Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 81. Amarah dari Wati ding


__ADS_3

Wati Ding yang sedari tadi tidak peduli dan memperhatikan apapun yang di lakukan oleh kakak iparnya itu terlihat mulai kesal dan muka yang cantik jelita ikut memerah karena menahan emosi yang tertahan, sebelum masuk dalam ruangan dia sudah memberi tahu kepada Jek Li untuk tidak ikut berbicara apapun jika sudah dalam ruangan, tapi sekarang kakak iparnya sekali membuka suara langsung jadi tertawaan semua teman-temanya.


Setelah diam beberapa waktu untuk mengendalikan emosi yang hampir meledak, Wati Ding kemudian menggelengkan kepala, Kakak iparnya ini apa yang sedang dia pikirkan sampai berani menyombongkan diri kepada teman-temanya, bagaimana pun juga yang ada dalam ruangan ini semua berasal dari kampus jurusan melukis jadi sudah pasti mereka memiliki kemampuan yang cukup dalam menilai sebuah lukisan, baik itu lukisan yang bagus dan lukisan yang jelek, tapi tidak di sangka kakak iparnya yang tidak memiliki kemapuan apapun tiba-tiba beromong kosong.



"Dasar manusia tidak berguna, manusia sampah, yang hanya menumpang di keluarga kami, apa kamu tidak bisa sadar diri agar tidak berbicara omong kosong seperti itu, tidak kamu sadari semua orang yang ada dalam ruangan ini berasal dari jurusan seni lukis.



Kenapa kamu bisa sombong seperti itu, jadi manusia harus sadar diri dan tau kemampuan sendiri, apakah kamu sengaja ingin mempermalukan aku di depan teman-teman satu ruangan ku?, tidak bisakah mulut kamu itu untuk diam tidak mengatakan apapun sampai kami selesai acaranya, apakah menurut kamu ini sangat lucu, begitu?.



Wati Ding mulai mencaci maki Jek Li, dari awal masuk dalam ruangan baru kali ini dia mengeluarkan semua unek-unek rasa kesalnya kepada kakak iparnya sendiri. Wati Ding menyadari kalau kakak iparnya ini tidak bisa membuat dirinya untuk tenang dan senang tapi paling tidak di acara yang penting jangan bikin ulah atau berkata terlalu tinggi tapi paling tidak dia hanya ingin agar Jek Li bisa diam.


__ADS_1


Semua teman-teman yang ada dalam ruangan melihat kemarahan dari Wati Ding kepada Jek Li hanya bisa tertawa menyaksikan wanita yang cantik terkenal sebagai kampus ternyata bisa marah dan kesal juga, akan tetapi yang membuat teman-temanya merasa geli adalah kembang kampus itu berdebat dengan kakak iparnya sendiri yang terkenal sebagai menantu yang menumpang hidup di keluarga wanita, ini sebuah lelucon yang bersejarah.


Melihat kalau Wati Ding sudah selesai mengeluarkan semua unek-uneknya, Jek Li kembali berkata:


"Wati Ding, aku ini kakak ipar kamu dan tidak ada maksud untuk mempermalukan kamu, tapi aku berkata apa adanya, betul selama ini kalau di rumah pekerjaan aku hanya memasak dan mencuci tapi kadang-kadang aku juga meluangkan waktu untuk belajar melukis sendiri.



"Aku benar-benar bisa melukis bahkan lebih bagus lukisan yang aku buat dari dia, hanya saja untuk membuktikan ucapan aku kalau sedang tidak beromong kosong, lebih bagus jika aku membuktikan kemampuan aku dengan melukis hanya saja di sini tidak ada kuas dan cat yang di butuhkan, jika ada bahan-bahan yang di butuhkan dalam melukis aku bisa membuktikan di tempat ini juga sekarang.


"Kamu masih mau menyombongkan diri dan berbohong lagi, apakah dari tadi bahas dariku tidak begitu jelas sehingga kamu terus membanggakan diri kamu, apakah menurut kamu lukisan yang akan kamu buat bisa membuat senang, tidak kamu sadar diri sampai kapan pun aku tidak akan pernah percaya dengan kamu, apa kamu memahami itu, manusia sampah?.



Wati Ding kembali berteriak kepada Jek Li, bagaimana pun juga suasana yang tadinya ramai karena pujian dengan kemampuan dia dalam melukis hanya dalam waktu sekejap di hancurkan oleh kakak iparnya sendiri.


Pemuda sampah dan bodoh yang menumpang tinggal di keluarga mereka ini, Wati Ding tau betul apa yang di lakukan di rumah mereka, dalam waktu 5 tahun sudah masuk dalam keluarga mereka pemuda ini hanya kerja memasak dan mencuci, sedikit pun tidak pernah melihat kegiatan lain, apa lagi dalam waktu dua puluh empat jam terus berada dalam rumah mereka, jadi wajar saja kalau dia berpikir kakak iparnya tidak ada kemampuan untuk melukis.

__ADS_1


"Jangan begitu dong Wati, bagaimana pun juga dia sudah berusaha untuk bisa meyakinkan semua orang yang ada dal ruangan ini, kalau kakak ipar kamu yang bodoh punya kemampuan dalam seni melukis. dari tadi aku memperhatikan kalau dia sangat percaya diri sekali, jadi untuk membuktikan kemampuanya kenapa kita tidak mengikuti permintaan dia untuk melukis di tempat ini.


Kebetulan aku mempunyai beberapa teman yang tinggal di sekitar tempat hiburan ini yang mempunyai usaha penyediaan bahan-bahan untuk melukis, aku akan menelpon salah satu temanku itu agar bisa di bawakan semua bahan yang dia butuhkan tersebut untuk melukis.


Jadi dengan begitu jika tuan muda Li benar-benar mempunyai kemampuan melukis dan bisa melebihi ke indahan dari lukisan yang aku bawa ini, kita bisa menyaksikan sendiri master baru yang berasal dari seni lukis.


Selesai berkata seperti itu Michael Du tersenyum penuh kemenangan, upaya yang dia lakukan untuk menjatuhkan pemuda sampah yang sudah menghalangi rencana yang dia siapkan untuk bisa meniduri Wati Ding akhirnya bisa datang begitu cepat.


Dia juga tau kalau pemuda yang bermarga Li ini hanya bisa berkata sombong tapi tidak memiliki kemampuan apapun juga, selain itu jika pemuda ini bisa memiliki kemampuan yang tinggi dalam melukis tidak mungkin selama waktu lima tahun akan tidak menghasilkan uang sama sekali.


Jadi untuk mempermalukan Jek Li di depan teman-teman Seni melukis Wati Ding dia rela mengeluarkan uang lagi untuk menyediakan bahan-bahan yang di butuhkan pemuda tersebut. jika tidak berhasil maka Wati Ding mungkin saja langsung mengusirnya selain itu dia ada waktu untuk mengantar pulang Wati Ding kerumah.


Michael Du segera mengeluarkan telepon kemudian melakukan panggilan:


"Halo teman baiku seni guan, apakah aku bisa meminta tolong kepada anda untuk membawakan aku bahan-bahan yang di butuhkan untuk melukis?, di seberang telepon menjawab


"Boleh tuan muda Du, sebutkan saja alamat untuk membawakan bahan tersebut , agar sekitar sepuluh menit lagi bisa langsung mengantarkan ke tempat tujuan.

__ADS_1


__ADS_2