
Tidak hanya bakat yang begitu tampan, tetapi dia juga adalah salah satu siswa terbaik yang pernah melanjutkan pendidikan di luar negri. Setelah sekian lama tinggal di luar negeri dia segera kembali ke kota Shanghai untuk memulai kerajaan bisnis barunya dalam negri. Laba yang di peroleh dari setiap periodenya di luar negri cukup banyak, dia telah menghasilkan uang banyak, sehingga jika dia ingin memulai kerajaan bisnis barunya dalam negri sudah ada modal Miliran rupiah yang ada di tangannya, tidak perlu lagi mengandalkan suntikan modal dari keluarga Su.
Namun Desi Ding tidak tertarik kepada tuan muda itu, bahkan dia hanya merespon panggilan dari dia itu hany respon biasa saja, tetapi berbeda dengan Rin Liu dan Leo Ding, mereka sangat kegirangan dan sangat bersemangat dengan kedatanganya, membuat Desi Ding mengerutkan kening.
"Rin liu segera merespon dan berkata" tuan muda Su sangat tampan sekali dan berkarisma, baru beberapa tahun pergi keluar negri tapi makin bertambah tampan saja. sebelumnya Rin Liu sudah mendengar secara garis besar dari nenek keluarga Ding tenang pemuda ini, tapi setelah melihat dengan jelas di depan matanya sendiri, dia sangat kegirangan, ternyata yang menyukai anak mereka adalah tuan muda tampan dan kaya raya, siapa yang tidak mau dengan menantu seperti ini, bila di bandingkan dengan Jek Li hanya kerja memasak dan mencuci seratus kali lipat jauhnya.
Rin Liu kembali berkata lagi" tuan muda Su, silahkan datang disini dan duduk bersama dengan Bibi dan Desi, Sebelum kamu datang, di rumah Desi sering sekali bercerita tentang kamu dan bahkan ketika kamu akan datang di ulang tahun nenek ini, dia juga sudah memberitahumu, Bibi sangat senang kedatangan tuan muda, semoga tidak keberatan dengan perjamuan dari keluarga kami yang kecil ini. Aku kira Desi anak yang bodoh ini sedang bercanda, tapi ternyata tuan muda benar-benar datang, ini suatu kabar gembira bagi keluarga Ding kami, sudah di kunjungi oleh tuan muda Su.
__ADS_1
Rin Liu melihat dan menangkap tatapan mata dari tuan muda ini kepada putri mereka, melihat keadaan ini dia sangat puas dan hanya dengan tuan muda tampan dan kaya seperti ini baru bisa di katakan sangat cocok untuk menikahi anak gadis mereka yang terkenal dengan kecantikan no satu di seluruh kota.
Mendengar apa yang di ucapkan oleh ibunya, Desi Ding sangar kaget dan langsung menunjukan sikap marah, cara bicara ibu ini seperti ingin menjual anak gadisnya, dan yang paling utama adalah dia saat ini sudah jadi istri Jek Li, lagi pula dari zaman kuliah sampai detik ini dia sama sekali tidak ada perasaan bagus sama tuan muda ini, apakah perlu mengungkap semu apa yang terjadi di masa lalu supaya dia tidak terus menggangguku.
"Bu, malu dong Bu,lagian dimana aku pernah mengungkit dan menyebutkan nama dia, apakah pantas seorang wanita Yang sudah menikah masih menyebut pria lain,jangan bohong dong Bu, ini ibu sudah sangat kelewatan dengan ucapanmu itu, Desi Ding membalas apa yang di katakan oleh ibunya sendiri.
__ADS_1
Rin Liu melotot kepada Desi Ding setelah itu dia tersenyum dengan penuh makna" Anak gadis aku memang pemalu jadi maklumlah dengan nada bicara dia jangan di masukan di hati ya tuan muda Su, Rin Liu terus berusaha untuk menyenangkan hati tuan muda Su ini agar tidak marah dan kecewa dengan nada bicara dari putrinya ini.
Di lain pihak Jek Li yang sedang duduk diam dengan tatapan membunuh terus melihat serangkaian ke jadian ini, yang paling dia bikin kesal adalah ibu mertuanya itu dengan terang-terangan memuji dan menjilat lelaki itu dengan memperkenalkan istrinya sama pemuda tersebut, walaupun dia suami sampah tapi paling tidak kalau ingin mengenalkan pria lain kepada lelaki lain lebih baik Desi Ding segera ceraikan dia, dengan begitu dia juga tidak marah dan keberatan.
Kerabat-kerabat lain, teman dan para tamu undangan yang melihat kejadian ini semua tertawa dan tersenyum dengan tindakan yang di lakukan oleh Rin Liu itu. menurut mereka ini sudah kelewatan dan sudah tidak dianggap sebagai suami Desi Ding sama sekali, apa lagi dapat di lihat dari jadi bicara dari Rin Liu Jika dia sangat menyukai jika pemuda itu menjadi bagian dari keluarga Ding mereka, para tamu undangan merasa sangat kasian dengan Jek Li tapi mau bagaimanapun juga ini bukan keluarga mereka, dan mereka di sini hanya sebagai tamu undangan jadi apa yang terjadi hanya menonton dan menyaksikan semua lelucon yang di buat oleh Rin Liu.
Mereka ingin melihat reaksi dari suami Sah Desi Ding ini, karena selama ini mereka belum pernah melihat seperti apa reaksi pemuda bodoh dan sampah itu jika sedang marah. tapi selama kejadian lelucon yang di buat oleh Rin Liu itu tidak melihat sama sekali raut marah dan kecewa dari Jeki Li tapi hanya terlihat tatapan yang sejernih air mengalir, tanpa emosi apapun dan ketenangan yang membuat bingung semua orang yang ada.
Sepertinya dia tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh ibu dan ayah mertuanya itu, tapi mereka tidak tahu kalau di dalam hati Jek Li amarah sudah mau meledak, tapi sekuat tenaga berusaha untuk mengendalikan dirinya.
Melihat antusiasi dari Rin Liu yang seperti itu, Alvin Su hanya tersenyum:
__ADS_1
"Bibi, terimakasih atas kemurahan hati dan kebaikan Bibi, akan tetapi, aku tidak akan duduk terlalu lama, kebetulan aku datang kesini hanya untuk memberikan sesuatu kepada Desi Ding, setelah itu tuan muda Su tersenyum dan melangkah menuju ke arah Desi Ding sambil melirik Jek Li, dia sendiri bertanya dalam hati apakah ini suami yang sampah dan bodoh yang di bilangkan oleh Nenek Ding itu dan apakah inikah lelaki yang di ejek dari tadi oleh semua orang, dia memiliki banyak pertanyaan dan keraguan dalam hati, kalau dilihat dari tampang sih kelihatan aura bangsawan, tapi kalau dari pakaian yang compang camping seperti ini, kelihatan Kalau orang ini tidak memiliki sesuatu yang istimewa, ketika melihat sikap acuh dan tak acuh dari jek Li dia tidak berbicara lagi, setelah sampai di depan Desi Ding, tuan muda Su segera mengeluarkan sebuah kotak dengan bungkusan yang indah dari saku celananya dan ingin melihat reaksi dari lelaki yang duduk di samping Desi ding.