KEKASIH MASA DEPAN

KEKASIH MASA DEPAN
POSITIF


__ADS_3

Gio semakin bingung ia tak tau harus berbuat apa.ia memandang ke arah Adrian dan Safira lalu beralih pada yang lain.ia melihat senyum di wajah Adrian lalu senyum itu berubah kecewa.Adrian bangkit dari duduk nya ia menyudahi makan nya.


" ayo sayang daddy akan memberikan apa pun yang kau mau"Calista juga ikut bangkit dari kursi nya.


" aku memberikan putri ku pada mu untuk kau jaga dan kau bahagia kan.inikah cara mu mabahagia kan putri ku bahkan kau tak tau apa pun tentang putri ku saat ini." kata kata ambigu Adrian mambuat Gio menundukan kepala nya.


" apa kau sudah tidak bisa mengerti dengan keadaan nya kalau begitu biar kami yang menjaga nya" kata kata ambigu tersebut masih membuat Gio sedikit bingung.Gio tak mengerti lalu ia memandang ke arah ibu mertua nya.sementara Adrian sudah membawa Calista ke toilet (eh kok toilet sich....???).


Safira bangkit dari kursi nya juga dan mengikuti suami dan putri nya namun Safira berhenti tepat di depan lemari yang ada di sudut ruang makan.ia mengambil sesuatu di dalam nya dan kembali berjalan memuju toilet uang berada di samping dapur yang menjadi satu dengan ruang makan meski hanya berbelok kesamping.Adrian melipat tangan nya di dada sambil menatap Gio yang sudah berdiri dan berjalan mendekati Adrian dan Safira.ia melihat ibi mertua nya memberikan sesuatu pada istri nya entah apa yang di kata kan nya.anggota keluarga yang lain seperti nyonya Laras dan tuan Sanjaya berserta kelima adik Calista ikut berdiri mereka merasa iba pada Giovano.entah apa salah nya ia sampai sampai Adrian bersikap seperti itu.mereka berusaha untuk membantu dan membela Giovano dan merdam kan amarah Adrian yang tau asal usul dari penyebab kemarahan nya.apa hanya gara gara ayam goreng membuat Adrian semarah itu entah lah.....


ceklek....pintu kamar mandi terbuka terlihat Calista baru keluar dari kamar mandi.


" sudah...?"tanya Safira pada putri nya.lalu Calista memberikan sesuatu pada mommy nya sambil tersenyum malu.Safira yang melihat senyum di wajah putri nya saat memberikan alat test penguji kehamilan langsung mengerti.


Safira mengambil alat tersebut hanya dia dan Adrian serta nyonya Laras dan Tuan Sanjaya yangbtau itu alat apa.nyonya Laras membulat kan mata nya begitu pun suami nya.mata mereka memandang ke arah Safira yang memberikan alat tersebut pada Adrian.masih dengan wajah kecewa nya Adeian memberikan alat tersebut pada Gio.Gio yang tak tau itu alat apa hanya memandang alat tersebut bolak balik.ia hanya melihat ada garis dua di sana.saat ia melihat ke arah Adrian dan Safira ia melihat ke dua mertua nya tersebut tersenyum ke arah nya sambil menaik turun kan alis nya.


Gio semakin tak mengerti begitu pun kelima bocah laki laki di belakang nya.Jhiko mengambil alat test kehamilan milik Calista ia juga membolak balik kan benda tersebut.Jhiko menggunakan alat tersebut untuk mengurek lubang hidung nya.perbuatan nya itu mengundang tawa Adrian dan Safira juga Calista dan nenek serta kakek nya.Jhiko hanya ketawa cengar cengir...


Calista yang melihat suami nya masih bingung dan sedih buru buru ia mendekati nya .

__ADS_1


" maaf...." kata kata Calista membuat Gio takut.entah apa penyebab istri kecil nya minta maaf.


" eee....e...e...sayang aku yang minta maaf aku gak tau apa mau mu tapi aku akan memberikan apa pun yang kau ingin kan"


" yakin....???"Gio memandang ke arah Adrian yang bertanya pada nya.


" kalau dia minta yang aneh aneh.....?" pertanyaan Adrian kembali ambigu.


" aku akan berusaha dad...."panggilan untuk Adrian yang tidak biasa di ucap kan Gio membuat Adrian tersenyum.


" yaaa..begitu dong masak sudah mau punya anak masih kurang ajar sama mertua"Guo menganggukan kepala nya iantak sadar apa yang baru saja di kata kan mertua laki laki nya.namun tak seberapa lama ia pun tersadar dengan kata kata Adrian.


Gio begitu bahagia saat tau istri nya positif hamil ia lalu memeluk istri nya di depan semua anggota keluarga.lalu ia menggendong istri kecil nya ala bridal keluar dari ruang makan.semua anggota keluarga uang melihat membulat kan mata nya.


" eehhh....mau kau bawa kemana putri ku....."teriak Adrian menggoda.


" dia bukan cuma putri tapi dia istri ku calon ibu dari anak ku kak" panggilan Gio kembali berubah membuat Adrian melotot.


" dasar menantu kurang ajar gak punya ahlak" gerutu Adrian sambil tersenyum.ia melihat Gio membawa Calista keluar membuat semua nya kembali bingung mereka menyangka Gio akan membawa istri kecil nya ke kamar namun mereka salah mereka melihat Gio membawa Calista keluar dan memasuk kan nya ke dalam mobil.

__ADS_1


" eehh...mau kau bawa kemana putri ku..." tanya Adrian kembali.


" mau ku bawa periksa ke dokter kandungan." jawab Gio yang kembali masuk ke dalam mengambil dompet dan ponsel nya.


" nenek...ikut....tunggu....."


" mommy juga ikut......."Safira dan nyonya Laras berlari ke kamar masing masing mengambil tas mereka.


" kami juga ikut...." teriak kelima bocah laki laki di rumah tersebut lalu berhamburan ke kamar masing masing mengambil ponsel mereka.


Adrian dan Tuan Sajaya saling menatap dan mereka juga mengatakan kalau akan ikut serta.


" kami juga ikut......"bagai mana mereka tidak akan ikut kalau penghuni hati mereka ikut Gio ke dokter.mereka juga ternyata kepo dengan kehamilan sang tuan putri.


al hasil mereka sebelas orang datang ke klinik dokter kandungan guna memeriksakan kehamilan Calista.mereka begitu antusias terutama dua wanita yang menjadi nyonya besar di rumah tersebut.semua orang yang melihat kedatangan mereka merasa heran mereka berpikir ada sesuatu yang genting.bagai mana tidak kalau hanya memeriksakan kandungan biasa nya hanya suami yang menemani.ini malah satu keluarga beruntung tetangga satu RT dan RW tidak ikut mengantar.entah lah apa jadi nya jika se Rt rw ikut mengantar pasti bakal heboh.......seperti pasar malam....wk..wk...wk....wk...wk.....


bersambung.


dukung author terus ya jgn lupa like rate dan vote nya buat ku.jangan lupa mampir di karya ku yang lain nya TERPAKASA MENIKAH TIGA KALI.

__ADS_1


__ADS_2