
Daddy....lirih Zizi kala melihat siapa yang masuk kedalam ruangan rawat inap nya.
" kamu kenapa sayang" kata Adrian yang melihat airmata sang putri kecil nya masih membekas." gak papa dad.." kata Zizi sambil melirik ke arah Fian yang tampak gelisah.
Adrian duduk di sofa di dalam ruangan rawat inap putri kecil nya.Tiba tiba masuk nyonya Laras dan Safira istri Adrian sambil membawa beberapa roti kesukaan putri kecil nya.
" Mas..." sapa Safira sambil cium tangan Adrian.Adrian hanya tersenyum lalu mencium pipi sang istri.Tampak ia begitu menyayangi istri nya.Mereka duduk berdampingan sedang kan Nyonya Laras tak lama setelah kembali bersama Safira entah kemana lagi nenek itu.
" Ma...mama dari mana??" tanya Adrian kala sang mama sudah kembali.
" Adrian panggil Beni kesini ada yang ingin aku bicara kan dengan nya" kata nyona Laras.
" ada apa ma....apa ada yang serius" tanya Adrian.
" sudah lah nanti kau juga tau" kata nyonya Laras sambil menghampiri cucu nya terbaring.Fian yang sedari tadi di samping Zizi hanya diam tanpa bergeser sedikit pun.
" kenapa aku merasa sedikit aneh dengan sikap Fian sejak datang tadi" kata nyonya Laras yang menyadari dengan perubahan cucu laki laki nya sejak masuk ke dalam ruang rawat inap.
" sayang nya ...nenek bagai mana sayang apa nya yang sakit sayang..?" tanya nyonya Laras namun hanya di baals gelengan Zizi.
" nek....malam ini biar Fian sama daddy yang jaga Zizi ya" tiba tiba permintaan Fian membuat nyonya Laras sedikit merasakan sesuatu yang aneh.
" Baik lah nenek akan pergi setelah Beni datang sebentar lagi" kata Nyonya Laras.
Tak lama kemudian muncul Beni yang tadi sempat di panggil Adrian untuk datang ke rumah sakit.
Nyonya Laras membawa Beni bicara di hadapan Adrian.Mereka duduk bersama sedang kan Beni tetap berdiri di samping mereka.
" Beni...cari tau siapa wanita ini...aku mau informasi nya besok pagi.Wanita ini sedang di rawat di rumah sakit ini" kata nyonya Laras lalu mengririm foto ke ponsel Beni.
Ting.......sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Beni.Beni membuka nya lalh melihat siapa waniga yang di maksud majikan perempuan nya.
__ADS_1
" Baik nyonya besok sesuai ke inginan anda " kata Beni lalu melankah keluar dari ruangan tersebut.
" ma...ada apa ini...wanita siapa??" tanya Adrian penasaran.Nyonya Laras menceritakan apa yang terjadi dengan Gio tadi sore.
Adrian menyimak seluruh cerita mama nya.Adrian tidak menyadari ia meremas tangan istri nya keras karena geram mendengar cerita mama nya.
" sayang..." lirih Safira memanggil suami nya sambi meringis menahan sakit.Adrian mendengar istri memanggil nya seperti menahan sakit.Adrian menoleh ia melihat istri nya meringis lalu melihat ke arah tangan nya.
" ah...sayang....maaf kan aku sayang" kata Adrian melepas cengkraman tangan nya lalu ia menciumi tangan istri nya yang memerah akibat cengkraman nya.
" maaf..maaf...maaf....." kata nya sambil terus menciumi tangan istri nya.Fian dan Zizi serta nyonya Laras terkekeh melihat kelakuan Adrian.
Akhir nya nyonya Laras dan Safira kembali ke rumah.Di dalam perjalan menuju rumah nyonya Laras sedikit membicarakan Zizi dan Fian.
" Safira apa kau tidak merasakan sesuatu dengan Fian" tanya Nyonya Laras membuat Safira bingung.
" apa maksud mama....??" tanya Safira.
" seandai nya Zizi bukan anak angkat mu apa kau mau mengambil nya menjadi menantu mu??" pertanyaan nyonya Laras membuat Safira mengerut kan alis nya.
" maksud mu tergantung itu gimana??" tanya Nyonya Laras.
" Fiar hanya ingin yang terbaik untuk anak anak ma...jika sifat Zizi baik sebagai seorang wanita Fira akan menjadi kan nya menantu mungkin" kata Safira.
" kalau begitu didik dia baik baik ahar kelak suami dan mertua nya bangga!" kata nyonya Laras.
Malam ini Zizi hanya di temani Fian dan daddy nya.Malam berganti pagi suara kicau burung berterbangan di langit terdengar merdu.Zizi kecil menguap sedang kan Fian langsung terkekeh melihat adik kecil nya menguap seperti itu begitu menggemas kan menurut nya.
" menggemas kan" lirih Fian dalam hati nya.
__ADS_1
" kakak..." panggil Zizi saat melihat sang kakak sudah berada di samping nya.Mata nya menyusuri tiap sudut mencari cari mommy dan nenek nya.Namun ia hanya melihat sang daddy yang baru saja mengganti pakaian bersiap berangkat ke kantor langsung dari rumah sakit.Zizi juga melihat sang kakak sudah terlihat rapi dengan seragam sekolah nya.
" kakak mau sekolah???" Fian hanya tersenyum sambil menganguk kan kepala nya.
" kak...sini..!!" kata Zizi.Fian mendekatkan wajah nya." apa??" tanya fian." kak beliin aku makanan yang seperti kemarin ya" bisik Zizi membuat Fian melotot lalu menggelengkan kepala nya.
" gak..gak...boleh...kamu gak boleh makan itu lagi" kata Fian sambil mengibas ngibas tangan nya dan berbisik.Adrian mengerut kan alis nya kala melihat dua anak nya berbisik bisik.
" iya tau kok Daddy memang ganteng" kata Adrian membuat ke dua anak nya mengerut kam dahi nya.
" siapa bilang daddy ganteng" tanya Fian dan Zizi bersamaan.
" tadi kalian bisik bisik pasti ngomongin daddy kan??!" kata Adrian narsis.
" kita gak ngomongin daddy kok" protes Fian dan Zizi bersama an.
" sudah lah mengaku saja jika daddy kalian ini memang ganteng" kata Adrian.
" daddy memang ganteng" tiba tiba muncul Safira dan nyonya Laras serta Calista baru datang.
Fian dan Zizi hanya terkekeh mereka begitu heran mengapa mommy mereka begitu bucin pada sang daddy.Begitu juga dengan Daddy mereka yang tingkat kebucinan nya sudah level akut.
" sudah sudah....berangkat lah Adrian biar mama yang menjaga Zizi." kata nyonya Laras sambil tersenyum pada cucu nya yang masih terlihat pucat.
Adrian dan Fian berangkat memulai kegiatan mereka masing masing.sebelum berangkat Fian menggenggam tangan Zizi yang seolah olah enggan melepas tangan gadia kecil itu.Rasa begitu berat di rasa kan Fian dan itu tak luput dari perhatian nyonya Laras.
" ada apa dengan mu Fian" tanya Nyonya Laras.
Karena mendengar kata kata nenek nya Fian melepaa genggaman tangan nya meski berat.
" ADA APA DENGAN FIAN" kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Safira dan Calista dan nyonya Laras secara bersamaan.Karena merasa perkataan nya sama mereka lalu terkekeh bersama.
__ADS_1
" ada apa dengan Fian" gumam Safira dan Calista dan nyonya Laras di dalam hati mereka masing masing.
dukung terus dengan like vote dan komen nya ya....jangan lupa gift nya..