
Selesai merayakan ulang tahun Nenek Ding, kemudian mereka segera kembali ke Fila, sebelum pulang tadi mereka jadi perhatian para tamu dan kerabat-kerabat lainya, karena hadiah yang di berikan oleh Jek Li sangat spesial dan harganya sampai dengan triliunan rupiah, hanya nenek Ding sampai mereka pulang tetap bersikap dingin dan tidak berbicara sama mereka.
Setelah sampai di Fila, Rin Liu yang dari berangkat dari kediaman keluarga Ding sampai di Fila, dia tidak bicara hanya diam dan tidak melakukan apapun, baru saja masuk kedalam fila tempat tinggal mereka, Rin Liu segera menghadang Jek Li dan memandanginya dengan tatapan tajam dan penuh amarah, selama Jek Li dengan Desi Ding menikah, ini baru pertama kalinya Rin Liu mempertanyakan apa yang dia hadiahkan untuk nenek Ding.
Desi Ding dan Leo Ding yang sudah sampai di ruang tamu jadi bengong di tempat, karna ini br pertama kali mereka melihat Rin Liu mau berbicara dengan menantu sampahnya, sebenarnya Desi Ding ingin bertanya juga sama Jek Li tentang hadiah yang di berikan kepada Nenek Ding, tapi pemikiran dia setelah ke dua orang tuanya masuk di kamar untuk tidur baru akan bertanya, karena dia malu jika di lihat oleh ke dua orang tuanya, tapi setelah dia melihat langkah awal dari inisiatif ibunya untuk bertanya dia juga menantikan jawaban yang akan di berikan oleh suaminya itu.
"Jek Li dari mana kamu mendapatkan mutiara malam itu untuk di jadikan hadiah ulang tahun nenek, jangan bilang kalau kamu merampoknya?.
__ADS_1
Kan tadi malam sebelum tidur aku sudah cerita sama Desi Ding, jika setelah merawat kepala keluarga Chen, akan langsung pergi mencarikan hadiah yang lumayan bagus di toko barang antik, kebetulan di waktu aku masih kecil banyak belajar tentang barang-barang antik sehingga bisa sedikit memiliki pengetahuan tentang hal itu dalam menilai.
Jadi pada saat aku sampai di toko barang antik, dan melihat-lihat hadiah apa yang bagus dan cocok untuk di jadikan sebagai hadiah ulang tahun nenek, banyak pajangan- pajangan yang di tampilkan di depan semua toko, hingga aku tibalah di sebuah toko dengan ukuran toko yang lumayan besar dan tidak ramai pengunjung yang datang, dan di tokoh inilah aku mulai mencari-cari hadiahnya, hingga mataku mulai tertuju pada kotak yang kusut segera aku mengambil dan kemudian membukanya, ternyata di dalamnya ada mutiara malam, tapi karena waktu itu permukaanya masih banyak abu yang menutupi permukaanya sehingga setiap orang yang datang tidak tertarik untuk membelinya.
"Pak berapa harga benda ini, pemilik toko segera melihatnya,"anak muda penglihatan mata kamu sungguh sangat tajam, barang itu berasal dari di nasti ming dan merupakan salah satu benda yang berharga, tiga bulan yang lalu ada kakek tua yang datang menjual barang itu dan dalam keadaan sakit parah, menurut orang tua itu kalau benda itu harta yang di miliki keluarga mereka, Karena kakek tua itu sangat butuh Uang untuk pergi berobat dan karena aku kasian dengan kakek itu jadi aku membeli dengan harga sepuluh juta rupiah, karena ini belum banyak pengunjung dan belum ada pembeli sehingga barang itu aku jual kepada kamu hanya dengan harga tiga belas juta rupiah.
Mendengar harga yang di tawarkan oleh pemilik toko itu, Jek Li tanpa bicara untuk menawar lagi segera mengeluarkan kartu bank nya dan mentransferkan ya, pemilik toko itu sangat senang karena barang itu sudah lama berada di tokohnya tapi tidak ada yang mau membelinya, kebetulan hari ini ada seorang pemuda dengan sangat bodohnya mau membeli barang tersebut,.
__ADS_1
Awalnya barang antik itu Jek Li ingin menggunakannya untuk memperdalam ilmunya agar bisa mengalami peningkatan, akan tetapi teringat dengan ulang tahun nenek Ding, dia segera melupakan tujuan awalnya, kemudian pergi membeli kotak hadiah untuk menyimpan mutiara malam itu.
Aku juga tidak tau, kalau barang yang di beli dengan tiga belasan juta bisa begitu sangat berharga, apa lagi hanya dalam sekejap mata karena penilaian yang begitu teliti kedua tetua itu sehingga bisa memperoleh kesimpulan kalau mutiara malam itu asli dan mereka berdua memperkirakan harganya sebesar triliunan rupiah. Jek Li juga sangat pintar membaca situasi, jadi sebelum dia pulang sudah memikirkan kalau nanti pasti banyak pertanyaan yang akan di berikan oleh ibu mertuanya, jadi dia sudah mulai menyusun kata-kata yang baik dan bisa diterima oleh akal sehat dari ibu mertuanya.
Namun, dia benar-benar tidak tau dengan jelas harga sebenarnya dari barang ini, hanya awalnya dia sangat tertarik dengan energi yang begitu besar terkandung di dalamnya dan tidak peduli dengan asli atau tidaknya barang itu. jadi setelah mengetahui harga yang sebenarnya dari barang itu dia juga terkejut dan menyesal sudah di jadikan hadiah, kalau dari awal dia bisa sedikit memiliki gambaran tentang harga barang itu, mungkin dia akan membelikan hadiah yang agak murah sebagai penggantinya.
Dia juga sangat baik tapi memberikan hadiah yang berharga sampai triliunan itu dia juga tidak mungkin akan melakukanya, apa lagi para kerabat-kerabat selama ini terus mengejek dirinya, selain itu nenek Ding juga selalu memperlakukan dia dengan buruk, terlebih lagi kepada istrinya, ketika pulang dari ulang tahun pun nenek Ding tidak mengucapkan rasa terimakasih tapi tetap melihat mereka dengan sikap dingin dan seperti seorang musuh.
Tapi tidak mungkin lagi bisa dan punya kesempatan untuk mengambil kembali hadiah ulang tahun itu, pasti nenek Ding akan menyimpannya di tempat yang aman dan hanya dia sendiri yang akan mengetahuinya.
__ADS_1
"Kamu adalah menantu yang masuk di keluargaku, dan kamu begitu sangat royal sampai memberikan hadiah yang bernilai sampai triliunan kepada keluarga Ding, kalau kamu sudah mengetahui barang itu sangat berharga, mengapa kamu terus mendorongnya untuk di berikan kepada nenek busuk itu?apakah kamu tidak tahu perlakuannya kepada kami selama ini setelah Desi Ding menikah dengan kamu, apakah kamu tidak memperdulikan nasib kluarga ini dengan adanya mutiara malam itu, jika kita menjualnya di keluarga konglomerat mungkin bisa mendapatkan uang triliunan, dengan begitu keluarga kita bisa bangkit dari keterpurukan dan aku dan ayah Desi Ding sudah bisa keluar dari keluarga Ding dan mendirikan perusahaan sendiri."