Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 70. Giok badar emas dengan harga 3, 5 triliun rupiah


__ADS_3

Mendengar ejekan dari wanita yang dia idamkan itu Hendri gao hanya bisa tersenyum masam seraya menggelengkan kepala, "Angel Han primadona yang terkenal dengan kecantikan ternyata masih bisa mengenali suara orang yang terhina ini, tidak aku pungkiri sampai detik ini pun sebenarnya masih ingin berjuang untuk mendapatkan cintamu, tapi tidak tau apa sudah terbuka hatimu untuk bisa menerima aku atau tidak.


Sebenarnya Aku tadi sempat mampir di kios kamu, hanya penjual di sekitarmu bilang kalau kamu lagi datang di tempat ini, makanya aku coba mampir juga sebentar siapa tau ada barang bagus yang bisa aku beli. tidak disangka benar saja ada barang langka yang lagi di perebutkan, anda tidak akan keberatan jika aku ikut berpartisipasi?


"Tuan muda Gao, semua orang yang hadir disini siapapun boleh berpartisipasi, hanya dari tadi orang-orang yang hadir ini belum melakukan penawaran.


Kalau begitu aku kembali menawar 2.5 triliun lagi, bagaimana Tuan muda Gao apa masih ingin menawar lagi.


"Hahahahaha, Nona Angel dari dulu ketika aku menginginkan sesuatu barang yang aku suka, berapa pun harganya pasti aku berjuang untuk mendapatkan, terlebih lagi saat ini aku harus bersaing dengan kamu, mau di taruh dimana mukaku ini jika aku kalah dari seorang perempuan, jadi karna nona Angel ingin bertarung maka aku akan menemani kamu bermain


"Aku menawar dengan Harga 3.5 triliun rupiah, apakah nona Angel masih ingin bermain dengan aku?


Jek Li yang berdiri di samping hanya diam di tempat sambil memperhatikan dengan seksama pertarungan antara dua sejoli ini dalam memperebutkan giok yang dia lelang, sedangkan para hadirin dari awal hanya diam-diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun karena ini merupakan persaingan dari keluarga besar dari dua provinsi yang berbeda, mereka tidak berani melakukan penawaran karna sadar tidak akan bisa sanggup untuk bersaing dengan kedua orang ini, jadi lebih baik jadi penonton saja.


Angel Han yang kembali mendengar tawaran yang di lontarkan oleh Hendri Gao mulai bimbang, karena dia sudah membeli dua jenis giok dengan harga yang hampir menyentuh angka dua triliun rupiah, sementara uang yang ada di rekeningnya hanya tersisa 3 triliun sedangkan harga yang di tawarkan oleh Hendri gao sudah menyentuh angka 3.5 triliun rupiah.

__ADS_1


Sebenarnya dia kalau sudah menjual ke dua jenis giok itu paling tidak dia bisa mendapatkan keuntungan sebesar satu triliun rupiah, tapi saat ini dia belum sempat untuk pergi menjualnya, selain itu jika dia meminta bantuan dari keluarga Han maka kendali perusahan kedepan akan berada langsung dalam genggaman keluarga Han, sedangkan ini usaha yang dia rintis sendiri dari awal.


Jek Li yang melihat hal ini, dia segera berkata:


Karena nona Angel tidak bisa lagi menawar lebih tinggi dari pada Tuan muda Gao ini maka dengan secara otomatis Giok ini akan jatuh ke tangan Tuan muda Gao.


Setelah pengumuman ini, Angel Han hanya diam tanpa mengeluarkan kata-kata lagi, sedangkan Hendri gao segera mengeluarkan cek dan menulis rentetan angka yang berjumlah 3.5 triliun dan langsung menyerahkan kepada Jek Li.


Setelah menerima Cek itu Jek Li kemudian langsung memberikan Giok badar emas itu kepada Hendri gao.


Hendri Gao yang melihat pemuda yang ada di depanya langsung kaget, pemilik giok badar emas ini masih mudah sekali, bahkan lebih muda dari aku.


"Jika tuan muda tidak keberatan bolehkah aku berteman dengan anda, kebetulan untuk di provinsi Shanghai aku belum banyak teman dan sulit untuk bisa berteman dengan aku entah apa yang mereka takuti sehingga tidak ada yang mau berteman denganku.


Jek Li yang melihat tata Krama kesopanan dari tuan gao juga segera mengulurkan tangan untuk bersalaman denganya:

__ADS_1


"Tuan Gao terlalu sungkan, aku ini hanya pemuda biasa saja yang kebetulan cari peruntungan masuk kota, tidak disangka batu yang aku beli bisa menghasilkan giok yang berharga. lagi pula mungkin hanya faktor keberuntungan semata, aku sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan judi batu giok hanya kebetulan lagi tidak ada kegiatan dirumah makanya aku datang jalan-jalan di tempat ini.


Hendri Gao mendengar bahasa yang halus dan enak itu semakin mengagumi pemuda ini, walaupun dia berpakaian kusam tapi dari cara bicaranya tidak kalah sopan dari pada para tuan muda yang dia kenal selama ini.


segera mereka ngobrol, bertukar pikiran tentang pemahaman batu giok dan tertawa bersama, dari sini Hendri gao menyadari sesuatu kalau pemuda yang ada di depanya ini memiliki pemahaman yang mendalam tentang batu giok, dan orang seperti ini biasanya berasal dari keluarga terkenal dan memiliki pendidikan yang tinggi, dia semakin tertarik untuk lebih mengenal pemuda ini, setelah mereka ngobrol waktu lama segera mereka berdua bertukar nomor telepon, tidak lama kemudian Hendri gao minta pamit untuk pulang terlebih dahulu karena masih banyak urusan.


Jek Li tidak lupa kembali memberikan tambahan uang sebesar dua ratus juta kepada Udin Ting bagamna pun juga dia banyak membantunya.


setelah kepergian Hendri Gao kemudian dia berjalan kembali ke tempat pemotongan Udin Ting untuk pamit pulang.


"Terimakasih Tuan Ting karna sudah banyak membantuku, kalau tidak ada hal lain lagi aku ingin segera pulang berhubung waktu semakin larut, baru saja ingin melangkahkan kaki untuk keluar dari tempat pemotongan itu dia kembali di hentikan oleh Suara yang merdu di dengar.


"Ganteng, kenapa begitu buru-buru pulang, sepertinya setelah mengobrol dengan Tuan muda Gao yang sombong dan kurang ajar itu kamu tidak ingin menghiraukan gadis seperti aku ini.


Kamu ini malam memiliki keberuntungan yang baik sehingga bisa menghasilkan uang yang hampir 10 triliun rupiah, membeli hanya 5 buah batu dari kiosku dengan harga 500 miliar rupiah kemudian aku juga membeli beberapa jenis giok yang di hasilkan dari batu yang kamu beli dari kiosku itu sampai triliunan rupiah, kamu sungguh banyak sekali mendapat keuntungan dari batu yang aku jual itu.

__ADS_1


Sepertinya kamu memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menilai batu yang bisa menghasilkan giok kelas atas, Angel Han kemudian mulai memandangi kembali pemuda itu dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan hati-hati sambil menghembuskan napas berat.


Melihat pemuda di depanya ini seperti tidak ada kelebihan apapun tapi pada kenyataan dia bisa menilai batu dengan baik.


__ADS_2