
"Anak muda kenapa kamu belum mau menyerah juga, tidak engkau lihat sudah melakukan pemotongan beberapa kali tapi hasilnya tetap kosong, tapi aku tidak heran jika kamu terus bersikukuh untuk terus memotong bagaimana pun juga batu ini kamu beli dengan harga 50 juta rupiah.
"Apakah kamu tidak bercanda untuk melakukan pemotongan satu sentimeter lagi?, Thomas sangar memahami apa yang di inginkan pemuda ini, karena barang ini sudah terlanjur di beli dengan harga mahal jadi pasti akan terus melakukan pemotongan sampai habis, orang yang hadir pun tidak mau berjudi seperti batu-batu sebelumnya, apa lagi baru seperti ini boleh di kata tiap waktu mereka selalu melihat orang yang membawanya.
Jek Li tidak peduli dengan omongan orang, bagaimana pun juga hanya dia yang mengetahui dengan Jelas apa yang terkandung, dia sudah beberapa kali mencoba menyalurkan energi tapi lagi-lagi hasilnya tetap sama kalau batu ini memiliki energi yang sangat kuat, jadi dia tidak mau capek-capek menjelaskan kepada orang-orang ini bagaimanapun juga tetap mereka akan tidak mempercayai perkataanya.
Sesuai dengan permintaan yang punya barang, Thomas mu mulai menyalakan alat pemotong dan melanjutkan pemotongan lagi setebal satu sentimeter, baru saja beberapa detik dia melakukan pemotongan tiba-tiba melihat warna batu giok yang transparan, dia segera menghentikan terlebih dahulu pemotongan untuk melihat dengan jelas warna yang muncul itu.
Melihat Thomas mu yang berhenti, para tamu kebingungan dengan apa yang terjadi, apa alatnya rusak sehingga dia berhenti, atau di menemukan sesuatu yang berharga, para penonton yang berdiri di samping Jek Li mulai bertanya -tanya, bagaimana pun juga Thomas mu merupakan seorang pemotong terkenal dan baik hati dalam gedung ini.
Thomas mu yang berdiri juga mulai gugup, ini adalah batu biasa dan tidak masuk akal jika memiliki giok yang berharga, apa lagi selama ini dia sudah sering melihat batu seperti ini yang di bawa pengunjung, tapi hari ini dia yang membuktikan sendiri kalau batu pemuda itu mulai mengeluarkan warna ungu walaupun belum kelihatan dengan terlalu jelas.
__ADS_1
Dia mulai kembali menyalakan alat pemotong dan mulai sedikit lebih hati-hati jangan sampai merusak barang yang berharga ini, lama kelamaan pemotongan yang di lakukan mulai terlihat dengan agak Jelas mesin potong itu, dan mulai dengan mengambil air sedikit untuk menyiramkan pada permukaan yang terlihat itu, setelah dia memercikan air di permukaan batu itu sehingga warna ungu yang di tampilkan terlihat lebih Jelas dari sebelumnya.
"Ini, ini Zamrud kaca yang berkualitas tinggi, selama ini aku hanya bisa mendengar desas-desus yang berkembang liar di luar sana kalau ada giok yang bagus, dan barang itu adanya bisa di temui di propinsi sitaru, itu pun sangat sedikit bisa di temukan, dan aku sudah lama melakukan pemotongan batu tapi baru pada hari ini bisa menemukan barang yang berharga seperti itu apa lagi Zamrud kaca yang legendaris itu, dan ini adalah sejarah baru kalau dalam propinsi ini juga masi bisa menemukan Zamrud kaca dan itu terjadi hari ini.
Mendengar apa yang di ucapkan Thomas mu, para penonton kaget, dan mulai heboh, ini kabar yang mengejutkan semua orang yang ada.
Harga Zamrud kaca ini sangat tinggi bila di bandingkan dengan giok lainya, pemuda ini sangat beruntung sekali dan membuat para penonton yang ada sangat iri. pemuda ini dari awal terus memaksa untuk memotong batu giok ini , apakah dia sudah mengetahui kalau batu itu memiliki kandungan giok yang berkualitas tinggi, apakah pemuda ini seorang master yang tersembunyi. tapi dia masih sangat muda, para master baru giok biasanya berumur 50 tahunan keatas tapi kali ini mereka dapat melihat dengan mata kepala sendiri hasil dari batu yang pemuda itu bawa.
__ADS_1
"Batu giok ini memiliki ukuran yang begitu besar, bahkan dalam giok zamrud ini dapat terlihat kalau setengahnya adalah jenis kaca, jika di jual di pasaran maka harga giok zamrud kaca sekitar 200 miliar rupiah saudaraku, kamu benar-benar beruntung bisa mendapatkan zamrud kaca ini saudaraku.
Setelah berkata seperti itu, Thomas mu kembali mulai melakukan pemotongan ulang, kali ini tangannya bergetar kencang melihat kejadian yang menakjubkan seperti ini, dengan penuh kehati-hatian dan semangat menjulang tinggi, matanya menunjukan rasa iri kepada pemuda itu. Dari awal sebelum melakukan pemotongan ini dia sudah meremehkan bahwa batu yang di bawa hanyalah batu biasa yang di temukan di pinggir pantai serta hanya di gunakan untuk pekarangan rumah dan mengejeknya untung pemuda ini tidak pendendam untuk mempermalukan dirinya di depan semua orang dengan giok sebesar ini.
Yang paling membuat dia tambah sangat malu adalah kalau mengatakan batu ini hanya batu biasa yang tidak memiliki apa-apa, memikirkan ini mukanya mulai merah padam, kerena kecerobohan dirinya, sedangkan para tamu yang ikut mengejek dari awal itu juga semua mulai terdiam dan tidak berani untuk melihat mata pemuda yang terus fokus dengan pemotongan yang di lakukan oleh Thomas mu itu.
Pedagang kecil tempat membelinya batu itu juga suda berada di tempat itu dari tadi, tapi dia bersembunyi dengan baik di kerumunan banyak orang, dan tidak mengucapkan sekata apapun karena pertama dia takut kalau Jek Li melihat dirinya sebelum tukang pemotong itu melihat warna ungu yang ada di dalamnya akan di mintai pertanggung jawaban olehnya yang kedua dia juga merasa malu kalau barang yang di jual sama pemuda itu memiliki batu giok yang berkualitas tinggi, menyadari hal ini penjual itu hanya bisa menggelengkan kepala dalam diam.
Rasa penyesalan mulai menyelimuti penjual itu, bagaimana pun juga, selama ini batu itu sudah berada di warungnya dalam waktu yang cukup lama, hanya di jadikan sebagai barang pajangan warung yang dia miliki untuk keliatan lebih bagus, tapi ternyata memiliki kandungan giok yang tinggi, selain itu dia tidak pernah mencoba untuk meminta bantuan para master untuk menilai benda ini, dia juga tidak menyadari ketika Jek Li mulai menawar batu itu, apakah dia sengaja untuk malukan tawar menawar waktu itu, jangan-jangan anak muda itu master tersembunyi.
__ADS_1
"Saudaraku apakah anda akan terus melakukan pemotongan terhadapk batu yang memiliki giok sebesar ini?, Thomas mu setalah mulai terlihat jelas warna giok itu terlebih dahulu harus bertanya kepada pemiliknya karena bagaimanapun juga itu adalah hak mutlak dari pemiliknya sedangkan dia hanya bertugas sebagai pemotong selain itu juga dia sudah menerima harga pemotongan.