
Suasana di rumah kosong yang di jadi kan tempat berteduh Gio dan Calista semakin ramai dengan penduduk desa setempat.
" pak kita arak saja mereka keliling kampung agar semua orang melihat mereka yang berbuat mesum di desa kita"
" benar pak kita gunduli kepala mereka lalu kita telanjangi mereka kita arak mereka"
" ayo...ayo....gunduli mereka...arak mereka...."
Giovano semakin panik sedangkan Calista menangis sejadi jadi nya.
" sayang jangan khawatir aku akan menyelesai kan masalah ini" Gio mencoba membuat Calista berhenti menangis.sedangkan situasi mulai ricuh suara terikan orang orang semakin banyak.
" ayo seret mereka tunggu apa lagi" teriak salah satu orang warga dan yang lain mulai maju namun di tahan oleh kepala desa yang baru saja datang karena mendapat laporan dari pak RW yang di perintah kan pak RT.
" tenang semua saya mohon tenang kita bisa selesaikan ini dengan baik baik.masih ada jalan lain" kata kepala desa.
" tuan seperti nya anda orang terhormat tapi kenapa kalian melakukan sesuatu yang di larang agama"
" maaf pak kades kami tidak melakukan apa apa" Gio mencerita kan awal mula bagai mana mereka sampai nyasar di tempat ini.
Kepala desa hanya menghela nafas panjang.ia mencoba berpikir bagaimana mencari solusi nya.
" begini saja ada satu jalan keluar dari masalah ini"
" apa!!!????"
" kalian harus menikah di desa ini malam ini juga" kata kepala desa membuat Gio dan Calista terkejut.
" tidakkkk!!!"
" aku siap"Calista dan Gio menjawab solusi yang di berikan oleh kepala desa dengan jawaban yang berbeda.
" maaf pak kades bisa saya bicara sebentar dengan kekasih saya sebentar"
" baik silah kan.tapi anda tidak bisa keluar dari rumah ini"
__ADS_1
" baik pak...kalian bisa berjaga di depan rumah jika itu yang kalian ingin kan"
Kepala desa setempat keluar bersama beberapa warga yang ada di dalam rumah tersebut"
" omm....apa apa an ini aku tidak mau menikah sekarang.lagian aku masih mau kuliah bukan kan om sudah berjanji akan menunda pernikahan kita hingga aku mencapai semester empat kenapa sekarang jadi seperti ini"
" sayang ini mendesak kamu mau di telanjangi lalu kepala mu di gunduli dan di arak keliling kampung" Giovano mencoba menjelas kan apa yang akan terjadi jika mereka tidak menikah saat ini juga
" om hubungi kakek dan daddy dulu bilang sm mereka kita dalam masalah"
" sudah aku sudah berulang kali menghubungi namun tidak tersambung.ini daerah terpencil tidak ada sinyal"
" terus kita harus bagaimana????"
" hanya itu jalan satu satu nya!!"
" tapi aku belum siap om.."
" siap tidak siap kau harus siap!!!"
" kamu mau di telanjangi dan di gunduli???? kl mau silahkan.jangan salah kan aku jika tubuh mu jadi bahan tontonan gratis"Calista tak mampu bicara.yang bisa di lakukan nya hanya bisa pasrah.
Gio meninggal kan Calista yang masih bingung.Gio melangkah kan kaki nya keluar rumah namun ada seringai licik yang muncul dari wajah nya.
" maaf sayang mungkin dengan cara begini aku bisa memiliki mu dengan cepat.mungkin tuhan mengingin kan kita segera menikah.aku tidak ingin kehilangan mu karena umur kita yang terpaut jauh membuat aku selalu cemburu setiap kau berdekatan dengan siapa pun bahkan dengan kak Adrian yang nota bene nya adalah daddy mu.aku hanya ingin memastikan kau milik ku.hanya milik ku!!!"Gio berbicara dalam hati nya.ternyata ia mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan kejadian ini.
semula Calista meminta Gio untuk membatalkan rencana pernikahan mereka bulan depan.Gio molek namun Calista berhasil meyakin kan Gio yang pada akhir nya ia harus mengalah dan kembali selalu di bayangi kecemburuan dalam hati nya.
Akhirnya pernikahan Gio dan Calista di laksana kan dengan pak kades sebagi wali dan seorang kiyai sebagai penghulu dan beberapa warga sebagai saksi nya.
pernikahan itu di lakukan di kantor desa setempat dengan ala kadar nya.Calista pun hanya menggunakan gamis yang ada di dalam mobil yang tadi sempat di ambil Gio sebelum acara pernikahan mereka.beberapa hari yang lalu Gio sempat terpana melihat sebuah baju gamis berwarna hijau muda.ia teringat dengan kekasih nya.ia membeli gaun tersebut berharap saat ia melamar Calista gadis nya memakai baju gamis tersebut.akhir nya cita cita nya tercapai bahkan bukan saat lamaran melain kan pernikahan nya.
"SAH......???"
" SAH...????"
__ADS_1
" SAAAHHH....." sorak sorai penduduk menyatakan Gio dan Calista sebagi sepasang suami istri menurut agama.
mereka menanda tangani selembar surat yang menyatakan mereka sudah sah menjadi suami istri.
satu lembar di berikan pada Gio sang pengantin pria.dan salinan nya di pegang oleh pejabat setempat dan kiyai yang menjadi penghulu nya.
tiba..tiba ada beberapa orang tak di kenal masuk ke dalam kantor desa.beberapa orang laki laki memakai pakaian setelan jas masuk kedalam kantor desa.
" hentikan...." terdengar suara teriakan seorang laki laki yang baru saja masuk ke dalam kantor desa.semua yang ada di dalam kantor desa langsung melihat siapakah gerangan yang datang.
" daddyyyy......." teriak Calista saat melihat siapa yang datang.Calista berlari memeluk daddy nya.
" kau tidak apa apa sayang kau tidak terluka kan.apa mereka melakukan sesuatu pada mu????" begitu banyak pertanyaan yang di tanyakan pada anak Gadis nya namun tak satu pun di jawab oleh anak kesayangan nya.Calista hanya menagis dalam pelukan daddy nya.sedangkan kepala desa serta pak Rt dan pak Rw terkejut dengan kedatangan Adrian di desa mereka tanpa kabar terlebih dahulu.
Adrian adalah seorang investor yang akan membangun sebuah villa di desa tersebut.ia menjanjikan untuk memperbaiki jalan desa dan membantu penyaluran listrik di desa tersebut.kepala desa tau siapa Adrian buru buru mendekati Adrian.
" tuan Adrian anda datang???... kenapa tidak menghubungi kami dulu kami bisa menyambut anda dengan sedikit sambutan"
Mata Adrian menyalang seakan akan ingin memangsa bapak kepala desa.
" apa yang kalian lakukan pada putri ku" kata kata Adrian membuat seluruh isi kantor desa terkejut.
" ap...ap...apa???? nona cantik ini putri anda tuan???" tanya pak Kades.
" benar ia putri ku.putri kesayangan ku dan kalian tau siapa dia????" kata Adrian seraya menujuk ke arah Giovano.
" dia adalah salah satu investor yang akan membangun desa kalian ini" semua terkejut lalu melihat ke arah Giovano.
" maaf tuan kami tidak tau akan hal ini" kata Pak Kades mencoba mencari alasan.
" bukan kah tadi aku sudah menyebut kan siapa nama Daddy dan aku juga menyebut nama belakang ku kenapa kalian tidak percaya.bahkan kalian melihat KTP ku juga" kata Calista masih terisak di pelukan daddy nya.
daddyyyy....hiks...hiks...hiks....Calista menangis sesenggukan sedangkan kepala desa mulai panik.
" aku mencari masalah sama keluarga naga.aku menikah kan putri naga dengan pangeran naga tanpa seijin raja naga....waduh gawat ini nama nya." gumam kepala desa di dalam hati nya.tiba tiba mata terbuka lebar saat melihat siapa yang masuk.
__ADS_1
" waduh kakek naga datang matilah aku"