
Setelah kepulangan Naina dan Alex dari rumah nya Calista saat ini sedang duduk di pinggir tempat tidur.ia tampak melamun entah apa yang di pikir kan nya saat ini hingga ia tak menyadari sang suami sudah masuk ke dalam kamar dan sudah sedari tadi duduk di belakang nya.Gio terus melihat istri nya yang sedang melamun ia juga tak tau apa yang di pikir kan oleh istri kecil.Gio berpikir kalau istri nya sedang memikir kan permintaan nya saat ia bersama keluarga besar mereka meminta seorang cucu dan keponakan untuk nenek dan para adik adik nya.Gio juga mengharap kan itu namun ia belum berani karena takut istri nya yang masih muda belia belum siap lahir dan batin.
" sayang apa yang kau pikir kan hhhhmmmm"Kata Gio sambil memeluk istri nya dari belakang.Calista terkejut saat suami nya memeluk nya dari belakang.
" sejak kapan mas disini..."
" jangan jawab pertabyaan ku dengan pertanyaan...."
" sekarang kata kan apa yang pikir kan hingga kau tak menyadari aku sudah berada di belakang mu"Calista hanya menggeleng kan kepalanya.ia mencoba menutupi apa yang ada di dalam pikiran nya saat ini.
" kalau kau memikir kan permintaan kamu tadi sebaik tidak usah aku tau kau belum siap" Gio berpindah tempat saat ini ia duduk di samping istri nya sambil menggenggam tangan nya.Gio menggenggam tangan istri nya memberikan kecupan kecil du sela jari jari nya.
" apa ku ingin memiliki seorang anak....."pertanyaan Calista membuat Gio menghentikan kegiatan nya menciumi tangan istri kecil dan mentap wajah nya dalam dalam.
" sangat......" satu kata yang menyentuh hati Calista paling dalam membuat wajah nya kembali tertunduk.
"tapi kau tidak usah khawatir aku bisa menunggu sampai kapan pun kau siap"Gio mengangkat wajah istri nya agar menatap wajah nya.Calista melihat ada rasa kecewa tersirat di dalam mata suami nya namun senyum nya menyirat kan tanda kepasrahan akan keputusan nya.
Calista memandang suami nya dalam dalam ia mencoba untuk mencari alasan yang tepat untuk menolak untuk memberi nya keturunan saat ini atau memberikan nya sebagai wujud cinta yang begitu besar.kekecewaan yang tersirat masih mampu dilihat Calista meski Gio menutupi nya dengan senyum nya.
__ADS_1
Calista terus menatap suami nya namu hati kecil dan pikiran beradu argumen.
" lihat lah suami mu begitu tampan siapa saja pasti akan tergoda jika kau memberikan apa yang di ingin kan nya pasti dia tidak akan tergoda wanita lain" kata hati mulai bicara.
" kau masih muda belum waktu untuk mengurus anak bahkan teman teman mu tidak tai kau sudah menikah apa kata mereka sebaik nya nikmati duly masa muda mu"pikiran Calista mulai memprovokasi.
" kau lihat Naina suami nya begitu mencintai nya setelah mereka memiliki keturunan" hati kembali berkata.
" sudah lah jangan kau dengar kan kata hati mu pikir kan masa muda mu jangan kau sia sia kan"pikiran kembali memprovokasinya.
Calista menggelengkan kepala nya mencoba mengusir yang ada dilam pikiran nya.
" maaf...." satu kata meluncur dari bibir istri kecil nya.namun Gio hanya tersenyum masih terus memandang istri kecil nya.Calista masih melihat kekecewaan di balik senyum suami nya.setelah mendengar satu kata dari istri nya Gio mengusap pipi istri nya.ia mengerti arti dari kata maaf yang di kata kan istrinya.Gio berdiri lalu membalik kan tubuh nya ingin keluar dari kamar agar kekecewaan itu tak terlihat istri kecil nya.
namun langkah nya terhenti saat istri kecil nya menahan nya.
" maaf kalau selama ini aku egois hanya memikirkan diri ku sendiri.tapu sekarang aku siap kapan pun kau mengingin kan nya" kata kata Calista membuat senyum Gio melebar.ia mebalik kan tubuh nya dan kembali bersimpuh di hadapan istri nya.ia mencoba mencari jawaban tanpa bertanya apakah pernyataan sang istri berasal dari lubuk hati atau hanya sebuah keterpaksaan.
Gio lama menatap istri nya namun ia tak melihat sedikit pun keraguan di mata istri kecil nya.
__ADS_1
" apa kau yakin.....???"Calista hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban penuh kepastian tanpa keraguan.perlahan Gio mendekati wajah istri nya ia meraup bibir manis yang menjadi candu bagi nya.ia mengecap dan menyesap pelan dan lembut namun ada tuntutan untuk di tuntas kan.perlahan ia membaring kan tubuh istri nya dengan bibir masih melekat dan berpagut indah.tangan nya mulai bergerilya dan dalam sekejap ia sudah berhasil melepas dress rumah milik istri nya.
Semakin malam udara semakin dingin apalagi hujan turun begitu deras di sertai angin yang cukup kencang.namun udara dingi tak bisa mengalah kan udara panas yang ada di dalam kamar Gio dan Calista.udara panas yang tercipta dari dua insan yang bercumbu tanpa mengenal lelah dan angin berhembus kencang seperti birahi mereka yang juga kencang di usia muda.tak mengenal apakah sudah berapa lama mereka melakukan nya dan berapa kali mereka bersama sama sampai di puncak nya.
Gio menarik diri nya dari atas tubuh istri yang sudah terlihat lelah dengan keringat yang membanjiri wakah cantik nya.
" terimakasih sayang..." ucap Gio sambil mengecup kening sang istri dan merengkuh nya masuk ke dalam pelukan nya.Calista tampak begitu lelah namun ada senyum yang menyirat kan ke bahagian nya.ia ingin memberikan suami nya seorang anak yang selama ini tidak berani di ungkap kan namun sekarang ia tau bahwa keputusan nya memberikan sang suami seorang anak adalah keputusan yang benar dan tidak akan pernah salah.tak lama ia menutup mata nya dan terlelap dalam pelukan sang suami.sedang kan Gio yang melihat sang istri sudah terlelap tersenyum bahagia.ia tak menyangka secepat ini istri nya mau memberikan nya seorang anak padahal ia bersedia menunggu dua atau tiga tahun lagi namun kesabaran dan keikhlasan nya mampu mengegerak kan hati istri kecil nya.Kekasih masa depan nya yang sudah ia tunggu selama dua belas tahun.
satu bulan kemudian........
hiks....hiks.....hiks.....suara tangisan Calista di meja makan membuat semua orang bingung tak mengerti sedang Gio hanya terlihat pasrah sudah beberapa hari ini ia selalu saja saah dalam bersikap di hadapan istri kecil nya.seperti saat ini ia hanya salah mengambil kan ayam untuk istri nya.Calista meminta nya mengambil kan ayam goreng bagian paha atas namun Gio mengambil kan bagian bawah nya.al hasil dalam sekejap air mata Calista melucur di sertai kata kata yang tidak enak di dengar.
" kamu gimana sih...aku kan minta paha atas kenapa kamu kasi yang bawah.kalau kamu tidak bisa memilih sebaik nya sana biar aku ambil sendiri kamu pikir aku bisa makan ini kau hanya mau makan itu" Calista langsung menangis membuat Gio kelabakan.Adrian dan Safira yang melihat situasi seperti itu saling memandang lalu tersenyum penuh misteri entah apa yang ada di balik senyum kedua orang tua Calista.
" sayang........
bersambung.
dukung author terus ya jgn lupa like rate dan vote nya buat ku.jangan lupa mampir di karya ku yang lain nya TERPAKASA MENIKAH TIGA KALI.
__ADS_1