KEKASIH MASA DEPAN

KEKASIH MASA DEPAN
MERAYU


__ADS_3

Mereka memasuki pintu gerbang yang tadi di masuki mobil Adrian.mereka melihat Adrian baru saja turun dari mobil di sambut sang istri yang sangat di cintai nya.Adrian terlihat begitu mencintai Safira itu terlihat dari sikap nya.setiap berangkat kerja dan sepulang kerja Safira tak pernah melewat kan kesempatan itu.ia selalu mengantar dan menyambut sang suami tercinta.


" sayang bisa kah kau seperti mommy mu???" tanya Gio pada Calista yang ada di sampingnya.


" bisa lalu apa kau bisa seperti daddy...??" tanya nya kembali pada sang suami.


" insha aLLAH aku tidak akan mengecewakan mu." kata Giovano sebelum turun dari mobil.


" yakin????" Giovano menganggukan kepala nya saat sang istri meyakin kan ucapan nya.


" baik lah kita lihat mana lebih baik kau apa daddy ku ." kata Calista.Calista akan membuka pintu mobil namun di cegah Giovano.


" ada apa??? kau tidak mau turun???" tanya Calista karena tangan nya di cegah Giovano.


" boleh aku meminta sesuatu???" tanya Giovano.


" apa???"


" cium..."


" nanti ya kl sudah di kamar..." percakapan mereka yang masih di dalam mobil membuat dua orang yang sudah menunggu mereka tidak sabaran.siapa lagi kalau bukan Adrian dan Safira.mereka melihat mobil Giovano memasuki rumah namun yang didalam mobil tak kunjung turun.entah apa yang mereka bicara membuat Adrian berteriak.


" heyyy..mau masuk apa tidak...kalau tidak sana cari hotel atau tidur di mobil" kata Adrian usil.Safira hanya memukul kecil tangan Adrian.


" iiiiihhhh......menganggu saja" kata Giovano.


" udah yuk turun nanti kita balas dia" kata Calista yang ingin membalas sang ayah.


mereka turun dari mobil Gio yang sudah membukakan pintu mobil unyuk sang istri lau mengulur kan tangan membantu sang istri turun dari mobil.mereka menuju pintu rumah tanpa menyadari ada sepasang mata yang memperhatika mereka.ya siapa lagi kalau bukan Pandu erlangga sang pengawal tampan yang masih memendam rasa pada sang tuan putri.namun cinta nya bertepuk sebelah tangan bukan karena materi ia kalah saing namun karena masa lalu lah yang membuat nya harus rela kehilangan orang yang di cintai nya.Pandu hanya bisa menarik hafas panjang sambil menunduk kan wajah nya.


ia tak menyadari ada dua orang lagi di belakang yang sedang memperhatikan nya melihat adegan kemesraan dari sang pujaan hati.mereka tak lain adalah Rizky dan Fian yang baru saja datang kerena melihat pandu sedang mengintip.mereka penasaran apa sebenar nya yang di lihat pandu.mereka mendekati pandu tanpa bersuara.mereke juga melihat kemesraan sang kakak dan suami nya.mereka juga melihat kekecewaan yang terpancar dari wajah sang pengawal.


saat membalik kan tubuh nya Pandu terkejut karena di belakang nya sudah ada Rizky dan Fian.


" bukan kah sudah pernah ku bilang jangan pernah menyimpan rasa pada kakakku.karena dia sudah ada yang memiliki" kata Rizky sambil berlalu menepuk pundak Pandu sedang kan Fian hanya diam tak berkata apa pun.


Calista dan Gio memasuki rumah sebelum nya memberikan dalam terlebih dahulu.


" assalamualaikum....!!!" suara Gio dan Calista bersamaan memberi salam pada penghuni rumah.


" wa alaikum salam...." banyak suara yang menjawab salam mereka.

__ADS_1


saat melewati Safira Calista langsung mendekati mommy nya.


" mommy....


belum sempat ia melanjut kan kata nya Adrian langsung menarik nya.


" eeeee...sana urus suami mu br pulang kerja.temani mandi dia" kata kata Adrian mendapat pelototan mata dari istri nya.


" eeeehhhh......


" kalau kamu gak mau ya sudah biar daddy bawa mommy ke kamar daddy mau di mandi in mommy" kqta Adrian sambil menarik Safira masuk ke dalam kamar.saat menarik tanngan Safira.Adrian berpapasan dengan Gio.ia langsung memberikan isyarat agar membawa anak gadis nya masuk ke kamar.Gio yang mengerti maksud mertua lakilaki nya langsung menghampiri istri nya.


" yuk..


" eh.....


" kenapa sich dari tadi ehhh melulu.ayo masuk aku juga mau mandi bareng."


" ehhh....


" lagi lagi ehhhh apa cuma itu yang bisa kamu katakan" kata Gio sambil menarik tangan istri nya.saat menuju kamar mereka tak sengaja bertemu tuan Sanjaya yang baru saja dari kebun di belakang memetik buah mangga dan anggur yang sudah siap panen.


" kakek dari mana???" tanya Calista.


" kalian tidak lihat nenek" tanya Tuan Sanjaya lagi.


" kenapa emang nya????" tanya kembali tuan Sanjaya merasa heran dengan pertanyaan cucunya.


" kakek mau di mandi in juga sama nenek??? tadi daddy minta di mandiiin mommy teruuss niiiiiii juga minta di mandiiin apa kakek juga mau minta di mandiin" kata Calista langsung membuat Gio malu di hadapan tuan Sanjaya.


" ya iya lah..." kata tuan Sanjaya sambil berlalu dari hadapan Gio dan Calista.


" cih...dasar tua tua keladi....semua laki laki di rumah ini gak waras termasuk kamu" kata nya pada Giovano.


" aku?? apa salah ku???"tanya Gio


" sama sama tua" kata Calista membuat Gio geram dan dalam sekejap ia sudah menggendong calista di bahu nya seperti karung beras.Calista terus meronta ronta namun tak jua di turun kan.


malam sudah datang para penghuni juga sudah masuk ke dalam kamar mereka masing masing termasuk Giovano dan Calista.


di dalam kamar nampak Giovano duduk di atas tempat tidur sambil memain kan ponsel nya.padahal ia saat itu sedang memikir kan bagai mana cara nya agar istri kecil nya mengatakan dimana Naina istri Alex berada.

__ADS_1


" sayang sudah selesai belim belajar nya" tanya Giovano.


" kenapa memang nya" tanya Calista ketus.sejak tadi wajah nya cemberut terus semenjak Gio membawa nya secara paksa masuk ke kamar mandi.akhir mereka mandi bersama sama padahal mereka belum melakukan malm pertama.itu membuat Calista malu di hadapan suami nya yang sudah menelanjangi nya secara paksa.beruntung mereka hanya mandi seperti biasa.tidak ada acara lain nya karena Calista masih datang bulan.


" ayolah sayang..." kata Gio mencoba merayu istri nya.Calista menutup buku nya lalu naik ke atas tempat tidur dimana suami nya sudah sedari tadi duduk disana.


" apa sich yank..." kata nya masih jutek.


" tadi seperti nya aku lihat sudah bersih..." kata Gia sambil menaik turun kan alis nya.


" masih keluar sedikit sedikit" masih mode jutek nya.


" gak papa kan sayang keluar sedikit gak masalah."


" enak aja gak mau..kalau sudah bersih baru boleh " jawab Calista acuh.


" terus kapan kira kira" tanya Gio kembali.


" kalau gak besok ya lusa" kata Calista.


" kamu masih ingat kan janji mu"


glek..suara Calista menelan saliva nya ia mengingat janji nya pada Gio akan memberikan hak nya kapan pun Gio menginginkan nya.


" eeeeeee......." Calista tak bis melanjut kan kata kata nya.


" gak papa sayang kalau kamu belum bisa gak papa.tapu ada satu syarat..."


" apa??" tanya Calista.


" beri tau aku dimana Naina berada" pertanyaan Gio langsung membuat Calista tak bisa menjawab.


" kalau kamu kasi tau atau tidak aku akan tetap meminta hak ku bagaimana pun cara nya aku akan mendapat kan hak ku" kata Gio dalam hati.


Calista terus berpikir lalu ia menjawab


" aku akan memberikan hak mu tapi jangan pernah tanya dimana Naina dan anak nya berada" kata Calista sambil membuka pakaian tidur nya.


mata Gio langsung terbuka lebar melihat pemandangan di depan mata nya.istri nya lebih memilih memberikan hak nya sebagai suami dari pada mengatakan dimana sahabat nya tersebut.


bersambung.

__ADS_1


dukung author terus ya jgn lupa like rate dan vote nya buat ku.jangan lupa mampir di karya ku yang lain nya TERPAKASA MENIKAH TIGA KALI.


__ADS_2