Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 54. Batu yang di remehkan para pengunjung


__ADS_3

Mendengar penawaran yang di lakukan oleh pemuda itu, dalam hatinya dia sangat gembira tapi tidak memunculkan kemuka, "Oke karna kamu hanya memiliki uang sebesar itu, sebagai pedagang batu giok yang mementingkan adanya pertemanan di pertemuan pertama seperti ini, maka aku akan menerima uang kamu yang ada itu.


Ke dua belah pihak sudah menyetujui harga yang tidak merugikan ke dua belah pihak, Jek Li segera mengambil setumpuk uang yang ada di dalam tas di pinggangnya, dan segera meletakan diatas meja.


"Tuan sebelum aku meninggalkan tempat ini silahkan dihitung dulu uangnya jangan sampai ada yang kurang., Jek Li berkata setelah mengeluarkan uangnya.


"Anak muda jangan khawatir aku sangat percaya kepada kamu, pemilik toko itu segera mengambil batu yang berwarna abu-abu itu kemudian membungkusnya dengan rapi Jangan sampai pemuda ini tiba-tiba berubah pikiran.


Melihat Jek Li menerima bungkusan itu tidak ada keraguan sedikit pun, pemilik tokoh itu sangat gembira, anak muda ini sedikit ceroboh tidak memeriksanya dengan teliti terlebih dahulu sebelum membayaranya, aku sangat kasian kepadanya.


"Anak muda, aku hanya mengingatkan kembali kamu, dalam peraturan jual beli barang, jika barang itu sudah terbungkus serta sudah di terima oleh pembelinya, apakah barang itu bagus atau tidak itu resiko yang di tanggung oleh pembelinya dan tidak bisa lagi di kembalikan kepada penjualnya.


__ADS_1


"Apakah dengan membeli barang ini akan mendapatkan keuntungan yang baik atau pun tidak itu sudah tidak berhubungan lagi dengan aku. pedagang itu sengaja menegaskan kata-kata itu agar ketika Jek Li membela batu yang berwarna abu-abu, tidak akan menyalahkan dirinya bagaimana pun juga dia hanya manusia biasa yang tidak bisa dengan pasti juga memastikan dengan jelas apa yang terkandung dalam batu itu.


"Hahahahaha,Tuan, yakin dan percaya aku tidak sekejam itu, barang yang sudah aku beli ini tidak mungkin lagi untuk mengembalikan kepada kamu. Oke, kalau begitu aku permisi dulu tuan, semoga usahamu terus berkembang dengan baik, dia segera melangkahkan kakinya tapi tiba-tiba dia berhenti seperti ada yang dia lupakan. Pemilik toko itu langsung tegang di tempat melihat pemuda yang berdiri tegak, apakah dia sudah menyadari sesuatu, apakah dia akan mengembalikan batu itu, dia segera menyelipkan kedalam bajunya bungkusan uang dari Jek Li itu.


Tapi hal yang mengejutkan terjadi, "Tuan apakah boleh menunjukan kepada saya tentang tempat untuk membelah batu giok yang aku beli ini?, Jek Li merasa kalau batu yang di pegang itu sedikit berat, di perkirakan sekitar 10 kilogram, dia berpikir sebentar, jika batu ini di bawa pulang kerumah maka tidak ada gunanya dan pasti juga akan nanti mencari lagi pemotong batu, akan tetapi kebetulan sedang berada di pasar barang antik pasti di sekitar sini ada tempat pemotongan.


"Mendengar pertanyaan yang keluar dari Jek Li, pemilik toko merasa lega kembali dan memberitahukan arah jalan kepada Jek Li.


" Kalau ingin memotong batu yang baru kamu beli itu, kamu perlu berjalan lurus lagi ke depan sana, sekitar 500 meter kamu berjalan kaki maka dapat menemukan rumah besar dan mewah, di dalam rumah itu banyak tempat untuk pemotongan batu giok seperti itu sekaligus kalau kamu mau bisa langsung memolesnya dengan halus , selain itu juga di sana sering di adakan perjudian batu.


Pemilik toko itu mulai membereskan semua barang antik yang di jualnya, untuk mempersingkat waktu Jek Li masuk membantu merapikan semua barang jualannya. pemilik toko tidak lupa mengambil kembali uang yang di selipkan tadi dan menyimpannya kedalam saku celananya, bagaimana pun juga malam ini dia sudah ada uang di tangnya.


Setelah mereka berdua membereskan toko dan menutupnya dengan baik, segera pemilik toko itu memimpin jalan di depan untuk menuju ke rumah besar yang menjadi tempat berkumpulnya para konglomerat barang antik.

__ADS_1


Setelah berjalan beberapa menit, mereka berdua segera melihat rumah megah yang berdiri dengan kokoh, kemudian mereka berdua mempercepat langkah kaki dan lewat begitu saja di depan sekuriti yang berjaga, Sampai dalam gedung kemudian mereka melewati beberapa ke rumunan lagi hingga sampailah di tempat yang sering di sebut sebagai judi batu, meskipun sudah tengah malam akan tetapi di dalam gedung seperti pada waktu siang hari karena ratusan lampu berkualitas tinggi yang menerangi aula tempat berkumpulnya para penggemar barang-barang antik.


Dapat dilihat orang-orang yang berkumpul sangar ramai, dan ada banyak suara yang terus berbincang-bincang tentang batu giok.


Orang-orang yang datang kesini selain untuk melakukan judi batu, juga kebanyakan dari para pengunjung juga akan melakukan perdagangan batu giok. Ber beda dengan di luar, kalau diluar masih banyak para pedagang yang menjual barang antik palsu atau pun batu giok yang jelek, akan tetapi di dalam sini barang-barang palsu di larang masuk, jika kedapatan ada yang menjual barang palsu maka akan segera di bawa ke polisi untuk mempertanggung jawabkan.


Dapat di lihat jika di dalam ruang ini barang yang di jual selain barang yang ada dalam negri akan tetapi banyak juga yang di bawa dari luar negri, sehingga orang-orang yang datang kesini sangat banyak karena boleh dikata dari seluruh dunia akan selalu berkumpul di tempat ini.



Begitu Jek Li masuk segera melihat banyak orang yang berkumpul, dia merasakan berbagai kempuan aura yang di miliki oleh para pengunjung sepertinya di dalam sini banyak master yang datang, selain itu juga banyak barang antik yang di jual tapi memiliki aura yang rendah, dia berjalan ketempat kerumunan orang akan tetapi tiba-tiba dia merasakan aura yang begitu kental dan besar sehingga membuatnya sangat bahagia.


"Akhirnya aku datang di tempat yang tepat , tidak sia-sia aku capek berjalan kaki. setelah melihat tempat pemotongan batu giok, dia segera berjalan ke depan sambil mengeluarkan bungkusan batu giok yang ada dalam tasnya. Di sini banyak orang yang mengantre untk memotong batu giok yang mereka miliki.

__ADS_1


Semua orang yang mengantre disini, memiliki batu giok dan berharap jika ada keberuntungan yang berpihak ke pada mereka, sehingga bisa mendapatkan giok yang bagus. Jika mendapatkan giok yang berkualitas tinggi, semua orang akan merasa iri kepada kamu bagaimana pun juga baru yang kamu bawa bisa mendapatkan hasil yang baik di bandingkan mereka, dan kalaupun batu yang kamu bawa bernilai rendah atau bahkan tidak sama sekali maka itu pun akan menjadi malu dan bisa di tertawain oleh orang semua orang.


__ADS_2