
Saat ini mereka sedang menikmati makan malam bersama.semua berkumpul di meja makan yang cukup besar.ada tuan Sanjaya beserta anak istri dan menantu serta cucu nya.ada Giovano berserta orang tua nya yang masih berada di rumah Adrian.dan juga tuan Kang bersama istri dan Anak anak nya.mereka tidak memiliki hubungan darah namun mereka sudah seperti keluarga besar.
" kang...kapan kau kembali ke korea???" tanya tuan Sanjaya pada tuan Kang.
" di usir tuh..!!" Jhiko terkekeh mendengar ucapan saudara kembar nya.
" opa di usir tuh...sama kakek!!"" kali ini tanpa malu Ziko mengutarakan apa yang ia katakan tadi pada Jhiko.
" Ziko......!!!"Adrian menegur sang anak yang tengil nya minta ampun.
" maaf dad..."kata Ziko.
" sudah lah Adrian aku sudah mengerti dengan sifat anak kembar mu.mungkin karena mereka lahir prematur menyebabkan mereka usil jahil dan tengil" kata tuan Kang sambil terkekeh.
" kata dokter anak yang lahir prematur jika ia pintar maka akan sangat pintar tapi jika mereka tidak di beri pelajaran maka mereka akan bodoh sebodoh bodoh nya orang."
" laaaa kalau ini mah kelewat tengil usil jahil... efek lahir prematur kali yaaa" kata Rizky.sambil meledek sang adik yang mulai cemberut mendengar kata kata nya.
" betul.....tuh..." tiba tiba Gio ikut membenar kan kata kata Rizky.
tiba tiba Pandu sang pengawal pribadi masuk ke dalam ruang makan.
" maaf menganggu tuan" kata Pandu sambil membungkuk kan badan nya.
" ada apa kemari lah" kata Adrian.Pandu melangkah kan kaki nya mendekati Adrian.namun mata nya melirik ke arah sang gadis pujaan yang gagal di miliki nya.tanpa sengaja mata nya bertemu dengan mata Giovano yang tau saat ia mencuri pandang pada istri kecil.membuat Giovano merasa cemburu karena tatapan Pandu mengisyaratkan cinta yang membara.
CEMBURU satu kata yang tersirat dari mata Giovano saat ini.begitu terlihat jelas bahkan tak bisa tertutupi.
" ssssshhhhh.....panas.....panas....panas....." kata Jhiko.
" iya nich panas...uuuhhhhh panas...." kata Ziko yang mengerti kemana maksud adik kembar nya.namun ke usilan mereka terhenti seketika saat mata mereka melihat ke arah Giovano yang sedang melotot ke arah mereka.
__ADS_1
mereka menundukan kepala nya sedang kan Rizky dan Fian yang melihat langsung terkekeh mereka begitu geli melihat tingkah sang adik yang selama ini tidak ada yang bisa mencegah ketengilan mereka.namun kali ini mereka sudah ketemu pawang nya.yaaa siapa lagi kalau bukan Giovano.suami dari kakak nya.
" deeeehh...belum ada satu hari sudah belagu jadi kakak ipar" bisik Ziko pada Jhiko yang langsung mengangguka kan kepala nya.
" aku bukan orang baru disini aku penghuni lama.kamar yang kalian tempati dulu kamar ku.jauh sebelum kalian lahir aku sudah ada di rumah ini.jadi berhati hati lah kalau mau bicara pada ku" kata Gio.
semua yang melihat hanya tersenyum melihat bagai mana Gio mengerjai tiga bocah tengil yang sangat di sayang itu.mereka mengerti kalau Gio lah bisa menjinak kan tiga tengil gak ketulungan itu.dengan pengaruh kartu kartu yang berderat di dompet nya ia bisa mengendalikan si kembar tengil.
Adrian selalu mengajari anak anak nya jika mengingin kan sesuatu mereka harus mengumpul kan uang mereka sendiri bukan dengan meminta apa daddy atau kakek nya.
" untung aja kaya..."
" untung aja kakak cinta"
" untung aja.....
" ciye...ciye......"
" emang kenapa kan betul suami ku ganteng gak kayak kalian.udah item jelek idup miskin lagi."
" cih.... siapa yang miskin coba"
" ya kalian lah....."
" mana kami kan anak daddy...."
" cih....yang kaya kan daddy bukan kalian.kakak tau kalian gak punya duit kan sekarang"
" memang nya kakak kaya.....????" tanya Ziko.
" kaya lah....." kata Calista sambil menadah kan tangan nya pada Giovano.Giovano langsung mengerti langsung memberikan dompet beserta isi nya pada sang istri nya.
" nich......" kata Calista sambil meletak kan dompet Gio di atas meja.
__ADS_1
" aku juga kaya......" kata Jhiko sambil ikut menadah kan tangan nya pada sang kakek yang ada di samping nya.berharap sang kakek memberikan dompet nya seperti Gio memberikan dompet nya pada istri nya.namun aksi nya tidak di hiraukan oleh sang kakek malah memberikan serbet untuk mengelap meja makan.membuat si tengil langsung cemberut.Calista yang melihat langsung tertawa.
" iya...kamu memang kaya....kaya monyet" kata Fian sambil ikut meledek.
" sudah....sudah...makan...jangan ribut sesama monyet jangan berkelahi" tuan Kang ikut memberi warna di meja makan.
" ooopppppaaaaaa....." suara Calista, Jhiko, dan Fian bersamaan merajuk pada Tuan Kang.sedangkan tuan Kang hanya terkekeh.
makan malam kali ini sungguh berbeda bagi mereka masing masing.ada kehangatan di dalam rumah tersebut,penuh cinta, dan juga senda gurau.seakan akan tidak pernah ada duka karena mereka saling mendukung satu dan yang lain nya.
setelah makan malam selesai mereka kembali ke kamar masing masing terutama anak laki laki di rumah itu karena mereka harus melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang siswa.sedang kan para orang tua semua berkumpul di belakang rumah tak terkecuali pengantin baru.namun hanya mempelai laki laki saja yang ikut sedang kan mempelai wanita nya langsung masuk ke kamar karena ada tugas kampus yang harus di selesai kan nya malam ini juga.
mereka berkumpul di teras belakang sambil bercengkrama bercerita tentang masalalu.mulai dari kisah cinta Adrian dan Safira hingga pernikahan tuan Kang dan Nadia yang selisih dua puluh tahun.tapi hanya Giovano lah yang tampak gelisah duduk di antara para orang tua.
semua orang melihat tingkah Gio yang begitu terlihat gelisah.tubuh nya di teras namun hati dan pikiran nya ada di lantai tiga di dalam rumah mewah tersebut tepat nya di sebuah kamar.mata Gio selalu memperhatikan kamar di mana mempelai wanita berada.para orang tua mengerti kegelisahan Giovano.tiba tiba lampu di kamar pengantin padam.menandakan sang mempelai wanita sudah mau tidur.kegelisahan Gio semakin terlihat sebentar sebentar kelapa nya menengok ke arah jendela kamar yang sudah padam lampu nya.sebentar nya lagi melihat ke arah jam yang melingkar di tangan nya.
semua tingkah laku Giovano membuat orang yang melihat nya terkekeh.mereka sengaja mengerjai nya di malam pengantin nya.
" kayak nya ada yang bisulan dech disini.dari tadi duduk nya gelisah sekali" kata Safira menyidir Giovano.sedang yang di sindir masih asyik dengan kegelisahan nya.sampai sampai tak mendengar ucapan ibu mertua nya.
" Gio....kau merindukan nya????" tiba tiba Adrian bertanya.pertanya an nya membuat Gio yang sedang memperhatikan kamar menjawab sekena nya.
" iya....sangat...." jawab nya yang langsung di sadari nya membuat nya tersipu malu.
" sana pergi...cari istri mu jangan pernah mengabai kan nya.rugi nanti kamu" kata kata Adrian bagai oase ditengah gurun untuk Giovano yang langsung bangkit dari duduk nya dan langsung pergi tanpa permisi.membuat semua terheran heran namun langsung tertawa bersama melihat tingkah sang pengantin pria.
__ADS_1
dukung author lewat like dan vote nya ya jangan lupa mampir di karya ku lain nya berjudul TERPAKSA MENIKAH TIGA KALI.