Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 82. Jek Li yang terus di sudutkan oleh Michael Du


__ADS_3

Jek Li belajar banyak hal dari masa kecilnya, pada masa waktu masih tinggal di keluarga Li dia di bimbing oleh 2 orang master yang berpengalaman di bidang melukis, Selain itu Jek Li juga memiliki kecerdasan diatas rata-rata, setiap apa yang di ajarkan dan bimbingan master-master yang mengajarinya Jek Li dengan cepat memahami kata demi kata.


Dia juga memiliki daya ingat yang kuat, walaupun saat itu dia masih berumur 4 tahun tapi pengetahuan dia dalam bidang melukis bisa mengalahkan keindahan lukisan dari seorang mahasiswa yang kuliah dari seni melukis.



Ketika Jek Li juga di usir dari keluar Li dan diangkat oleh Guru Qin untuk menjadi muridnya, selain belajar bela diri, pengetahuan sejarah, tentang kultivasi, gurunya juga kalau ada waktu senggang akan mengajarinya cara melukis yang baik. Selama belajar dari guru Qin pengetahuan seni melukis semakin tinggi.


Jadi masa-masa kecil Jek Li baik masih tinggal di keluarga Li ataupun setelah menjadi murid dari guru Qin untuk Seni melukis dia tidak asing lagi, sehingga dia juga memiliki kepercayaan diri untuk berkata jujur dan apa adanya.


Hanya saja perkataan dia itu di salah artikan oleh adik iparnya sendiri, tapi Jek Li tidak pusing yang penting sudah berusaha untuk menjelaskan mau percaya dengan tidaknya itu urusan mereka sendiri.


Dia juga bisa paham apa yang bisa membuat adiknya tidak akan mempercayai perkataan dari dirinya, karena bagaiman pun juga selama dia menjadi menantu keluarga Ding, adik iparnya tidak pernah melihat Jek Li untuk melukis.


Selama bertahun tahun di bimbing oleh banyak master yang bagus dan memiliki pengetahuan berkualitas, jadi untuk kemampuan dalam seni melukis yang di miliki oleh Jek Li berada diatas rata-rata, dia juga sebenarnya tidak mau menyombongkan diri kepada siapa pun tapi orang seperti Michael Du ini harus di beri pelajaran agar bisa tau diri dan tidak merendahkan orang lain lagi.

__ADS_1



Yang bikin dia tidak habis pikir adalah hanya untuk menjatuhkan Jek Li dan mendapatkan perhatian dari wanita yang di sukainya, biar sudah Jam 9 malam seperti ini dia masih berusaha untuk mencari bahan-bahan yang di butuhkan dalam melukis kepada teman-teman yang terus ke dunia penjualan bahan-bahan seni lukis.


Jek Li juga tidak keberatan untuk membuktikan kemampuan dirinya di depan orang-orang goblok ini, jadi dia hanya bersabar untuk menunggu bahan yang di pesan oleh Michael Du kepada temanya, selain itu menurut dia melukis tidak perlu waktu yang lama tapi yang penting dalam melukis antara hari dan pikiran harus menyatu agar lukisan yang di hasilkan bisa menghasilkan karya yang bermutu tinggi.


Banyak master dalam seni melukis, hanya saja master di zaman Jek Li lebih berkualitas tinggi dari pada master pada saat ini, kalau di masa lalu seorang master tidak hanya memperhatikan dari indahnya suatu benda yang dia lukis, tapi benda yang ada dalam lukisan itu harus bisa memiliki sebuah makna dan penjiwaan agar lukisa bisa lebih bagus dan berkarakter.


Sedangkan master-master seni melukis pada saat ini tidak memperhatikan hal-hal seperti itu yang mereka kejar hanyalah sebuah ketenaran belaka saja, selain itu benda yang di lukis pun tidak memiliki arti apapun yang penting benda itu bisa kelihatan bagus di depan orang-orang yang hadir dan mendapat pujian padahal jika di lihat dari master yang berkecimpung di dunia seni lukis sesungguhny maka mereka akan di permalukan.


Michael Du memang sudah berniat untuk mempermalukan Jek Li, jadi apa pun caranya dia akan berusaha, dia sudah dibutakan oleh hawa nafsu sehingga dari ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Jek Li tidak dicerna dengan baik, yang dia pikirkan saat ini adalah mempermalukan Jek Li di depan teman-teman terutama kepada Wati Ding.


Tidak lama kemudian terdengar bunyi ketukan pintu dan setelah pintu terbuka di situ terlihat oleh seorang pemuda yang memegang kantung plastik.


Tuan muda Du barang yang anda butuhkan seprti cat, kuas dan bahan lainya sudah aku siapkan di dalam kantung plastik ini, dan semua bahan yang tuan muda Du butuhkan dalam melukis ada semua di sini, pemuda itu berkata sambil meletakan kantung plastik yang di bawahnya di depan Michael Du.

__ADS_1


Pemuda yang muncul itu adalah teman baik dari Michael Du, hanya saja pemuda itu belajar membangun bisnis dengan kemampuannya sendiri berbeda dengan Michael Du yang hanya mengandalkan penghasilan dari keluarganya, selain itu Michael Du setiap hari yang dia pikirkan hanyalah untuk bersenang-senang dengan perempuan tapi kemampuan dalam dunia bisnis sangat rendah sekali.



Setelah melihat kantung yang di bawa oleh pemuda tersebut Michael Du kemudia memeriksa kantung plastik tersebut untuk memastikan bahan melukis yang dia pesan sudah datang semuanya, kemudian dia segera melakukan pembayaran, bahan-bahan tersebut Michael Du membelinya dengan harga sebesar lima juta rupiah.


Buat dia yang penting bisa mempermalukan Jek Li untuk harga tidak ada masalah buat dirinya, sedangkan teman-teman Wati Ding yang melihat kejadian ini semakin mengagumi Michael Du, bagaimana pun juga pemuda yang royal seperti ini sudah jarang di temukan.


Kemudian Michael Du mengangguk kepada pemuda tersebut dan menyuruhnya untuk pergi meninggalkan ruangan, setelah itu dia kembali melihat Jek Li dengan senyum menyeringai sambil berkata:



"Tuan muda Li semua bahan-bahan dalam melukis yang anda butuhkan sudah aku siapkan semuanya, jadi untuk membuktikan omongan kamu yang berlebihan tadi sudah bisa anda buktikan.


"Jika ada hal lain lagi yang perlu aku persiapkan silahkan tuan muda Li katakan saja, tidak usah ragu-ragu hanya untuk membuktikan omong kosong kamu tadi itu, aku akan dengan senang hati akan berusaha memenuhi semua kebutuhan yang anda perlukan.

__ADS_1


"Tuan muda Du, saya ucapkan terimakash banyak atas semu bahan yang anda siapkan ini, untuk melukis bahan yang aku butuhkan aku rasa sudah cukup tapi jika ada bahan yang kurang pasti akan aku beri tahu kepada tuan muda Du. Jek Li menjawab perkataan dari tuan muda Du dengan cara yang sopan dan halus.


Jika tuan muda Li merasa bahwa bahan yang anda butuhkan sudah lengkap semuanya, jadi untuk mempersingkat waktu bagaiman kalau tuan muda Li untuk segera memulai kegiatan melukis, mohon kepada tuan muda Li untuk maju kedepan dan cepatlah untuk menggambar, karena semua teman yang ada dalam ruangan tidak sabar menantikan hasil karya kamu yang bagus itu, apakah bisa sesuai dengan ucapan kamu atau itu hanya bualan semata saja.


__ADS_2