
Suara benda jatuh di kamar sebelah terdengar begitu keras.membuat kegitan pemanasan Gio terganggu.
" apa itu sayang....." tanya Gio pada Calista yang masih di bawah kungkungan nya.
" sebaik nya kita lihat dulu..." Gio turun dari tempat tidur di susul Calista yang memperbaiki pakaian nya yang sudah terbuka separuh nya akibat ulah Gio.
mereka melangkah kan kaki nya keluar kamar menuju kamar yang dulu di tempati Giovano.mereka sudah di depan pintu lalu membuka pintu perlahan.saat pintu terbuka mata Calista dan Giovano langsung membulat mereka melihat lemari besar sudah roboh menimpa si kembar tengil yang ada di bawah lemari.beruntung lemari besar itu terhalangi tempat tidur hingga si kembar tengil masih bisa nyengir di bawah lemari yang sudah dalam posisi miring.
" he...he....hee......bantuin napa kak....."kata kata si tengil membuyar kan keterkejutan Gio dan Calista buru buru mereka membantu si kembar namun lemari itu terlalu berat.
" kak jangan bantu ngangkat lemari...ntar ke guguran lo....aku kan pengen cepet punya keponakan" kata Jhiko sambil tertawa nyengir.
" dasar anak bandel keadaan seperti ini kamu masih bisa bercanda" kata Calista sambil mengetuk kening adik nya keras.
" au..sakit kak"
" siapa suruh tengil"
" sudah sudah sayang jangan di lanjut kan benar kata jhiko berbahaya sebaik nya kau panggil daddy dan kakek mu dan beberapa pengawal.cepat lah sebentar lagi lemari ini akan menimpa mereka" kata Giovano yang mencoba menahan lemari tersebut.
Calista berlari keluar kamar itu dan berteriak memanggil Adrian dan tuan Sanjaya.
" daddy....kakek....."
sedangkan di bawah tepat nya di dalam kamar Adrian.Adrian yang sudah siap tancap gas bersama istri nya.terkejut mendengar teriakan putri mereka.
" apa apa sayang kenapa putri kita berteriak seperti itu"
" entah lah....."
" ayo kita lihat" Adrian dan Safira kembali mengenakan pakaian mereka yang sudah tergeletak di lantai.
" ada apa sayang..." kata tuan Sanjaya yang sudah keluar lebih dulu dari Adrian dan Safira.
" si kembar kek...mereka tertimpa lemari pakaian yang besar itu" kata kata Calista membuat Adrian dan Safira terkejut begitu juga tuan Sanjaya dan nyonya Laras.
__ADS_1
Adrian dan Safira serta nyonya Laras berlari ke atas.sementara tuan Sanjaya keluar memanggil beberapa pengawal yang swdang berjaga.mereka langsung menuju kamar yang di tempati Gio dulu.
saat mereka sampai mereka langsung melihat Gia yang sudah tak kuat menahan beban lemari meski sudah tertaha tempat tidur.jika hanya tempat tidur itu saja yang menahan maka otomatis tempat tidur itu bisa rusak karena bagian yag tertahan bagia atas lemari yang tertahan dengan punggiran tempat tidur.jika tidak maka lemari tersebut sudah pasti akan langsung menindih si kembar.
" Ziko...Riko...Jhiko..." teriak Safira saat melihat ketiga anak nya yang hampir tergencet.Safira ingin mendekat namun di halangi Adrian.
" jangan bahaya biar kami singkir kan dulu lemari ini" kata Adrian ikut membantu Giovano menahan lemari tersebut.
tak lama muncul tuan Sanjaya bersama beberapa pengawal membantu mereka mngembalikan lemari tersebut seperti sebelum nya.
saat lemari tersebut berhasil di kembali kan ke tempat nya Safira langsung berlari memeluk tiga anak nya.
" kalian gak papa kan....." tanya Safira cemas sambil memperhatikan satu persatu wajah anak anak nya.
" cieeee.....yang lagi panik...cemas niii cerita nya...." kata kata Ziko yang menggoda mommy nya membuat Safira gemas dan langsung memukul punggung anak nya.
" apa sich yang kalian cari kenapa lemari itu bisa roboh" Safira tampak gemas melihat ketiga anak nya.
" he.....he.....he...." sikembar cuma bisa nyengir mendengar pertanyaan mommy nya.
bugh.....bugh...bugh....." aaaaaa......mommy ampun....." jerit si kembar saat Safira memukul mereka tanpa ampun.
" mom....aku bantu yaaa....." Calista ikut memukuli adik adik nya
Akhir nya terjadi lah acara pukul pukul an di landas kan gemas, keki, dan dongkol karena keisengan tiga bocah pembawa keceriaan dlm keluarga.meski terkadang ke tiga bocah tersebut begitu menjengkel kan tetapi mereka begitu di sayang.
" sudah....sudah...jangan di terus kan..."Adrian berusaha melindungi anak anak kembar nya dengan menjadi kan punggung nya sasaran pukulan dari istri dan ibu serta putri nya.
" awas ya kalau kalian bikin ulah lagi ini sudah malam bisa gak sich kalian tenang sedikit" Nyonya Laras menatap tiga cucu nya yang hanya tertawa sambil menahan sakit.
" sudah...ma...ayo kita tidur" tuan Sanjaya merangkul pundak istri nya.begitu pun Adrian ia juga merangkul istri nya kembali ke kamar.di ikuti Gio dan Calista yang saat ini Gio juga merangkul pundak Calista.mereka tiga pasangan suami istri yang romantis yang berbeda generasi naamun di belakang mereka ada dua sosok yang juga berjalan di belakang mereka.Rizky merangku Fian seperti Daddy nya.
" cih......tongkat sama tongkat" celetuk Jhiko
__ADS_1
" tongkat apa...???" kamu mau makan tongkat"jhiko hanya menggelengkan kepala nya saat nyonya Laras kembali mengeluarkan taring nya.
setelah kepergian Adrian cs si kembar tengil tertawa bersama.mengingat betapa mengerikan nya tiga wanita di rumah mewah ini.
" uuuhhh....badan ku sakit semua..."
" iya....mereka anggota CHARLIE'S ANGGEL"
ha...ha...ha....mereka tertawa kembali namun saat mereka tertawa pintu kamar seperti ada yang menendang seketika mereka terdiam namun tetap tertawa cekikikan.
" tapi aku sayanga mereka..."
" aku juga....
" mereka segala nya bagi ku mommy, nenek, dan juga kakak" kata kata Jhiko di dukung dua saudaranya dengan anggukan kepala.
sedang kan di kamar Adeian terlihat mereka sedang berpelukan di atas tempat tidur.Adrian saat ini sedang memeluk Safira yang sudah meletakan kepala nya di atas dada nya.
" hhhhhh......anak anak itu ada aja ualh yang di bikin setiap hari nya"
" gak ada mereka sepi sayang" Adrian mengatakan dengan senyum.
" iya tapi aku sayang sama mereka" Safira memeluk Adrian erat.sedangkan di kamar nyonya Laras dan tuan Sanjaya.saat mereka masuk mereka masih menggelengkan kepala mengingat ulah sang cucu.
" duh tangan mama sakit lo pa..."
" mama....sich kalau mukul tu kira kira dong"
" habis mereka bandel sich pa...."
" tapi mama sayang kan....???"
" iya pa...." kata nyonya Laras sambil tersenyum.
" gimana tangan gak sakit...wong yang di pukul segede gaban gitu.....mama lupa ya kalau mereka itu sabuk hitam...mereka sudah ikut bela diri sejak kelas 1.gimana coba itu otot gak bakal terlatih pasti nya otot mereka juga kuat"
__ADS_1
" iya...ya paaa....besok besok biar mama pakai tongkat mukulin mereka." tuan sanjaya hanya menggeleng kan kepala nya mendengar kata kata istri nya.