
Hari ini Zizi susah bisa di perboleh kan pulang, Namun karena masih khawatir Adrian meminta untuk tetap dirawat selama dua hari kedepan.
Terlihat Zizi asyik dengan Safira yang tidur di sampung nya.Zizi merengek untuk tidur bersama Safira di brangkar pasien.Bukan brangkar yang dibgunakan Zizi tepat nya lagi ranjang seperti didalam kamar nya.Ukuran queen hanya sprai nya saja yang tidak berwarna pink bergambar barbie.
Zizi kecil asyik memain kan kancing baju mommy nya.Ia merasa kehangatan seorang ibu dalam dekapan Safira.Sedang kan di sanajuga ada nyonya Laras dan Giovano yang sedang membahas Gadis.Diam diam Zizi kecil menyimak pembicaraan dua orang berbeda generasi tersebut.
Ke esokan hari nya Zizi yang sudah pulih namun belum bisa pulang berjalan seorang diri menuju sebuah kamar VIP lain nya.Tepat nya lagi kamar Gadis yang tertabrak Givano beberapa hari yang lalu.
Zizi melihat ke dalam kamar tersebut dan melihat ada seorang Gadis cantik sedang berjalan hilir mudik di dalam kamar nya.
" Hah bagai mana ini, Giovano tak pernah kembali ke sini.Aku harus bisa menjebak nya, Gery sudah tak bisa aku dapat kan karena kejadian itu. Sekarang aku sudah jatuh miskin lagi, Aku tidakmau tinggal di rumah kontrakan itu lagi" gadis memijat pelipis nya.
Tiba tiba Gadis merasa ada yang mengintip nya, ia berusaha mencari tau.Ternyata seorang gadis kecil sedang berada di balik pintu nya.
" Hei...tuyul kecil.Mau apa kau mengintip ku" Hardik Gadis pada Zizi.Namun Zizi yang sealau mendengar cerita tentang Gadis tak takut sedikit pun.
" Gak ada.Aku cuma heran lihat kakak yang kaki nya di perban sedang jalan mondar mandir kayak setrikaan,terus ngomong sendiri lagi." Kata Zizi acuh sambil terus menatap Gadis.
" Apa yang kamu dengar?" tanya nya.
" Aku dengar kakak mau menjebak seorang yang bernama Giovano.terus Kakak gak mau miskin lagi, mmmmmmmm" Zizi menunjuk nunjuk dagu nya seperti sedang berpikir.
" aku juga tau kakak sednag berbohong kalau sedang sakit" kata Zizi sambil tersenyum menampilkan gigi nya yang kecil dan rapi serta putih.
" Bagai mana kau tau jika aku sedang tidak sakit?" tanya Gadis mulai gugup.
__ADS_1
Zizi melirik ke arah kaki Gadis, lalu tersenyu..
" Gak ada orang sakit kaki nya jalan mondar mandir kaya setrikaan.Terus tadi juga begini gini" Kata Zizi sambil menghentak kan kaki nya meniru Gadis saat menghentak kaki nya.
Gadis tampak semakin kesal, ia memperhatikan Zizi yang memakai pakaian pasien.
" Kamu juga pasian disini" Tanya Gadis.
" bukan aku calon Dokter di sini" Gadis mengerut kan Alis nya.
Zizi menepuk kening nya" Sudah lihat aku pakaian pasien ya jelas pasien lah mask iy aku dokter" Kata Zizi.
" Memang nya kamu sakit apa?" tanya Gadis.
" Sakit orang kelaparan" Gumam gadis dalam hati nya.
"orang sakit typus bukan sakit nya orang kurangan makan bisa jadi dia kelebihan makan" Kata Zizi seakan akan tau apa yang ada di benak Gadis.Gadis membulat kan mata nya dan berdecak.
" Lagi aku sakir beneran no tipu tipu" Kata nya sambil menggoyang kan satu jari telunjuk nya.
Gadis yang merasa di sindir igin sekali meremas mulut kecil Zizi.
" ZIZI" Dari jarak yang cukup dekat seseorang sedang memanggil nama nya.Zizi langsung terlihat sumringah.
" DADDY" teriak nya memanggi laki laki yang ternyata daddy nya.Ternyata Adrian yang baru pulang kantor yang langsung menuju rumah sakit saat mendengar Fian menghubungi nya.Zizi hilang dari kamar nya, Fian juga memberi tau jika Zizi selalu merengek untuk pulang.
__ADS_1
Zizi berlari menghampiri Adrian, Hap...Adrian menangkap tubuh kecil itu dan mencium pipi nya.Adrian lalu melangkah kan kaki nya mendekati Gadis yang berdiri terpaku melihat laki laki matang di depan nya.
" Ganteng" Dengan mata berbinar Gadis memperhatikan Adrian yang mendekat.Adrian yang merasa di perhatikan seperti itu hanya menggeleng kan kepala nya.
" Maaf kalau putri saya mengganggu anda" Kata Adrian sopan lalu pergi.
" Ternyata di anak orang kaya" Kata Gadis dalam hati masih melihat ke arah Adrian dan Zizi.
Saat sudah sedikit menjauh tiba tiba Zizi meminta di turun kan dan berlari mendekati Gadis.
Zizi melambaikan tangan nya agar Gadis merudukan badan nya sejajar dengan nya.
"sekarang kaki nya pura pura sakit tapi besok bisa jadi mata kakak bakal sakit beneran. Jangan lihat lihat Daddy ku nanti mata kakak bisa di congkel sama mommy ku." Kata nya lalu berlalu kembali pada Adrian sambil berlari kecil.
Adrian menggandeng tangan kecil Zizi sambil berjalan sedang Zizi kembali melihat ke arah Gadis dan menjulur kan lidah nya.
wle.........Zizi mengejek Gadis yang masih terpukau dengan wajah tampan Daddy Zizi.
Adrian sadar siapa sebenar nya gadis yang bicara dengan putri nya.Dia Gadis yang di maksud mama nya dan Gio menantu nya.
" Dasar anak zaman sekarang kenapa tidka banyak banyak istigfar....
" Daddy..Zizi...
Hai aku kembali lagi maaf ya karena up lama sekali insya allah author akan berusaha untuk tetap up setiao ada waktu.jangan lupa dukung terus ya lewat like vote dan komen positif nya.
__ADS_1