Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 53. Pasar Batu giok


__ADS_3

Jalan shiyuan adalah nama jalan yang paling terkenal di seluruh shanghai, di mana tempat ini terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pedagang barang antik yang berada di kota Shanghai. Kolektor dan penggemar barang antik yang ada di seluruh dunia, ketika akan melakukan perjalanan di kota Shanghai pasti akan melewati tempat ini, di tempat ini sangat ramai pengunjung yang datang untuk melihat-lihat atau membeli barang antik untuk di gunakan sebagai hadiah ketika pulang ke negara atau daerahnya masing-masing.


Akan tetapi kebanyakan pengunjung akan mengambil atau memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari barang antik yang bernilai tinggi.


Pasar barang antik disini bahkan lebih ramai pada malam hari di bandingkan dengan siang hari.


Di sini banyak para warga asing atau warga lokal yang memiliki koleksi barang antik yang banyak, akan menjajakan barang antiknya dengan mendirikan kios-kios kecil sepanjang jalan di kiri dan kanan, sehingga orang yang datang berkunjung akan langsung lewat di tengah -tengah para penjual.


Selain adanya penjual dengan kios kecil, di jalan shiyuan ini juga berdiri bangunan yang sangat kokoh dan luas serta dengan menwarkan berbagai macam ke indahan, gedung ini merupakan rumah perdagangan berbagai macam barang antik serta adanya perjudian barang antik yang terbesar di daratan kota China.


Di dalam bangunan ini tempat berkumpulnya para miliarder barang antik yang ada di seluruh dunia, ketika masuk di tempat ini maka ada dua kemungkinan akan pulang dengan barang antik yang berharga atau akan pulang dengan tangan kosong tanpa mendapatkan apapun juga.


Ketika Jek Li tiba, sudah ada banyak orang yang berkunjung,"wow, orang di sini sangat banyak, apakah aku bisa menemukan keberuntungan yang bagus, Jek Li terus berjalan dengan pelan-pelan sambil menonton para pengunjung yang melakukan tawar menawar.


Jek Li mulai perlahan-lahan menyebar aura pengetahuan spiritual untuk bisa mendeteksi barang antik yang bermutu tinggi.


Sayangnya sepanjang perjalanan dia tidak bisa menemukan apa yang dia inginkan, banyak barang antik yang memiliki aura tapi itu sangat sedikit kualitasnya.


"Bagaimana mungkin sepanjang jalan yang melakukan penjualan barang antik tapi tidak ada yang memiliki kualitas bagus, Jek Li bergumam pada dirinya sendiri sambil terus melangkahkan kakinya ke depan, tidak lama melangkahkan kakinya tiba-tiba ada aura energi yang sangat besar menariknya, dia mulai berjalan dengan cepat menuju aura yang menariknya, semakin mendekat maka semakin besar pula aura energi yang di rasakan.

__ADS_1


"Eh, ini besar banget energinya, dia mulai berhenti dan melihat kiri dan kanan kios yang berjejer, sepertinya ada aura energi besar yang berasal dari toko kecil itu, Jek Li mulai berjalan lagi menuju ke kios kecil itu. Di dalam kios kecil terlihat seorang pria yang berusia sekitar 50 tahun, pria itu terlihat lagi melamun seperti orang yang lagi banyak beban pikiran, badanya yang kurus, pakaian yang rapi dan memiliki tatapan tajam, sekilas pria itu terlihat sebagai seorang pedagang yang baik dan memiliki pengetahuan yang tinggi.


Melihat tatap Jek Li yang tertuju kepadanya, dia segera menegurnya.



"Anak muda ada gerangan apa Sampai menatapku seperti itu, apakah ada sesuatu yang mau anda katakan?.



"Aku hanya melihat tuan seperti orang yang sedang lagi banyak pikiran dan banyak masalah, apakah ada yang bisa aku bantu?




"Tuan aku datang kesini hanya ingin melihat-lihat siapa tau dapat menemukan barang bagus.


"Bro, silahkan di lihat-lihat siapa tau ada barang yang membuat kamu tertarik, tuan kurus itu berkata dengan penuh semangat, Karena anak muda ini merupakan pelanggan pertamanya hari ini, dia sebenarnya dari pagi sudah membuka lapaknya, akan tetapi tidak ada seorang pun yang datang melihat barang yang di jualnya, sehingga membuatnya agak tertekan, apa lagi dia memiliki banyak tagihan yang harus segera dia selesaikan.

__ADS_1


Jek Li mulai melihat-lihat yang di jual oleh tuan itu, dan tiba-tiba matanya tertuju pada batu yang berwarna abu-abu seukuran bola basket. Dari tadi sebenarnya dia sudah menyadari aura energi yang besar itu berasal dari batu ini, akan tetapi untuk mengalihkan kecurigaan dari pemilik kios barang antik ini, dia pura-pura mencari barang yang dia sukai, tapi setelah sekian lama dia mencari tiba-tiba kembali menatap batu yang berwarna abu-abu itu. dia juga menyadari kalau barang ini bukan barang biasa tapi berisi harta Karun yang bernilai tinggi.


"Tuan berapakah harga batu yang berwarna abu-abu ini ? , Jek Li bertanya sambil menunjuk batu tersebut, dia tidak mengambil dan melihatnya terlebih dahulu untuk memastikan nilai tawar yang cocok untuk batu tersebut, tapi dia langsung menanyakan harga pasnya. Benar saja pemilik toko itu memandang Jek Li dari atas sampai bawah tapi tidak kelihatan seperti orang kaya, apa lagi dari pakaian dapat terlihat hanya berpakaian baju olahraga dan sepatu biasa saja, mungkin lebih tepatnya seperti tukang bangunan.



Apakah anak ini hanya bercanda, atau sedang bermain-main untuk mencari kesenangan semata, dari segi umur dia kelihatan baru sekitar 21 tahunan dan tidak seperti orang yang mengerti barang antik, dia juga tahu selama ini dia hanya melihat orang-orang tua yang bersemangat untuk mencari-cari barang antik, ada juga tuan muda yang datang tapi mereka selalu ada yang mendampingi mereka.



"Penglihatan kamu sangat bagus anak muda, baru abu-abu itu aku membawanya dari negeri sebrang, hanya disini sudah tersimpan begitu lama dan tidak ada yang tertarik untuk membelinya, ini adalah batu asli zamrud harta Karun yang bernilai tinggi, jika anda berjodoh dengan batu ini, maka kamu akan menjadi pemuda kaya raya, jika anda tertarik kepada batu ini, maka aku dengan tulus memberikan harga yang murah meriah hanya sebesar 50 juta rupiah anak muda.



Tuan ini dari awal sudah meremehkan pengetahuan Jek Li, jadi dia ingin memanfaatkanya dengan baik, agar hari ini bisa mendapatkan sedikit uang untuk bisa di bawa pulang. dia dari tadi terus berpikir bagaimana hari ini bisa mendapatkan uang, tapi kebetulan ada mangsa yang bisa di bodohi seperti ini, lagi pula sebenarnya batu ini dia tidak membawanya dari negeri sebrang seperti yang dia ucapkan, akan tetapi dia mengambilnya dari tepi sungai.


Kebetulan dia melihat warna abu-abu batu itu sehingga membuatnya tertarik untuk di bawa pulang, sekaligus untuk di jadikan pajangan pada tokohnya.


Melihat kelicikan dari pikiran tuan itu, Jek Li hanya tersenyum kemudian melakukan penawaran "Tuan kebetulan aku tidak memiliki uang yang cukup jadi aku hanya bisa menawar sekitar 30 juta rupiah.

__ADS_1


__ADS_2