KEKASIH MASA DEPAN

KEKASIH MASA DEPAN
SAH


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu akhir nya tiba.semenjak kejadian dimana Calista menolak Giovano gadis itu terlihat murung.ada rasa bersalah nya yang bersemayam dalam hati.namun ada rasa ketakutan karena belum siap menjadi istri sepenuh nya.



Hari ini Calista dan Giovano melaksana kan ijab kabul dengan wali Adrian sendiri atas ijin dari ayah kandung Calista.sebelum pernikahan Calista di langsungkan Adrian dan Safira menemui Herman ayah kandung Calista.namun ia menolak menikah kan anak kandung nya ia malu akan perbuatan nya kala itu yang mencoreng nama keluarga.ia tidak ingin anak nya malu memiliki ayah seperti nya.setelah perceraian nya dengan Safira yang membuat heboh seluruh kampung membuat Herman di kucil kan keluarga nya.



Disini lah saat ini mereka berada di ruang tamu yang di dekor menjadi ruang akad nikah.terdengar suara Adrian menikah kan Calista dengan suara bergetar dan di sambut dengan ucapan ijab kabul balik dari Giovano.



" SAH..."


" SAH...."


" SAAAAHHH....." beberapa orang di dalam menjadi saksi pernikahan Gio dan Calista.



pernikahan Gio dan Calista di lakukan secara tertutup.Calista tidak mau pernikahan nya di gelar secara besar besaran karena ia belum bisa menerima situasi saat ini.sedang kan Gio berusaha dengan gigih agar Calista benar benar menjadi milik nya.hanya ada beberapa orang di dalam ruangan tersebut.paman Adrian yang menjadi dokter keluarga dan juga pengacara keluarga mereka.tak lupa orang tua kandung Giovano juga hadir begitu juga adik adik nya.bahkan Tuan kang tidak melewat kan kesempatan ini.ia hadir membawa anak beserta istri nya Nadia.



" sayang...."



"Daddy....." Adrian memeluk Calista yang bersimpuh memohon doa restu pada Adrian.


Adrian begitu menyayangi Calista meski ia bukan darah daging nya.Adrian menitikan air mata nya di hadapan semua orang.lalu ia berganti memeluk Giovano sebagai tanda ia menerima Giovano sebagai menantu nya.


" aku titip dia...jaga dia...sayangi dia....jangan kau sakiti dia...." kag Adrian saat melepas pelukan nya.



" aku berjanji pada mu kak"



" daddy..." kata Adrian membenar kan kata sebutan Gio padanya.



" aku sekarang mertua mu" kata Adrian sambil terkekeh.



" ah...iya maaf aku lupa kakak mertua"



" apa kakak tua" kata Jhiko yang mendengar sebutan Giovano pada Daddy nya.


" wah....parah niiii masak iya daddy di panggil kakak tua"


" pecat aja jadi menantu sebelum jadi hantu"

__ADS_1



suara si kembar langsung membuat semua tertawa.sedangkan Safira langsung melotot dan membuat gerakan memotong leher membuat si kembar tengil menutup mulut mereka dan langsung lari ngibrit gak tau kemana.



pernikahan sederhana itu terus berlanjut di belakang rumah yang sudah di hias menjadi pesta kebun untuk para tamu yang sebagian adalah kerabat keluarga terpercaya.



sedangkan di lain tempat tepat nya di taman yang tak jauh dari tempat pesta kebun tersebut duduk delapan orang laki laki berbeda generasi ada pak tejo sopir Adrian ada Rizky dan Fian yang asyik dengan sosis bakar nya ada si kembar yang lagi melirik pria di samping kakak laki laki nya.ya siapa lagi kalau bukan Pandu Erlangga pemuda tampan yang diam diam menaruh rasa pada putri majikan nya.



" begitulah cinta....seperti hikuman mati kalau gak di tembak ya pasti di gantung kalu gak mati yaaaa di tinggal kawin dah" kata Ziko mulai menggoda Pandu.



" kak bisa beliin aku balon gak"



" balon???"


" iya ..tapi balon yang bikin nyesek"


" emang ada balon yang bikin nyesek???"



" ada kak...balon jadian sudah di tinggal"




si kembar tertawa geli melihat reaksi Pandu yang hanya tersenyum kecut.



" kan dulu sudah aku kenalin sama kak Gio bersaing yang sehat siapa cepat dia yang dapat"



" tapi percuma juga bersaing dengan kak Gio.soalnya kak Gio kan cinta mati nya kakak sampai sampai bela bela in ke rusia sendiri buat ketemu kak Gio"



" kok kamu tau"



" upss.....salah ngomong dech gue" Riko menutup mulut nya saat mengatakan Calista pernah ke rusia seorang diri.



" gak..gak..kak...gak...aku gak tau apa apa cuma asbun aja"Riko mencoba berkelit.

__ADS_1



semua kembali pada makan nan di hadapan mereka.sedang kan Pandu masih dengan raut wajah kecewa nya.melihat pujaan hati nya sudah sah menjadi milik orang lain.



malam semakin larut acar pesta sudah berakhir sedari tadi.sebelum adzan dzuhur berkumandang acar ijab kabul yang di adakan pukul sembilan pagi di sambung dengan pesta yang di laksana kan sesaat sesudah akad nikah.


flasback on...



setelah semua tamu pulang mereka kembali masuk ke dalam rumah.tak terkecuali kedua mempelai pengantin yang langsung menuju kamar penganti yang terletak di kamar Calista di lantai tiga.


Calista begitu gugup saat memasuki kamar nya bersama Gio yang benar benar sudah sah menjadi suami nya.Gio memandang Calista yang begitu cantik berbalut pakaian kebaya pengantin berwarna peach.membuat nya terlihat anggun dan begitu lembut semakin memamcar kan pesona kecantikan nya.


Gio mendekati istri kecil nya lalu memeluk nya dari belakang.Calista terkejut dengan apa yang di lakukan Giovano.



" terimakasih...." kata Giovano sambil memeluk istri kecil nya dari belakang



" untuk...???"Calista bertanya tanya dengan ucapan Giovano.



" terimakasih sudah menerima ku menjadi suami mu.aku berjanji akan menjaga mu dan membahagia kan mu."



" dan maaf kan aku yang bodoh ini jika suatu saat aku melakukan kesalahan yang melukai mu.aku juga tau kau belum siap dengan pernikahan ini" Calista terdiam saat Giovano mengatakan apa yang ada di dalam hati nya saat ini.



Giovano memutar balik tubuh Calista.saat ini mereka saling berhadapan satu dan yang lain.tangan Giovano masih melingkar di pinggang Calista namun perlahan sebelah tangan nya naik ke punggunh Calista lalu bergerak ke tengkuk nya.perlahan Giovano mendekat kan wajah nya ke wajah istri kecil nya saat ini.ia terua mendekat kan wajah nya lalu memiringkan sedikit wajah nya.



Giovano menyatukan bibir nya dengan bibir Calista.secara perlahan ia mulai \*\*\*\*\*\*\* dan menyesap bibir manis istri kecil nya.perlahan dan semakin dalam ciuman itu berlangsung cukup lama membuat Calista berkeringat dingin.



Giovano menyadari apa yang terjadi pada istri kecil nya.ia sadar gadis yang sudah sah menjadi istri nya saat ini belum bisa menerima semua ini.perlahan Gio melepas pagutan nya memberi ruang untuk menghirup oksigen.



" aku tau apa yang ada di dalam pikiran mu.aku tau kau belum siap...aku akan menunggu sampai kau siap menjadi istri ku lahir dan batin" kata kata Gio membuat hati Calista berdebar.



" sebaik nya kita istirahat aku tidak akan meminta hak ku.tenang lah jangan khawatir"



kata kata Gio membuat sedikit hati Calista lega.hanya sedikit namun banyak kecewa karena ia tidak bisa menjadi istri yang baik antara takut dosa dan ketakutan yang tidak tau apa arti dari ketakutan nya.

__ADS_1



" flasback off....


__ADS_2