Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 58. Zamrud kaca terjual 500 miliar


__ADS_3

"Aku akan bayar 500 miliar, apakah masih ada yang berani bersaing dengan aku?" anti liang berjalan dengan sangat anggun di padukan dengan kaki yang ramping sambil memakai sepatu hak tinggi, berjalan pelan menuju arah depan Jek Li, dan ada nada arogan serta sombong dari nada bicara wanita tersebut.


Anti liang adalah bos sebuah perusahaan yang terbesar di kota Shanghai dengan aset mencapai 5 triliun rupiah, dia masih muda dengan umur yang baru 32 tahun, terlahir dari keluarga kaya raya, serta memiliki pendidikan S2 dari luar negri, selain itu bisnis yang dia bangun ini baru 3 tahun yang lalu tapi untuk koneksi penyebaran pemasaran barang antiknya sudah mencapai beberapa negara, selain itu dia juga memiliki dukungan dari keluarga besar liang yang selalu menopangnya dengan baik, diantara puluhan kluarga liang hanya dia salah satu yang paling sukses, sehingga kepala keluarga liang sangat menyayanginya.


Perusahaan awalnya dapat suntikan dana dari kluarga liang sebesar 150 miliar, hingga dengan kepiawaiannya dalam mengolah bisnis serta dukungan jaringan yang di miliki oleh keluarga liang sehingga bisa sampai sukses seperti ini, dia boleh dikata salah satu wanita sangat kaya dan mempunya banyak uang untuk generasi mereka.


Jadi jika bersaing dengan perempuan kaya seperti Anti ini akan sangat tidak memungkinkan, apa lagi semua orang dari yang hadir disini dapat mengenal dia dengan baik, sehingga tidak ada yang berani menawar lagi barang yang dia inginkan itu. melihat semua orang yang tidak berank bersaing denganya, dia hanya tersenyum manis dan menganggukan kepala, bagiamana pun juga dia sadar di kota yang kecil seperti ini walaupun banyak orang-orang yang kaya raya tapi mereka sudah mengenal dengan jelas perempuan yang berdiri di depan mereka itu.


"Karena tidak ada lagi yang berani bersaing dengan aku untuk mendapatkan barang berharga itu maka secara otomatis barang yang di lelang itu Adah sudah menjadi milik aku. Anti liang berkata dengan suara menggema dalam ruangan sehingga semua orang yang berkumpul dapat mendengarnya dengan Jelas. setelah memastikan tidak ada lagi yang menawar dia segera mengeluarkan sebuah cek dari sakunya dan menuliskan sederatan angka yang sudah di tawarkan tadi.


Setelah selesai menulis, kemudian dia menyerahkan kepada Jek Li sambil mengedipkan mata indahnya. "ini cek 500 miliar ganteng, jangan terlalu sungkan untuk menerimanya.

__ADS_1


Melihat kedipan mata dan nada menggoda dari perempuan itu, Jek Li merasa seluruh bulu kuduk di badanya berdiri semua, dia juga pria normal dan sudah memasuki usia dewasa jadi pikiran Dia mengarah kemana-mana yang tidak bisa di jelaskan lagi, apa lagi selama mereka menikah belum pernah melakukan hubungan suami istri dan yang lebih memalukan lagi adalah mereka belum pernah berpegang tangan.


Menyadari pria yang di depanya itu terdiam dan terpana dengan kecantikannya, anti liang langsung merah padam mukanya karena malu.


Thomas mu yang berdiri di sampingnya melihat kejadian ini langsung menyadarkan Jek Li, " waduh anak muda kenapa anda melamun? apa ada sesuatu yang ingin di bicarakan.


Mendengar pertanyaan tersebut Jek Li langsung tergagap " apa, apa maksud dari tuan Thomas?, kemudian dia segera mengulurkan tanganya dan mengambil cek itu tanpa ragu-ragu lagi. kemudian setelah menerima ceknya dia segera menyerahkan Giok zamrud itu juga kepada Anti liang yang sangat menggoda itu.


Anti Liang yang tadi sudah agak merah mukanya karena pandangan pemuda itu, maka semakin bertambah merah padam lagi mukanya setelah mendengar kata-kata bualan dari pemuda tersebut, jika tidak memakai riasan wajah mungkin mungkin muka yang merah itu dapat dengan jelas di lihat oleh semua orang yang hadiri. kemudian dia hanya tersenyum sedikit tidak mengatakan apa-apa pun lagi karena masih grogi.


Meskipun pemuda itu sangat tampan dan sudah berhasil menggodanya tapi dia belum memiliki perasaan yang lebih, apa lagi pemuda ini hanya memakai pakaian sederhana, sendal jepit dan tidak memiliki temperamen pria sejati.

__ADS_1


Walaupun, tadi pemuda itu sempat membuatnya kaget karena pemilik Giok Zamrud itu adalah hanya seseorang yang masih sangat muda bahkan lebih muda darinya, tapi dari yang di lihat sekarang sepertinya tidak ada yang istimewa, selain itu juga keluarga hang belum tentu menyetujuinya menikah dengan pemuda biasa yang tidak memiliki kekayaan seperti para tuan muda pada umumnya. Dia sebenarnya sudah banyak para pemuda kaya yang berniat ingin meminangnya tapi tidak ada seorang pun yang menarik di hatinya.


Sedangkan Jek Li sendiri setelah mendapatkan cek yang bernilai 500 miliar itu tidak ingin berlama-lama lagi, kemudian bercakap-cakap sebentar dengan Thomas Mu selanjutnya minta izin melanjutkan langkahnya untuk pergi mencari batu giok yang sudah di identifikasi dengan Jelas aura energi yang di milikinya.


Untuk menghindari kecurigaan dari semua orang dia kemudian sengaja menunda waktu untuk pergi ketempat yang ada batu giok tersebut. dia berjalan-jalan dari tempat penjualan satu ke tempat penjualan lainya, tapi tetap saja dia merasa kalau masih ada dari orang-orang yang menyaksikan barang yang di jualnya tadi terus mengikutinya.


Dia mulai melihat jam tangan yang di kenakan, ternyata baru jam 9 malam, setelah melakukan pengalihan beberapa kali tapi tidak ada hasil yang bagus, dia juga mulai geram dan resah jika terus seperti ini maka sampai pagi pun dia tidak akan berhasil , maka lebih baik untuk tetap melakukan tujuan awalnya, dia datang kesini ingin mencari batu giok yang memiliki aura besar sehingga bisa dengan cepat untuk meningkatkan ke kuatan yang di milikinya, semakin banyak dia mendapatkan batu giok yang memiliki aura besar maka semakin baik pula untuk bisa meningkatkan kekuatan yang di milikinya


Dia mulai mengeluarkan Aura energinya lagi sambil berjalan pelan-pelan sambil melirik kiri kanan tokoh yang berjualan. setelah berjalan baru sekitar 3 menit tiba-tiba dia merasakan adanya energi yang sangat besar yang berasal dari kios di samping kanannya, Jek Li segera membalikan badanya kemudian berjalan pelan ketempat penjualan tersebut, disitu dia melihat Meja yang terbuat dari kayu itu terdapat ada sebuah batu seukuran wastafel, semakin mendekatinya semakin besar pula tekanan yang dia rasakan.


Wastafel itu kelihatan memiliki warna putih ke aba abuan tampak seperti baru kerikil yang berukuran sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2