
Giovano merasa risau karena istri nya di culik bahkan saat ini sang istti tercinta sedang mengandung buah hati nya.
Gio mondar mandir di dalam paviliun mertua nya karena sang ibu mertua juga di culik beserta istri sahabat nya.tak lama kepala pengawal Beni ya selama ini setia mengabdi pada keluarga hadininggrat.
Gio melihat Beni mauk lalu menyusul nya bersama Alex.Gio dan Alex masuk tanpa mengetuk pintu daking risau nya.
" kak....apa sudah ada kabar...???" tanya Giovano pada kakak sepupu sekaligus mertua laki laki nya.
" jelas kan...???" perintah Adrian pada Beni.
" saat ini nona muda dan nona Naina serta nona kecil dan nyonya di kurung di sebiah gudang tua di saerah xxx.tempat itu di jaga hampir seratus orang body guard dan yang lebih parah nya lagi hampir setengah nya adalah para mafia dari luar.saya tidak bisa mengukur sampai dimana ke ahlian ilmu beladiri mereka.tapi beruntung nya mereka tidak bersenjata." Beni bicara panjang lebar.
" kita harus mencari bantuan....." kata Giovano.
" kita panggil Kaisar dan yang lain nya mungkin bisa membantu kita"kata Alex.
" betul.....kita harus bisa menangkap dua wanita tersebut" kata Alex bergegas keluar menghubungi tiga sahabat nya lagi.
sedang kan Giovano dan Adrian menunggu semua nya bersiap.
" dad...." Adrian memalingkan wajah nya ia melihat kelima anak laki laki nya.Rizky dan Fian serta ketiga anak adik kembar mereka berdiri di depan pintu.
" jangan...." seakan akan mengerti tujuan kelima anak laki laki nya yang ingin ikut serta dalam pembebasan sang kakak dan mommy.
" dad...disana ada kakak kami ada mommy kami dan adik kami juga disana" kata Rizky.
" percayakan mereka pada kami..." yiba tiba muncul tiga orang laki laki tampan sahabat Giovano dan Alex.Kaisar dan Dokter dika serta sisten Alex yang tak lain Gery adik sepupu nya datang setelah mendengar berita penculikan istri dari dua sahabat nya.
__ADS_1
Adrian merasa bimbang karena ia takut putra nya kenapa kenapa....." baik lah om titip mereka..." kata Adrian lalu berangkat menuju lokasi penyekapan.sebelum mereka sampai disana sudah ada pengawal yang sedang mengintai lokasi dimana Calista dan mommy serta adik dan sahabat nya di kurung.
" tuan semua pengawal di tambah kita masih kurang mereka berjumlah hampir 100 orang sedang kan kita hanya lima puluh lima orang"lapor kepala pengawal beni.
" sama ekye...jadi lima puluh enam orang...." tiba tiba muncul seorang laki laki bertulang lunak berjalan gemulai mendekati mereka.
" eh elu paisucen....ngapai lu kemari" Doka sahabat Giovano terkejut melihat salah satu pembantu Alex muncul entah dari mana.
" paijo...apa yang kau laku kan disini..." tanya Alex yang juga terkejut dengan kehadiran pembantu nya.
" tuan desye harus ikut serta mereka berani menyakiti kesayangan desye...aaahhh...." semua yang melihat tingkah paijo hanya menggeleng kan kepala mereka beda demgan si kembar tengil mereka telihat mengeluar kan seringai mereka.
" Gio dan anda dokter Dika saya mohaon bantu Gio untuk menyelamat kan putri ku dan Gery sama Alex menyelamat kan Naina.aku dan Kaisar agan menyelamat kan istri ku.dan kalian berlima dan kamu paijo lindungi Zivana." kata Adrian semua mengangguk kan kepala nya.
mereka berjalan mengendap endap menuju gudang yang lebih mirip rumah tua.mereka melihat ke sekeliling hanya bagian depan yang di jaga ketat sedang kan bagian belakang seperti tidak.mereka berjalan mengendap endap setelah mendapat kode dari Beni dan Pandu yanh ada di depan.
" ini baru pertama kali nya ada bencong ikut penyelamatan penculikan" bisik Ziko pada jhiko.
" bukan bencong tapi uler keket" Riko tak mau mengalah.mereka terkekeh bertiga.
" desye bukan bencong tapi baleng"kata paijo yang mendengar bisik bisik ai kembar tengil.
" apa an tuh baleng....???" tanya sikembar bersamaan.
__ADS_1
" banci kaleng" jawab paijo sambil terkekeh pelan bersama si kembar.
" sssssstttttt...." Adrian menoleh pada si kembar dan si baleng agar diam.
sontak ke empat mahluk itu langsung terdiam saat melihqt sorot mata tajam milik Adrian.
malam semakin larut mereka sudah melumpuh kan sepuluh orang body guard yang berjaga di belakang.mereka berjalan mengendap endap tanpa suara di belakang sepuluh body guars tersebut.lalu dua puluh orang pengawal Adrian berhasil melumpuhkan sepuluh body guard tersebut satu melawan dua membuat semua nya terkendali.
" ikat mereka di pohon dan ganti pakaian kalian dengan pakaian mereka" perintah Beni sang kepala pengawal.
Dua puluh orang pengawal Adrian mengikat sepuluh body guard Claudia dan Jenny dan melucuti pakaian mereka.lalu mengganti pakaian mereka dengan pakaian para body guard Claudia dan Jenny.
" kalian berjaga di sini kami akan masuk tepat di belakang bangunan jika ada yang mencurigak cepat kasi tau atau kirim kode.apa kalian mengerti...." kata Beni senag kepala pengawal memberi arahan pada sepuluh pengawal yang sudah berganti pakaian tadi.
saat ini mereka sudah berada tepat di belakang gudang tua atau rumah tua tersebut.mereka bisa melihat dengan jelas melalui celah di jendela Safira,Calista, Naina dan Zivana di ikat di kursi dan ada sekitar tiga puluh orang di dalam ruangan tersebut.
" bagai mana ini dad....."tanya Rizky pada daddy nya.
"kita tunggu sebentar lagi.....kita belum tau pasti berapa urang yang ada di dalam bisa jadi mereka lebih banyak lagi." kata Adrian.
dan benar saja saat ini ternyata masuk sepulu orang lagi yang ikut berjaga di dalam gudang atau rumah tua itu.
" dad....lihat Zizi..." kata Ziko melihat Zizi yang ketakutan sambil menangis.
" kak....lihat kakak......"Gio melihat sang istti yang duduk di sebelah Naina terlihat dua wanita itu sudah tak berdaya.pipi Calista dan Naina sudah memerah terlihat bekas telapak tangan.meski melihat dari jarak jauh mereka yakin itu bekas tamparan.
Gio dan Alex meradang melihat wanita yang di cintai nya mendapat perlakuan seperti itu.
" berengsek...berani mereka memukul putri ku....." Adrian mengepal kan tangan nya saat melihat dua putri nya dan sang istri dalam bahaya.
__ADS_1
" Ingat tugas kalian masing masing satu orang harus dua orang yang melindungi dan kalian berlima jaga Zizi baik baik...ingat itu..." Adrian kembali mengingat lan kelima anak nya bersama banci kaleng yang ikut misi penyelamatan.