
" sayang..." panggil Adrian pada Safira istri nya.
" iya mas..." Safira menghampiri suami nya yang tengah menggendong zivana.
" seperti nya zizi sakit" kata Adrian singkat membuat nyonya Laras juga menghampiri nya.
Safira menyentuh kening Zizi dan Safira merasakan zizi putri kecil nya demam yang begitu tinggi.
" ya udah Adrian panggil dokter " kata nyonya Laras yang ikutan panik.
Adrian membawa Zivana masuk ke dalam kamar nya dan meletak kan nya di tempat tidur bergambar barbie.Safira segera menghubungi dokter keluarga dan tak lama kemudian sang dokter datang lalu memeriksa zizi.
" biar kan dia istirahat jika panas nya belum turun juga sebaik nya bawa ke rumah sakit" kata paman Dokter yang memeriksa zizi.
" kakek dokter" sapa Zizi pada dokter yang notabene nya paman Adrian adik dari tuan Sanjaya.
" iya sayang..kamu jangan bergerak dulu ya...minum obat nya biar cepet sembuh" kata dokter.
" apa Zizi mau mati seperti nenek Wati" emua tersentek kala mendengar kata kata gadis kecil tersebut.
" sayang kamu bilang apa?? gak boleh ngomong begitu kamu harus sembuh kamu harus jaga in daddy sama mommy" kata Adrian duduk di samping zivana.
" Daddy...." kata Zizi lirih lalu tak sadar kan diri.
Semua panik tak terkecuali dokter dan kembali memeriksa kondisi Zizi.
" sebaik kita bawa segera ke rumah sakit seperti nya Zivana tidak bisa menahan panas di dalam tubuh nya" kata Dokter paman Adrian.
Adrian meraih tubuh kecil Zivana lalu keluar dari kamar sambil berteriak memanggil salah satu pengawal nya yang merangkal menjadi spoir pribadi nya.
" Aldo....siapa kan mobil " kata Adrian.Aldo sang sopir kepercayaan Adrian langsung sigap dan membawa mobil tepat dihadapan tuan nya kala Adrian sudah di depan pintu.
Safira yang terlihat panik juga ikut masuk ke dalam mobil.Mobil meluncur langsung ke rumah sakit milik keluarga Hadininggrat.sesampai nya di rumah sakit seluruh dokter dan perawat menjadi panik kala melihat pemilik rumah sakit datang membopong putri nya.
__ADS_1
" cepat..tangani dia...dia pingsan" kata Adrian panik sedang kan Safira sudah menangis karena panik dengan kondisi putri angkat nya yang malang.
" Adrian...sabar lah...dan tenang kan diri mu...paman sendiri yang akan menangani nya" kata Dokter Bambang paman Adrian yang sudah menyusul mereka dari belakang bersama tuan Sanjaya.
Mereka menunggu begitu gelisah di depan ruang unit gawat darurat.Tak lama kemudian keluar Dokter Bambang dari dalam UGD.
" seperti nya putri mu terkena serangan demam berdarah dan typus secara bersama an" kata dokter.
" aku akan memerintah kan perawat memindah kan nya di ruangan VVIP milik keluarga" kata paman Dokter.
Safira terduduk lemas ia teringat ketika Calista sakit yang sama dulu.Adrian hanya bisa memeluk istri menenang kan nya.
" gak papa sayang Zizi anak yang kuat" kata Adrian sambil menunggu Zizi di pindah kan ke ruang rawat inap.
" tapi mas.....aku rasa Zizi tidak pernah memakan yang aneh aneh dech.aku selalu memperhatikan makanan nya tapi bagai mana dia bisa terkena typus.Bahkan waktu makan nya pun aku tidak pernah terlambat." kata Safira di dalam pelukan suami nya.
Tak lama kemudian keluar lah Zizi yang sudah mengenakan pakai an pasien kecil dan sedang terbaring lemah di atas brangkar.Adrian dan Safira berjalan berdampingan di sisi kanan dan kiri brangkar Zizi.
" jangan tinggalin Zizi ya..!" kata Zizi.
" mommy disini sayang daddy juga...sebentar nenek dan kakak Fian datang menyusul nemani Zizi" kata Safira sambil tersenyum lembut.
Brankar Zizi sudah smapai di ruangan nya Adrian memindah kan tubuh kecil putri nya ke tempat tidur di ruang VVIP.Tak lama masuk lah nyonya Laras dan Fian ke dalam ruangan tersebut.
" selamat malam" tak lama berselang masuk lah Dokter Ilham salah satu dokter umum termuda di sana.
" selamat malam dok" jawab semua orang di dalam ruangan tersebut.
" selamat malam cantik " sapa dokter Ilham pada Zizi yang tersenyum pada nya.
" selamat malam.dokter ganteng" kata Zizi membalas sapaan dokter Ilham semua tergelak mendengar Zizi membalas sapa an Dokter Ilham.Namun berbeda dengan Fian yang langsung terlihat dingin seperti sedang marah.
__ADS_1
" sini biar di pasangin infus dulu ya biar cepet sembuh" kata Dokter Ilham meraih tangan mungil milik Zizi.Fian seperti meradang tangan nya terkepal kuat hingga ruas jari nya memutih saat melihat tangan Dokter Ilham meraih tangan Zizi.
Zizi sedikit menahan sakit di tangan nya kala jarum suntik menembus kulit halus nya.Tak lama kemudian selang infus sudah terpasang dan dokter menyuntikan obat di infus Zizi.
Setelah kepergian Dokter Ilham Safira duduk di samping Zizi.sedangkan nyonya Laras dan Fian duduk di sofa.Zizi melihat ke arah Fian lalu tersenyum manis pada sang kakak.Namun tak ada balasan dari Fian membuat gadis kecil itu murung.Fuan hanya melengos kan wajah nya ia masih marah kala mendengar Zizi memanggil dokter Ilham dengan sapa an special.
Safira keluar bersama nyonya Laras untuk membeli beberapa keperluan Ziz.Tinggalah Zizi dan Fian di dalam ruangan tersebut.
" kak...kakak kenapa...apa kakak marah sama Zizi" tanya Zizi memberani kan diri.
Fian hanya mendengus kan wajah nya lalu menatap Zizi dengan tanpa senyum.
" kak...." panggil Zizi lirih.lagi lagi Fian mendengus kasar nafas nya.
" kamu masih kecil jangan ganjen ganjen sama orang yang sudah tua" kata Fian namun Zizi semakin bingung.
" apa itu ganjen kak...apa itu makanan seperti yang kakak berikan kemarin" tanya Zizi membuat Fian semakin kesal.
" sudah lah...besok besok jangan pernah bilang siapa pun ganteng di depan kakak.Kamu ngerti gak..!!?" kata Fian sedikit keras.Zizi hanya menggelengkan kepala nya tanda tak mengerti.
" aaahhhhh....sudah lah" Air mata Zizi mulai mengembun di mata cantik nya membuat Fian menjadi serba salah.
" apa salah Zizi kak..kenapa kakak marah sama Zizi" kata Zizi lalu berlinang air mata nya.Fian yang melihat adik nya menangis lalu memeluk nya dan menenangkan ya.
" ssstttt..gak..gak...kamu gak salah apa apa..kakak yang salah sudah kasi kamu makanan gak sehat kayak kemarin.Maaf kan kakak ya..mulai sekarang kakak akan menjaga mu" kata Fian lalu memeluk Zizi.Akhir nya Zizi berhenti menangis ia merasa nyaman berada di dalam pelukan Fian.
Fian menjaga Zizi selama di tinggal nenek dan mommy nya yang sedang berbelanja kebutuhan Zizi.
" Daddy......
Disini season dua kisah cinta Safira dan Adruan juga sekilas kisah cinta anak anak nya.ikuti kisah mereka yang berjudul TERPAKSA MENIKAH TIGA KALI.
Dukung terus author lewat like vote dan komen positif nya.jangan lupa Gift nya kopi atau bunga boleh juga hati nya.
__ADS_1
kita ketemu besok ya...
bye...bye...bye....muach....