
Tiga hari sudah berlalu semenjak kejadian di hotel saat Giovano di jebak Selena beruntung Calista beserta daddy dan kakek nya datang di waktu yang tepat.jika tidak maka semua penantian panjang menjadi sia sia.
Di sini lah saat ini Givano dan Calista berada sambil bergandengan tangan mereka berjalan mengikuti jalan setapak yang tidak tau dimana saat ini mereka berada.
Giovano dan Calista tersesat saat mereka sedang jalan jalan ke puncak.karena ada longsor membuat jalan arah menuju puncak di macet total.mereka mencoba mencari jalan lain nya namun ternyata mereka tersesat di sebuah pedesaan yang sangat kurang nya SDM di desa ini.
mereka terus berjalan karena mobil yang mereka tumpangi mengalami ke bocoran pada ban bagian depan.sedang kan untuk meminta bantuan melalui telfon pun tidak bisa di karena kan desa tersebut begitu terpencil sinyal di sana tidak bisa di jangkau.
" sayang apa kau lelah sebaik nya kita istirahat disini saja siapa tau ada yang lewat"
" baik lah sebaik nya kita duduk disini saja bukan kah disini dekat dengan jalan an menuju kampung mungkin saja ada yang lewat"
tak lama berselang hujan turun begitu deras nya sehingga membuat Giovano dan Calista berlari mencari tempat untuk berteduh.mereka menemukan sebuah rumah rumah kecil yang sudah tidak berpanghuni.
Calista dan Giovano masuk ke dalam rumah tersebut.tanpa mereka sadari saat mereka berlari meninggal kan tempat mereka semula berhenti saat itu ada seorang penduduk yang melewati jalan tersebut.ia juga melihat Calista dan Giovano masuk ke dalam rumah tersebut.
" sayang pakaian mu basah sebaik nya kau kau keringkan dulu pakai an mu"
" lalu aku pakai baju apa kl baju ku harus di buka??"
" pakai ini!!" kata Gio sambil membuka kemeja nya setelah menggantung kan jas kerja yang di pakai nya.
Calista mencoba untuk menolak namun Gio memaksa nya dan akhir Calista mau mengganti pakai an nya dengan kemeja putih Gio.
" ya udah balik sana jangan coba coba ngintip" Calista memberi intruksi agar Gio membalik kan tubuh nya saat ia membuka pakaian nya yang basah terkena hujan.
Gio membalik kan tubuh nya sambil tersenyum menggoda kekasih nya.
" bukan kah aku sudah pernah melihat nya"
" kl lht lg nanti khilaf jd lebih baik jangan liat ntr mata nya bintitan lo" kata Calista buru buru mengganti pakaian nya.
" sudah" kata nya saat sudah berhasil mengganti pakaian nya dengan kemeja Gio.
__ADS_1
" sekarang om pakai apa coba.apa gak dingin???"
" yang pertama cuaca disini memang dingin beruntung kita ada di dalam rumah jd hawa dingin tidak terlalu masuk"
" yang kedua berhenti lah memanggil ku om...aku risih sekali karena cinta ku memanggil ku seperti itu.aku seperti seorang pria tua yang sudah beristri lalu selingkuh dengan daun muda" Calista langsung tertawa saat mendengar kata Giovano.
" yang ketiga....mmmm...bukan kah kau bisa menghangat kan ku!!" kata Giovano sambil menaik turun kan alis nya menggoda kekasih nya.
" mau di angetin????"
" iya"
" sini aku angeti pake panci"
" memang nya aku soto di angetin pake panci"Calista kembali tertawa saat mendengar kelakar dari Giovano.
" kok ketawa"
" ooo...kamu mau bilang aku lucu kayak badut gitu" kata Gio sambil mendekati Calista yang masih tertawa.Calista yang melihat Giovano mendekat mundur secara perlahan.
Calista berlari saat Gio mengejar nya mereka memutari sebuah sofa yang ada di dalam rumah tersebut.mereka berlari kejar kejaran di dalam rumah sampai kelelahan.mereka duduk di sofa sambil masih tertawa bersama.
" sini aku peluk biar anget" kata Giovano sambil menarik Calista ke dalam pelukan nya.
" sampai kapan kita disini om"giovano hanya mengendik kan bahu nya mengisyarat kan tidak tau sampai kapan mereka ada disini.
" entah lah kita tunggu sampai hujan reda saja"
" baik lah" Calista menjawab singkat ucapan Giovano.lalu mereka berpelukan dengan erat.
tak lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut Giovano.sedangkan Calista yang ada di pelukan nya belum bs memejam kan mata nya namun saat mendengar dan melihat Gio sudah tertidur hanya tersenyum lalu memejam kan mata nya secara perlahan dan mulai mengikuti jejak Giovano yang sudah ke alam mimpi.
tak terasa waktu terus berlalu sudah hampir dua jam mereka tidur sambil berpelukan dengan kondisi Gio yang bertelanjang dada dan Calista yang memakai kemeja Giovano.
__ADS_1
hujan sudah berhenti namun masih terlihat rintik hujan walau tidak sedera tadi.tanpa mereka sadari di depan rumah yang mereka masuki sudah ada penduduk desa setempat.
" bagai mana pak RT kita langsung grebek saja mereka atau bagai mana" kata seorang penduduk desa yang mengajak bicara seorang laki laki yang ternyata seorang RT.
" baik lah kita harus menggrebek sekarang juga agar mereka tidak bisa berkelit" kata pak RT menjawab kata laki laki tadi.
" baik lah...satu...dua...tiga..." dalam hitungan ketiga dua orang hansip yang sudah berdiri di depan pintu langsung mendobrak pintu rumah.
braaakkkk...suara pintu di dobrak dari arah luar membuat Giovano dan Calista yang sedang tertidur langsung kaget dan terbangun.
" siapa kalian" tanya Giovano masih sedikit bingung karena baru saja terbangun.nyawa nya belum terkumpul benar dalam tubuh nya membuat ia sedikit bingung.
" maaf harus nya kami yang bertanya siapa kalian.dan apa yang kaliam lakukan di dalam rumah kosong ini.dan juga apa hubungan kalian mengapa hanya berdua di dalam rumah ini" tanya pak RT.namun kata kata pak RT seakan akan tidak di dukung oleh warga nya.
pakRT menoleh kan wajah nya ke belakang ai melihat warga nya sedang melihat ke satu arah.yakni Gadis berkemeja putih yang sangat Cantik.pakRt mengikuti arah mata warga dan ia pun ikut terkagum kagum.
" pak...pak...pak itu manusia apa patung ya" tanya seorang warga nya.
" bidadari pak ya"
" bukan lah pasti artis"
" kok ada ya perempuan secantik itu siapa punya anak nya ya"
" gimana cara bikin nya yaa kok cantik banget"
beragam komentar dari penduduk desa saat melihat sosok Calista yang cantik jelita.tiba tiba seorang penduduk desa menadah kan tangan nya ke wajah pak RT.
" ngapain tangan kamu di depan wajah ku"
" tuuuuu...ilernya pak RT mau netes"
laki laki yang di sebut pak Rt langsung mengelap bibir nya ternyata benar hampir saja ia menetes kan air liur nya melihat gadis cantik di depan nya.
__ADS_1