
Aziz Ding kemudian kembali tertawa lagi, setelah tertawa beberapa saat, tiba-tiba dia merasa dingin di perut bagian bawah, kemudian dia mengalami inkontinensia urin, celananya bagian bawah tiba-tiba basah dan juga mengeluarkan bau urin menyengat dan tidak menyenangkan.
Bau yang tidak sedap itu segera menarik perhatian oleh semua orang.
"Bau apa ini, kok baunya tidak sedap sekali ?, apakah panitia penyelenggara acara ini , tidak membersihkan semua ruangan, sepertinya bau kencing, semua orang ikut tertawa sambil mnecari-cari sumber datangnya bau yang tidak sedap ini. setelah melihat sekeliling jarak mereka dengan kamar mandi cukup jauh, selang beberapa saat ada kerabat yang berinisiatif segera berlari untuk melihat keadaan yang terjadi di dalam kamar mandi, tapi tidak di sangka kamar mandi yang menurut mereka arah keluarnya bau yang tidak sedap itu ternyata sangat bersih dan sangat haru di dalam ruanganya.
Kerabat itu setelah melihat tidak ada yang aneh dari dalam kamar mandi, segera menceritakan hal itu kepada orang-orang, akhirnya semua orang kembali mencari penyebab keluarnya bau itu, lalu mata semua orang kembali tertuju kepada Azizi Ding.
Menyadari adanya pandangan semua orang tertuju kepadanya, Aziz Ding merasa gugup, dan dia mulai menyadari kalau celananya sudah basah, dia jug tidak tau kenapa di saat penting seperti ini bisa terjadi dan sampai dia tidak menyadarinya.
"Kenapa kalian semua menatap aku seperti itu, apakah ada yang salah dengan aku?, sebelum dia mulai lagi berbicara tiba-tiba dia merasa kalau ada yang menetes dengan cepat di dal celananya, dia langsung terkejut, dan kaget, wajahnya mulai berubah pucat, dia ingin sekali untuk segera lari pulang, tapi jika seperti itu maka dia akan seumur hidup tidak bisa lagi mengangkat kepala jika ketemu dengan semua kerabat, apa bila hal ini juga tersebar di luar maka reputasi Dia sebagai calon penerus keluarga Ding akan sangat jelek, dan itu akan mempengaruhi pandangan orang jadi jelek lagi.
__ADS_1
Segera dia berpikir dengan cepat untuk mencari alasan yang masuk akal dengan kejadian yang menimpa dirinya ini jika tidak maka ejekan dan cemoohan dar para tamu juga akan menimpa dirinya, " tadi aku tidak sengaja pas ke kamar mandi terkena sedikit cipratan air sehingga membasahi celanaku, mungkin bekas cipratan air itu yang bau dari tadi, setelah mengatakan ini dia segera minta izin kepada semua orang yang duduk disitu untuk pergi ganti celana kebelakang.
Semua orang mengerti dan melihat dengan jelas apa yang terjadi, mereka menyadari kalau Aziz Ding hanya mencari alasan agar dia tidak kehilangan muka di depan kerabat yang datang. para tamu yang melihat Aziz Ding lari tergesa-gesa ke belakang langsung tertawa, tidak lupa pula ada salah satu kerabat memanggil panitia untuk segera membersihkan ulang tempat duduk Aziz Ding selain itu juga di arahkan untuk tidak lupa mengepel ulang jalur yang di lewati oleh Aziz Ding, karena ketika dia lari ke arah belakang tadi banyak bekas air kencing yang jatuh ke lantai.
"sayang banget sebagai penerus kepala keluarga Ding sangat memalukan seperti itu, sudah dewasa masih kencing di celana, atau jangan-jangan dia juga memakai pembalut?, tapi kalau sudah dewasa seperti itu masa dia lupa memakai pembalut ke tika dia menghadiri acara penting seperti ini, untung saja tokoh utama dalam acara ini belum keluar dari dalam kamar, kalau tidak entah apa yang akan terjadi setelah dengan kejadian ini.
Noda hitam yang dialami oleh Aziz Ding itu mungkin seumur hidup dia tidak akan bisa melupakannya, apa lagi para tamu tidak akan ada yang melupakan kejadian itu, terlebih status dia sebagai calon penerus keluarga Ding, semua orang yang hadir dan melihat ke jadian ini banyak yang tertawa dan merasa kasian.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Jek Li semua orang yang tadinya sedang tertawa terbahak-bahak langsung berhenti dalam sekejap, kerabat lain juga menyadari kalau Aziz ini dari awal sangat senang sekali untuk menjelek-jelekan Jeki Li, tapi menantu sampah itu hanya terus diam dan tidak mengatakan sepatah katapun, apa betul yang di katakan manusia sampah itu, tidak lama kemudian para kerabat yang dari tadi ikut mengejek Jek Li langsung berhenti dan tidak berani menatap mata pemuda itu, jika terus mereka mengejek Jek Li entah musibah yang memalukan seperti apa yang mereka akan dapatkan.
Ibu mertua Jek Li yang melihat para kerabat yang sudah hadir disini tidak berani lagi mengejek dan menertawakan mereka, dia mulai merasa lega, akan tetapi rasa ketidak sukaan, dan perasaan menjijikan pada Jek Li makin banyak dan itu membuat amarah dia kapanpun bisa meledak lagi, dia dari awal diejek karena mereka melihat kedatangan menantu sampah ini, jika hari ini dia tidak datang mungkin ejekan yang diterima oleh keluarganya tidak terlalu sakit.
Pada saat ini, seorang pria tampan, putih, rambut hitam pekat, pakai kaca mata, dan setelan jas yang terkenal, dan memiliki aura bangsawan yang besar sedang berdiri di belakang mereka:
"Lama tidak bertemu denganmu, Desi Ding, melihat penampilan kamu yang begitu elegan, postur tubuh yang indah, dan membuat mataku tidak berkedip menatapmu, tidak bertemu selama beberapa tahun, kamu kelihatan makin tambah cantik, sungguh suatu kebanggaan bagiku bisa datang di ulang tahun Nenek keluarga Ding ini malam ternyata bisa melihat gadis yang ku idamkan di setiap saat itu makin bertambah cantik.
Setelah mendengar suara yang merdu dan kata-kata yang begitu indah itu, Rin Liu yang duduk di depan Desi Ding segera balik menoleh kebelakang tanpa sadar, dan semua orang yang ada di ruangan ini segera menoleh ke arah pemuda yang berbicara tadi dengan rasa ingin tahu, siapa pemuda ini yang menawan ini, kelihatan sangat familiar tapi mereka bingung melihat pemuda ini dimana, dan kapan, hanya kata itu yang terngiang di kepala semua orang.
Ketika melihat kedatang orang ini, mata semua orang langsung menunjukan sifat keterkejutan
__ADS_1