Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 78. Jek Li yang diabaikan teman-teman Wati Ding


__ADS_3

Jek Li sebenarnya sudah malas untuk beromong kosong dengan Wati Ding, bagaimana pun juga jika dia di ladeni maka akan semakin panjang ceritanya lebih baik hanya perlu di jelaskan dengan singkat, padat dan jelas.


"Kenapa kamu masih bengong di tempat bodoh, apakah kamu ingin sengaja dapat di lihat dan di ketahui oleh orang-orang satu kampusku kalau aku punya kakak ipar yang hanya kerjanya duduk dalam rumah?, apakah kamu ingin mempermalukan aku?, Wati Ding memelototi Jek Li sambil masuk dan duduk dengan perasaan marah di dalam mobil.


Orang-orang di kampus sudah banyak mendengar desas desus dari banyak orang kalau Bungan kampus mereka itu memiliki kakak ipar yang pemalas dan bodoh, jadi ketika orang-orang melihat dirinya akan selalu dicemooh dan di tertawai.


Wati Ding juga memiliki wajah yang cantik dan kulit halus serta tubuh yang bagus, banyak tuan muda-tuan muda yang ada dalam kampus terus berusaha untuk mendapatkan cinta darinya hanya saja Wati ding tidak merespon mereka dengan baik, sehingga wanita-wanita yang kalah saing dengan kecantikan dirinya selalu berusaha untuk menjatuhkan dirinya.


Mungkin juga Wati Ding sudah kebal dengan kata-kata candaan dari orang-orang yang satu kampus dengan dirinya hanya saja teman-teman cewek yang merasa tersaingi boleh di kata tiap hari melihat dirinya akan selalu di tertawakan.


Melihat Wati Ding sudah duduk dengan baik, maka Jek Li juga tidak ingin lama-lama berada di depan kampus, dia segera menyalakan mobil dan menuju tempat hiburan malam yang menjadi tempat terselenggaranya acara ucapan selamat karena keberhasilan dirinya di tempat hiburan Velox club.


Velox club adalah klub hiburan yang paling populer dan terkenal di kota shanghai, dan bangunan gedung Velox ini berdiri hanya berjarak 3 kilometer dari kampus Wati Ding, di dalam gedung Velox klub ini berbagai Jenis hiburan yang di perkenalkan seperti tempat untuk berdansa, tempat minum-minum,serta KTV juga sehingga dengan banyaknya hiburan yang di sediakan oleh Velox club ini membuat para anak muda dan para pebisnis yang ada di kota Shanghai menyukainya terutama anak -anak yang satu kampus dengan Wati Ding.


Di dalam mobil, Wati Ding dan Jek Li tidak ada yang mulai membuka percakapan sehingga hanya alunan musik yang di dengar, sedangkan Wati Ding yang duduk di bagian belakang memejamkan mata sambil sekali-kali melihat pesan masuk di hp nya. setelah melakukan perjalan sekitar 30 menit, tidak lama kemudian Jek Li dapat melihat dengan jelas sebuah gedung mewah yang berdiri begitu megah.

__ADS_1


Menyadari kalau mobil sudah agak melambat Wati Ding segera membuka mata, di sana dia melihat banyak orang yang berlalu lalang selain itu juga dia segera melihat seperti seorang sosok yang sangat familiar, Wati Ding sangar senang karena bagaimana pun teman terbaiknya rela menunggu di pintu masuk tempat hiburan.


Yang berdiri di depan pintu itu bernama Mila Du, akan tetapi tidak lama kemudian banyak bermunculan teman-teman yang lain hanya datang untuk menyambut tokoh utama perayaaan atas prestasi yang di raih sebagai urutan nomor satu dalam lomba melukis.



Mila Du yang melihat kedatang Wati Ding mengerutkan kening bagaimana pun juga sebelumnya kalau Wati Ding telah berkata untuk membawa kakaknya yang terkenal cantik di seluruh kota Shanghai ini, tapi kenyataanya tapi hanya datang sendiri, sebenarnya ada apa ini.


"Wati Ding, dimana kakak kamu?,bukankah sebelumnya kamu bilang kakak kamu akan ikut serta dalam perayaan kemenangan kamu ini?, tapi yang membuatnya terkejut adalah dari arah belakang wati Ding muncul seorang pemuda yang berpakaian seperti gelandangan di jalan, tidak lain dan tidak bukan yang muncul itu adalah Jek Li.


"Wati Ding, apa sebenarnya maksud dari semua ini, kenapa kamu malah membawa pemuda sampah ini, apa kamu ingin jadi bahan tertawaan teman-teman yang lain, kita disini mengadakan acara ini untuk merayakan kemenangan kamu, tapi sebaliknya kamu membawa pemuda sampah ini, sangat menjijikan, Michael Du melihat Jek Li merasa merinding sekali.


"Sebenarnya Kakak aku ingin sekali hadir disini, bahkan satu jam yang lalu kakak aku bilang sudah siap-siap untuk menjemput aku di kampus tapi tidak disangka kalau ada pekerjaan mendadak dari rumah sakit, sehingga membuat dirinya tidak bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini.


__ADS_1


Jadi aku secara pribadi mewakili Kakak aku, untuk meminta maaf karena sudah tidak hadir di acara yang di selenggarakan oleh teman-teman. sehingga kakak aku meminta tolong kepada orang ini agar bisa mengantar aku untuk sampai datang ke tempat ini.



Wati Ding melihat Jek Li dengan tatapan merendahkan selain itu dia sengaja tidak memanggil dengan sebutan kakak ipar agar tidak jadi bahan ketawa Teman yang lain, karna bagaimana pun juga akan semakin memalukan apa lagi pada momen-momen penting seperti ini.


Jek Li melihat percakapan orang-orang ini hanya diam tidak mengatakan apapun, tujuan dia datang disini adalah untuk menemani Wati Ding saja, dia juga tidak keberatan semasih teman-teman Wati Ding ini tidak menyinggung perasaan dirinya.


"Hmm sayang sekali, Michael Du berkata sambil menghela nafas berat, dia sebenarnya dengan sengaja untuk mengatur pesta yang mewah seperti ini karena ada tujuan utama sehingga rela mengeluarkan uang yang banyak. Jika saja Wati Ding ini hanya memiliki penampilan biasa saja seperti wanita-wanita yang di kencani dirinya selama ini, biar seribu rupiah pun dia tidak akan rela mengeluarkan uangnya, tapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur bagaimana pun juga tempat sudah dibayar jadi mau tidak mau tetap di lanjutkan saja dari pada hancur cuma-cuma sambil mencari waktu yang pas untuk dia manfaatkan.


Untuk melampiaskan rasa kesal dalam hatinya dia ingin mempermalukan Jek Li dan bagaimana pun juga dia merupakan manusia sampah yang hanya bisa mengandalkan istrinya yang pergi bekerja sedangkan dia hanya jadi bapak rumah tangga.


Memikirkan hal ini rasa kesal dan frustasinya secara perlahan-lahan mulai kembali membaik.


__ADS_1


"Dari pada ngobrol-ngobrol di luar seperti itu lebih baik mari kita masuk kedalam saja, kebetulan aku sudah lobi tempat VIP yang terkenal dengan pelayanan paling bagus.


Ketika suara itu jatuh suasa yang langsung heboh bagaimana pun juga selama ini mereka belum pernah merasakan pelayanan VIP, tapi kali ini Michael Du dengan baik hati mau membuka tempat yang mewah itu, jadi mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang bagus.


__ADS_2