Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 83. Jek Li mulai Melukis


__ADS_3

Melihat Jek Li yang terdiam di tempat, Michael Du segera mengambil kantung plastik itu dan melemparkan ke depan Jek Li, manusia bodoh sepertinya kamu ini tidak mau di kasi hati yang baik kecuali harus berlaku kasar agar mau mendengarkan, dia mulai terpancing lagi emosi karena melihat pemuda itu tidak melakukan apapun selain hanya diam di tempat, jika Kamu manusia tidak memiliki kemampuan dalam seni melukis tidak usah ragu-ragu untuk mengakui di depan kami semua.


Aku berkata sopan dari tadi itu karena hanya menghargai Wati Ding jika tidak mungkin dari tadi aku sudah memanggil orang untuk datang memukuli kamu, dasar manusia bodoh, Michael Du sengaja membawa-bawa nama Wati Ding agar wanita yang di sukainya untuk bertindak kepada kakak iparnya, karena dia menyadari kalau pemuda sampah ini hanya akan mendengarkan ucapan dari adik iparnya tapi jika mereka yang bicara akan di anggap seperti angin yang lewat begitu saja.


Semua teman yang ada dalam ruangan ikut memandang Jek Li dengan ekspresi bercanda setelah itu mereka tertawa terbahak-bahak, semua yang hadir merasa kalau Jek Li ini sudah menggali kuburan sendiri dari tadi dia menyombongkan diri sendiri tidak menyadari kemampuan yang dia miliki, mereka paham jika Michael Du ini sedang berusaha untuk mempermalukan pemuda sampah dan bodoh.


Wati Ding yang berdiri dekat dengan Michael Du hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, memiliki kakak ipar yang bodoh, berpikiran sempit dan terlalu menyombongkan diri bahwa dirinya merasa lebih baik dari Fala tong yang merupakan master pelukis yang paling legendaris dan namanya sampai detik ini di abadikan dan karya-karyanya banyak dipakai untuk menjadi pedoman dalam seni melukis untuk mendapatkan hasil yang baik, dosen-dosen ataupun para master yang bermunculan di zaman moderen sekarang ini belum ada yang merasa cocok untuk di Bandingkan dengan nama beliau.


Sebenarnya sekarang ini banyak master yang memiliki kemampuan mumpuni dalam seni melukis bahkan sebagai orang awam pun bisa merasakan keindahan melukis yang di lakukan oleh para master saat ini dan karya mereka pun banyak mendapat nilai tinggi, di katakan sebagai master berarti kemampuan mereka sudah diatas rata-rata pada orang biasa tapi mereka merasa malu dan tidak berani untuk menyombongkan diri, tapi berbeda dengan kakak iparnya yang sombong sehingga membuat dirinya merasa akan selalu marah jika mendengar setiap kata yang keluar dari mulut busuknya itu.

__ADS_1


Menyadari pandangan semua orang di dalam ruangan ini tertuju semua pada dirinya, Jek Li sedikit merasa tidak nyaman dan merinding.


"Teman-teman semua, aku hanya ingin menjelaskan zaman dahulu kala mungkin Fala tong memiliki keindahan melukis yang cukup bagus dan di kagumi, tapi aku beritahu kepada kalian semua zaman itu terus berkembang dan ilmu pengetahuan terus juga mengalami kemajuan terutama di bidang teknologi, aku akui bahwa dulu semasa kecil ibu aku juga pernah memberikan sebuah buku untuk di pelajari sebagai pedoman karya dari Fala tong, tapi dari kecil selain mempelajari karangan dari beliau aku juga banyak mendapatkan bimbingan dari beberapa master seni lukis.


Michael Du yang mendengar ucapan dari Jek Li awalnya juga tertegun karena bagaimana pun juga jika bisa mendapat bimbingan dari beberapa master tidak heran kalau dia bisa menyombongkan diri akan tetapi di lihat dari pakaian dan bawaan pemuda yang seprti pemuda ini hanya beromong kosong belaka saja.


"Ha ha ha ha ha ha ha, Tuan muda Li terserah anda mau bicara apa, intinya bahan-bahan yang anda butuhkan sudah datang semua jadi anda tidak usah banyak basa basi lagi lebih baik sekarang anda segera memulai saja untuk membuktikan kemampuan kamu, terus terang saja semua teman yang ada dalam ruangan ini tidak ada satupun yang mempercayai bualan kamu itu, lebih baik kamu buktikan dengan praktek di lapangan.


" Nyalakan semua lampu yang ada dalam ruangan ini, agar bisa membuktikan lelucon apa lagi yang akan di buat oleh manusia hina seperti dia, jika manusia sampah dan tidak berguna ini tidak bisa menggambar seperti besar omong kosongnya, maka saya umumkan secara pribadi aku akan menendangnya untuk keluar dari ruangan ini.

__ADS_1


"Dasar manusia bodoh, goblok, apakah mulut kamu itu tidak bisa diam, apakah mulut kamu itu perlu di Sumbat dengan batu agar bisa diam tidak bicara omong kosong, apakah kamu tidak lihat teman-teman aku semua menertawakan diriku karena ulah bodoh kamu, kenapa kamu tidak bisa diam setan, Wati Ding mulai berteriak dan memakai Jek Li yang ada di sampingnya dengan cara menunjuk-nunjuk mukanya.


Segera lampu-lampu yang ada dalam ruangan itu dinyalakan, terangnya dalam ruangan itu seperti pada waktu malam hari padahal sekarang suda menunjukan pukul 10 malam, ruangan yang di sewa Oleh Michael Du itu memiliki ukuran 4 x 5 lumayan besar sekali dan memilik lampu sekitar 9 buah, jadi kalau dinyalakan dalam ruangan bisa terang sekali.


"Oke tuan muda Li, sekarng lampu sudah di nyalakan, dan bahan sudah tersedia jadi sekarang boleh kamu mulai saja kegiatan melukis kamu itu. Dari awal michael Du sudah berniat untuk mempermalukan Jek Li ini, selain itu rentetan bahasa yang dia ucapkan tadi membuat dirinya semakin yakin dan mantap untuk tidak membiarkan manusia bodoh ini pulang dengan keadaan tenang, paling tidak bisa dia permalukan.


"Baiklah kepada semua teman-teman adik iparku yang terhormat jadi mari anda saksikan jika aku tidak beromong kosong dengan semua ucapanku maka saksikanlah dengan baik-baik, Jek Li segera mengambil kuas yang baru di beli dan membuka beberapa penutup botol kecil penyimpanan berbagai jenis warna, kemudian dia mengambil air di baskom dan meletakan rambut kuas ke dalam air tersebut.


Untuk membuat kuas bisa bekerja dengan baik, dia dengan samar-samar memasukan sedikit energi agar kuas bisa di pergunakan sesuai dengan keinginan dirinya.

__ADS_1


Merasa kalau kuas sudah kelihatan sudah waktunya untuk di gunakan, dia pelan-pelan mengangkat tangannya dan memulai coretan-coretan yang sudah di siapkan sebagai media untuk melukis, gerakan tangan yang lemah lunglai, dan semua orang dalam ruangan juga bisa melihat kalau gerakan dari pemuda yang dianggap sampah ini sangat halus dan coretan yang di buat pun sangat enak di pandang.


Wati Ding yang tadinya terdiam di bagian belakang, segera melangkah maju kedepan untuk melihat lelucon apa yang di buat oleh kakak iparnya itu, dia juga baru saja mendapatkan peringkat pertama dalam lomba melukis jadi kemampuan dalam menilai gambar lebih tinggi dari teman yang lainya.


__ADS_2