KEKASIH MASA DEPAN

KEKASIH MASA DEPAN
Ancaman 1


__ADS_3

Mobil mewah Giovano membelah jalanan ibu kota di tengah kemacetan nya.Gio membawa mobil nya secara perlahan karena saat ini jam orang orang pulang kantor.sejenak ia melirik ke arah gadis yang sudah resmi menjadi kekasih nya siang tadi.


" sayang bisa aku minta tolong" tanya Giovano pada gadis di samping nya yang sedang asyik dengan ponsel nya.


" apa an om....."


" hei....berhenti lah memanggil ku om"


" sebentar lagi aku akan menjadi suami mu jadi berhenti lah memanggil ku om.." kata Gio yang mulai berbelok memasuki perumahan elit di ibu kota tersebut.


" oh ya ada apa say......"


" itu lagi...yang jelas kalau manggil say nya.sayang apa saytonirozim..." kata Gio membuat gelak tawa Calista yang mendengar.


" iya yank ada apa"


" hubby..gitu"


lagi lagi Calista tertawa..." emang nya sudah yakin kita akan menikah bulan depan" Kata Calista.


" yakin lah" jawab Giovano.


" oke kita lihat malam ini apa reaksi daddy mendengar ucapan mu"


" bukan daddy mu yang akan menyetujui pernikahan ini.tapi kau sendiri yang akan meminta pada daddy mu untuk segera di nikah kan dengan ku"


" seyakin itu om sama rencana mu..."


" sudah aku bilang jangan memanggil ku om..." Gio mulai mode ngambek nya.lalu mengehentikan mobil nya di pinggir jalan sebelum masuk ke rumah Adrian yang berjarak lima rumah dari tempat nua berhenti.


" kenapa berhenti disini" tanya Calista.


" kamu belum jawab pertanyaaan ku"


" apa an tuh"


" bisa gak kamu tidak menggunakan ponsel mu saat bersama ku.aku sangat terganggu dengan ponsel mu"


" cih sama ponsel aja cemburu"

__ADS_1


" ya tentu saja perhatian mu akan selalu bersama ponsel mu itu."


" ya ya ya baik lah" kata Calista sambil memasuk kan ponsel ke dalan tas nya.


" ada lagi"


" ada"


" apa"


" boleh aku mencium mu" pertanya an Gio malah membuat gadis nya menaikan alis mata nya sebelah.


" dari tadi nyium bolak balik gak minta izin sekarang kenapa minta izin apa baru ngerasa bersalah"


" bukan begitu tapi aku cuma ingin mengucap kan selamat malam dan selamat pagi sekaligus pada kekasih ku.kalau sudah di rumah kita tidak bisa sedekat ini."


" bi....." Calista tak mamph melanjut kan kata kata nya pada saat bibir Giovank langsung mendarat di bibir nya.Giovano mematikan mesin mobil dan lampu mobil nya agar tidak terlihat orang.Giovano mencium lembut bibir kekasih nya.ia berhenti sejenak untuk memberikan waktu gadis nya menghirup oksigen.


lalu Giovano kembali mencium nya semaik lama dan dalam." maaf kak Adrian putri mu jadi milik ku dulu.maaf aku lancang sudah menikmati bibir nya yang selalu terbayang dalam pikiran ku." kata Gio dalam hati namun bibir nya terua menjelajahi bibir kekasih nya.mengecap manis di bibir merah tersebut membuat gairah kembali bangkit.sebelum kejadian tadi siang terulang kembali Giovano melepas kan Ciuman nya.lalu ia tersenyumpada kekasih hati nya.


" ingat jangan pernah dekat dengan laki laki lain jangan pernah membuat ku cemburu karena aku tidak tau bagai mana nanti jadi nya jika aku cemburu" kata Giovano sebelum menyalakan mesin mobil dan bergerak ke arah rumah Adrian.


Calista hanya mengangguk kan kepala nya.ia terdiam ia masih teringat bagai mana ia mendapat kan ciuman pertama nya selama satu hari ini.ciuman yang membuat nya resmi menjadi kekasih orang yang selama ini ia tunggu tunggu.


" ayo masuk" Giovano menarik tangan Calista.


" sayang aku mohon jangan pernah seperti itu lagi aku tidak sanggup melihat mu menatap pria lain selain diriku" kata Gio sebelum memasuki rumah.


Calista hanya bisa terdiam dan membisu membiar kan tangan nya di tarik oleh laki laki yang menjadi kekasih nya tadi siang.


" kalian sudah pulang" tanya tuan Sanjaya sesudah menjawab salam dari kedua nya.


" iya kek kita baru aja datang.aku ke atas dulu ya" Calista menaiki tangga meninggal kan Giovano dan kakek nya di bawah.


" ada dengan nya Gio" tanya tuan Sanjaya.


" gak tau om.."


" hei berhenti lah memanggil ku om.."

__ADS_1


" sebentar lagi kau akan menjadi cucu menantu ku" suara gelak tawa tuan Sanjaya membuat beberapa orang yang adi dalam rumah keluar dari kamar mereka.


" ada apa ini" tanya Adrian yang keluar bersama Safira dan nyonya Laras yang baru saja muncul entah dari mana.


" eeee......gak ada apa apa" kata Gio mencoba mengurai kegugupan nya.


" oh...ya kak..om....ada yang mau aku bicarakan setelah makan malam bisa aku minta sedikit waktu istirahat kalian" kata Gio.


" boleh nanti kita kumpul di belakang ya kebetulan mommy mu buat kue enak kata nya special buat mu"


" dia selalu mengingat mu sampai sampai lupa pada ku suaminya sendiri"kata Adrian sambil melangkah masuk kembali ke kamar tapi sambil menarik tangan Safira agar ikut masuk ke dalam kamar.


" cih...kata nya gak di perdulikan tapi di tarik mulu tangan nya langsung ngekor" kata Nyonya Laras sinis yang mendengar kata kata Adrian tidak sesuai dengan apa yangbdi katakan nya.


makan malam selesai dan saat ini mereka sekeluarga sedang berada di belakang rumah tempat biasa mereka bersantai.


" tadi kau mengatakan ingin bicara pada kami katakan lah" kata tuan Sanjaya yang mengingat tadi Gio ingin membicarakan sesuatu pada mereka sekeluarga.Adrian hanya mengangguk kan kepala nya sedang tangan nya terus memasuk kan kue ke dalam mulut nya dan mulut istri nya secara bergantian.


" aku ingin meminta izin pada kalian.aku ingin menikahi Calista bulan depan"


semua yang mendengar ucapan Giovano langsung berhenti seketika menikmati makanan camilan yang ada di depan mereka saat ini.


" kau yakin" tanya Adrian yang di jawab anggukan oleh Giovano.


" lalu bagaimana dengan mu sayang" tanya Adrian pada Calista yang sedang menundukan wajah nya.


" iya dad aku mau menikah dengan nya" kata Calista.jawaban nya membuat senyum di wajah Giovano terlihat begitu menawan.


" wah pemecah rekor" celetuk Ziko


" hebat om eh salah kak"


" baru seminggu ketemu langsung mau di ajak nikah"


"gimana cara nya ngebujuk nya" tanya jhiko.


" kakak di ancam dek" kata Calista dalam hati.


Gio hanya tersenyum mendapat pertanyaan dari calon adik iparnya.semua yang mendengar pengumuman yang di buat Giovano.merasa terkejut namun juga merasa bahagia mendengar berita ini

__ADS_1


bersambung


dukung author lewat like dan vote nya


__ADS_2