muda Su untuk nenek Ding sebagai hadiah ulang tahunya. Setelah mengatakan Wati Ding segera membalikan badan selanjutnya berlari kembali ke kamar tidurnya juga.



Di ruang tamu hanya tertinggal Jek Li dengan Desi Ding berdua, tidak ada yang memulai bicara dengan diam sesuai pikiran mereka masing-masing.


__ADS_1


Untuk menghindari adanya kecanggungan mereka berdua,Jek Li segera buka Suara.



"Desi Ding, sebenarnya kamu tidak perlu bertengkar dengan keluarga kamu hanya karena untuk membela dan melindungi aku, mungkin ada benarnya dengan ucapan dari adik dan ke dua orang tuamu, aku juga merasa bersalah dengan keluarga kalian ini. Jek Li berkata demikian karena tidak ingin jika istri membelanya akan banyak muncul masalah baru dengan kedua orang tuanya, dia juga merasa malu dan serba bersalah.



"Kamu terlalu banyak berpikir, hari ini aku dalam suasana hati yang paling buruk, dengan berdebat sama ibu dan adik aku, rasa kesal dan emosi yang ada dalam diriku mulai sedikit berkurang, jadi jangan terlalu percaya diri kalau aku membela dirimu, hari ini aku lagi banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor makanya aku tidak semangat", setelah Desi Ding menyelesaikan kalimat itu dengan sifat acuh dan dingin dengan tetap tatapan tajam tanpa ekspresi, dia segera berbalik dan melangkahkan kaki untuk kembali ke kamarnya.



__ADS_1


"Jika nanti kamu ke kurangan uang dan tidak mampu untuk membayar biaya hidup sebesar 100 juta setiap bulanya, kamu tidak perlu takut dan khawatir, aku masih memiliki sedikit tabungan untuk membantu kamu, bagaimana pun juga kita masih berstatus suami istri diatas kertas, jadi tanggung jawab km adalah tanggung jawab aku juga, dan aku sarankan coba kamu mulai berpikir untuk melakukan pekerjaan apapun yang bisa kamu lakukan agar tidak di benci terus dengan orang tua aku.



Setelah mengatakan itu Desi Ding kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya sendiri, Jek Li yang mendengar ucapan istrinya itu hanya memandang punggung istrinya dengan tidak bisa berkata apa-apa, air mata mulai mengalir, tangan gemetar dan mulut sedikit terangkat, entah apa yang dia ingin ucapkan.


Di rumah yang sederhana ini, hanya Desi Ding satu-satunya orang yang selalu memberikan kehangatan, di caci maki oleh ibu dan ayah mertuanya dan tidak kalah lagi dari omelan dan cacian dari adiknya tapi Desi Ding akan selalu berada paling depan untuk membelanya.Meskipun dia kelihatan sangat cuek dan tidak peduli dengan kiri kanannya, tapi Jek Li dapat mengetahui dengan Jelas kalau istrinya itu masih peduli dengan keselamatan dirinya.


Setelah kembali ke kamar, Jek Li dengan cepat segera mengunci pintu kamar, kemudian duduk untuk bermeditasi dan berkultivasi, pada siang hari tadi pada saat acara jamuan makan di ulang tahun nenek ding, dia dengan sengaja menyerap energi aura sepasang gelang giok yang di bawa oleh tuan muda Su, sehingga setelah selesai menyerap energi menyebabkan tubuhnya memiliki banyak energi aura yang terkumpul, jika tidak segera di olah, maka tubuhnya akan mengalami kerusakan parah dengan permanen dan itu membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan kembali kerusakannya.


Jek Li mulai fokus mengalirkan aura energi yang terkumpul itu kedalam sel-sel tubuhnya, otot-otot seluruh tubuhnya mulai sedikit mengalami perubahan, jika di lihat dengan baik, orang akan berpikir kalau dia rajin berolahraga sehingga memiliki otot seperti itu, dia melakukan meditasi sampai tiga puluh menit, dia tidak merasakan Ke kelelahan ataupun lapar, tapi dia bisa merasakan kalau aura yang di kumpulkan itu sudah menyatu dengan baik di tubuhnya, selain itu indera pendengaran menjadi semakin tajam pula.


Menyadari akan kelebihan dari semua aura yang terkumpul di tubuhnya dia sangat senang, bagaimana pun juga di ulang tahun nenek Ding itu dia tidak pulang dengan sia-sia, walaupun setelah sampai di rumah dia di omelin habis-habisan oleh ibu mertuanya dia tidak peduli, buatnya lebih sakit gigitan semut dari pada omelan ibu mertuanya itu, apa lagi dia sudah terlatih dengan baik tiap harinya mendengar omelan dari ibu mertuanya itu.

__ADS_1


Aku tidak menyangka kalau kekuatanku sudah sampai di tahap seperti ini, apa yang sudah di pelajari dari gurunya selama ini semua bisa bermanfaat dengan baik tinggal dia sendiri mau seperti apa untuk meningkatkan ke mampuannya. mungkin akan lebih baik lagi jika dia mulai mencari-cari barang antik agar bisa dengan muda menyerapnya, sebenarnya biar tidak melalui barang antik untuk meningkatkan Aura yang ada dalam tubuhnya, bisa melalui dengan menyerap aura tumbuh-tumbuhan, tapi itu membutuhkan waktu, selain itu di kota Shanghai ini sudah penuh dengan kepadatan penduduk jadi untuk mencari tempat yang bagus untuk menyerap aura energi tumbuhan sangat mustahil akan dapat menemukanya.


Dia segera melirik jam di dinding ternyata baru jam delapan malam, setelah duduk di beberapa saat, dari pada jenuh dan bengong sendiri di kamar lebih baik aku pergi saja di pasar barang antik, kemudian dia segera mandi dan setelah itu dia berjalan keluar untuk melihat keadaan cuaca apakah mendung atau terang, ternyata nasib baik menghampirinya Karna langit penuh dengan bintang.


__ADS_2