
dugh...Alex berlutut di hadapan Calista saat ini.Gio mencoba membangun kan Alex namun di tahan oleh Alex.
" aku tau aku salah....aku tau kalau aku sudah begitu menyakiti nya.tapi aku baru menyadari saat ia pergi dari ku.bahwa aku begitu mencintai nya.sikap ku yang dingin membuat nya pergi dari ku.tapi aku begitu mencintai nya hingga tanpa sadar aku menyakiti nya.maaf kan aku....dan aku mohon kata kan pada ku di mana anak dan istri ku saat ini berada." kata Alex sambil memegang kaki Calista.
Gio yang melihat alex menyentuh istri kecil nya meski di kaki nya sebenar nya sangat marah namun ia mencoba mengerti situasi saat ini.ia betul betul dangkol melihat Alex yang tanpa se ijin nya menyentuh istri nya.
" aku tidak akan mengatakan dimana mereka saat ini.aku ingin kau merasakan sakit yang mereka rasakan selama ini." kata Calista meski lembut namun sangat menyakit kan hati Alex.
sambil berlalu meninggal kan ruangan Giovano.namun langkah nya terhenti saat akan membuka pintu ruangan tersebut.ia memalingkan wajah nya melihat ke belakang.
" Narendra bramantyo, Darendra Bramantyo dan Naura bramantyo.itu nama anak anak mu" kata Calista sambil menatap Alex yang baru saja berdiri di bantu Giovano.
" dan kau hubbie.... jika kau masih mau disini bersama penjahat wanita ini maka silah kan saja.aku akan pulang dengan taksi dan mulai malam ini kau tinggal pilih mau tidur sm Ziko atau Riko kau bisa memilih salah satu adik ku untuk menemani mu tidur setiap malam jika kau masih disini." kata kata Calista yang sempat membuat nya bahagia saat Calista menyebut nya dengan panggilan Hubbie raut wajah nya langsung berubah ketakutan mendengar ancaman istri kecil nya yang menyuruh nya tidak tidur bersama malam ini.
" maaf kan aku Alex aku tidak bisa menemani mu.tapi aku akan membantu mu mencari tau dimana keberadaan istri mu melalui istri ku" kata Gio sambil menepuk pundak Alex lalu melangkah pergi meninggal kan Alex sendiri di dalam ruangan nya.
" cih dasar bucin..." kata Alex sambil tersenyum kecil saat melihat wajah ketakutan Giovano.namun senyum itu langsung pudar saat ia mengingat istri dan ketiga anak anak nya.
Gio berlari mengejar istri nya yang sudah berada di depan pintu lift.
" kenapa mau pulang...???? takut tidur sama Ziko atau Riko???" Gio langsung menganggukan kepala dengantatapan memelas.
" bagus...kalu tidak kau bisa tidur sama oyen kalau perlu" seketika mata Giovano membulat tak percaya dengan apa yang di kata kan istri kecil nya.
" apa kata nya tadi.....ku tidur sama oyen???!! kalau saja tidak sedang datang bulan kalau tidak sudah ku pasti kan kau akan menerima hukuman dari kata kata mu.aku akan membuat mu merintih di bawah ku sepanjang malam." kata Gio dalam hati.
" kenapa masih di situ mau pulang gak..!!" kata kata Calista membuat Giovano terkejut dan langsung masuk kedalam kotak besi tersebut.
Mereka melangkah kan kaki menuju parkiran untuk para petinggi di perusahaan tersebut.mereka masuk ke mobil tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.selama dalam perjalanan Gio terus berpikir bagaimana cara nya mencari informasi keberadaan Naina istri dari sahabat nya tersebut.
__ADS_1
" eeeee....sayang.."
" ssssstttttt......jangan bersuara apa lagi bertanya di mana Naina." kata Calista memutus kata kata Giovano.
" aku kan belum ngomong apa apa"
" tapi kamu mau tanya dimana Naina.iya kan....??" Giovano mencoba berbohong dengan menggelengkan kepala nya.
" jangann berbohong padaku kalu sampai kau berbohong....tidur sama oyen...!!!" Giovano langsung menelan saliva nya saat mendengar ancaman istri kecil nya.
" kenapa takut.....?"" lagi lagi Giovano mengangguk kan kepala nya.
" bagus...suami pintar...tidak rugi aku memilih mu menjadi suami ku meski kau sudah tua" kata kata Calista langsung membuat Giovano mengerem mendadak.beruntung jalan di lalui mereka saat ini sudah memasuki area perumahan elit jadi tidak baya kendaran yang lalu lalang.
" kau bilang apa tadi??? tua....??? " Giovano menekan kan kata tua yang di sebut istri tadi.Calista hanya menelan saliva nya melihat Giovano marah.
" kalau seandai nya kau tidak datang bulan aku sudah menghukum mu berani mengatakan aku tua dan itu lagi apa....kau menyuruh ku tidur sama oyen....????" otak licik Gio mulai bekerja saat melihat istri kecil nya ketakutan.
cup...tiba tiba Giovano mencium bibir Calista dan langsung ******* nya.tangan nya mulai bekerja bergerilya kesana kesini.tanpa memberikan jeda pada istri nya yang bsudah kehabisan oksigen ia terus mencium dan menyesap habis bibir yang selalu membayangi nya selama dua belas tahun.
Giovano melepas kan ciuman nya saat melihat istri kecil nya benar benar kehabisan oksigen.Calista memanfaat kan itu untuk menghirup udara sebanyak banyak nya.namun saat belum puas ia menghirup udara Giovano kembali ******* bibir nya tampa ampun dan kini ciuman itu semakin menuntut dan membuat Giovano mulai terbakar gairah nya.
tok...
tok..
tok...
suara kaca mobil di ketuk seseorang dari luar.membuat Giovano menghentikan aksi nya lalu ia membuka kaca mobil nya.saat kaca mobil terbuka ia melihat Adrian sudah ada di samping mobil nya.
__ADS_1
saat itu Adrian baru saja pulang dari kantor namun ia melihat mobil milik Giovano parkir di dekat rumah.lalu ia bergegas turun dari mobil untuk mencari tau penyebab Gio memberhentikan mobil nya padahal jarak rumah nya tinggal beberpa meter lagi.
" kak Adrian..." kata Giovano
tuk...
" kak...kak...kak.... aku ini mertua mu bukan kakak mu lagi pula kenapa kalian disini dan tidak langsung pulang." kata Adrian yang mulai berpikir untu mengerjai anak dan menantu nya.
" eee....anu..."
" ee....anu....apa???" tanya Adrian
" aku melihat mobil mu bergoyang goyang.apa yang kalian lakukan disini kenapa tidak di kamar saja" kata kata Adrian membuat mata Giovano dan Calista membulat.
" kami gak ngapa ngapain kok dad...." kata Calista mencoba berkelit.
" gak ngapa ngapain kok mobil ini goyang goyang" tanya Adrian lagi.Calista yang sadar kalau Adrian sedang mengerjai nya mulai berpikir utuk membalas Adrian.ia mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya dan mencari nomer kontak seseorang yang tak lain ibu nya.saat ia menemukan nya ia langsung menghubungi Safira.
" mommy....." jerit Calista saat sambungan telfon di angkat Safira.saat menoleh ke arah Adrian ia sudah melihat sang Daddy lari kocar kacir seperti di kejar hantu.
Adrian tau kalau Calista ingin mengadu pada istri nya ia buru buru kembali masuk kedalam mobil dan memerintahkan sopir untuk jalan.
" dasar bucin baru gitu aja langsung lari" kata Giovano yang melihat tingkah Adrian hanya tertawa cekikikan.
" sama sama bucin gak usah saling meledek dech" tiba tiba Calista nyeletuk membuat Giovano memalingkan wajah nya garang.
" mau di hukum lagi...???" tanya nya sedang kan yang di tanya langsung menggelengkan kepala nya.
" tunggu hukan mu beberapa hari lagi" kata Giovano sambil menghidup kan mesin mobil dan menjalan kan nya menyusul mobil Adrian yang sudah melewati pintu gerbang yang tinggi menjulang.
__ADS_1
bersambung.
dukung author terus ya jgn lupa like rate dan vote nya buat ku.jangan lupa mampir di karya ku yang lain nya TERPAKASA MENIKAH TIGA KALI.