KEKASIH MASA DEPAN

KEKASIH MASA DEPAN
cucu


__ADS_3

Giovano terbangun dari tidur nya ia melihat wanita yang sudah memberikan mahkota nya pada nya.ia tersenyum hangat dan mengecup pelan kening istri kecil nya.Gio bangkit lalu pergi kekamar mandi membersih kan tubuh nya setelah kegiatan panasnya.saat keluar dari kamar mandi ia melihat istri kecil nya mengeliat namun langsung meringis kesakitan.


" ssss..aahhh...sakit" Calista merasa kan sakit di area kewanitaaan nya.ia melihat suami nya baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan mengunakan handuk yang menutupi pinggang nya.masih ada tetesan air di tubuh nya yang telihat berotot.membuat suami tampan nya terlihat seksi.Gio yang melihat Calista menunduk malu hanya tersenyum.


" mau mandi" tawar nya.Calista hanya mengangguk kan kepala nya.


" aahhh.....sakit" jerit an kecil yang keluar dari bibir Calista membuat Giovano tersenyum.lalu ia menganggkat tubuh istri nya yang tanpa sehelai benang pun menuju kamar mandi.Calista terkejut saat Gio menggending nya tanpa permisi.Calista hanya mengalung kan tangan nya di leher Giovano seakan akan takut terjatuh.Giovano meletak kan tubuh istri kecil nya di bak mandi yang sudah terisi air hangat.karena sesudah ia mandi ia langsung menyiap kan air mandi untuk istri kecil nya.


" mau aku mandi kan" Calista membulat kan kedua mata nya saat mendengar tawaran Giovano.lalu dengan cepat ia menggelengkan kepala nya.Giovano hanya tersenyum melihat istri nya yang masih malu malu kucing.Gio melangkah kan kaki nya keluar dari kamar mandi.saat melewati tempat tidur ia melihat ada bercak darah di sprei putih itu.


" akhir nya kau menjadi milik ku seutuh nya" gumam Giovano dalam hati.Gio kembali tersenyum mengingat apa yang baru saja terjadi.kemudian ia menarik sprei itu hingga terlepas dari tempat tidur dan melipat nya.Gio menelfon bagian pelayanan kamar meminta mereka untuk memasang kan sprei baru.ia berniat untuk menyimpan sprei putih tersebut sabagai tanda cinta nya pada sang istri.Giovano yanh belum pernah menyentuh wanita mana pun selain istri kecil nya saat ini.begitu pun istri nya ia lah laki laki pertama yang menyentuh nya.jadi ia berniat menyimpat sprei tersebut meski ada bercak darah perawan serta sisa kenikmatan mereka tadi.


Calista keluar dari kamar mandi hamya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya.Gio yang melihat pemandangan tersebut langsung menelan saliva nya.Calista berdiri di depan cermin sambil menggosok gosok rambut nya.Gio melangkah kan kaki nya menuju istri kecil nya lalu memeluk nya dari belakang.


" terima kasih sayang...."kata Giovano sambil mengecup punggung istri nya yang terbuka membuat sang pemilik punggung langsung meremang.


"itu sudah tugas ku mas..." jawab Calista sambil tersenyum.


" masih sakit....?"Calista hanya mengangguk kan kepala nya.


" aku masih mau lagi boleh....???" tanya nya kembali dan di jawab anggukan kepala dari Calista sambil tersenyum kecut saat mendengar permintaan suami nya.

__ADS_1


" tenang aja gak sekarang aku tau masih sakit"Calista bernafas lega saat mendengar kata suami nya.


" gak minta sekarang tapi nanti malam sampai pagi" kali ini kata kata Gio membuat Calista takut.


" kalau yang tadi aja masih sakit gimana nanti sampai pagi" pikir Calista.Gio hanya tersenyum melihat istri nya yang melamun seakan akan mengerti apa yang ada di dalam pikiran istri kecil nya.


" nanti gak akan sakit lagi kok..malah sakit nya akan hilang" Calista melihat ke arah Gio melalui pantulan di cermin.terlihat Gio hanya mengangguk kan kepala nya lalu kembali mengecup punggung istri nya bahkan ia mencetak beberapa stempel kepemilikan disana.


Hari ini mereka kembali ke jakarta setelah seminggu di surabaya meresmikan hotel milik Adrian yang di wakil kan oleh Giovano.saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.Calista sudah begitu merindukan rumah tempat ia di besar kan ada keluarga yang begitu menyayangi nya dan begitu di sayangi nya.saat mobil yang mereka tumpangi memasuki pintu gerbah yang tinggi menjulang dari jarak jauh mereka sudah melihat beberapa orang sudah menunggu kedatangan mereka.empat orang bocah laki laki yang sedang duduk di anak tangga menunggu sang kakak yang sudah seminggu tidak menghubungi mereka.


" kakak......" jerit Fian saat melihat sang kakak baru saja turun dari mobil.Fian langsung berlari menghambur ke pelukan kakak nya.sedang kan tiga saudara kembar nya juga ikut berlari dan memeluk Calista bersama sama.


" kakak kenapa tidak memberi kabar....ponsel kakak selalu mati telfon kak Gio pun gak di jawab sekali nya di jawab pas di kantor." ziko yang biasa nya tengil sekarang malah merajuk.


" kakak....." semua merajuk memeluk Calista.sedang kan Gio hanya menggelengkan kepala nya.


puk......" sabar begitu lah mereka..." Rizky yang datang dari belakang menepuk pundak Giovano.lalu melangkah pergi saat melewati Calista tiba tiba ia juga memeluk kakak nya erat sambil menatap Gio seraya tersenyum licik.


" dasar kampret aku pikir dia tidak begitu" gumam Gio yang melihat istri nya di peluk bergantian.


" hhhh.." gio menghela nafas panjang mencoba menahan emosi cemburu yang membara di dalam hati nya.sebenar nya ia tidak may istri nya di peluk leh laki laki lain selain diri nya.tapi apalah daya ia harus membiasakan mulai saat ini.

__ADS_1


" daddy.....kakek....." Calista berlari saat melihat Adrian dan Tuan Sanjaya.Gio yang melihat istri nya berlari hanya mengangkat tangan nya berusaha mencegah.namun istri kecil nya itu sudah berlari mendekati daddy dan kakek nya.ia kembali menarik nafas antara kesal dan khawatir takut istri nya terjatuh.


" sayang kenapa kau tidak pelan pelan aku takut saat ini benih yang ku tanam sudah jadi...hhhh...gagal ni ngasi oleh oleh cucu" gumam Gio dalm hati sambil menggelengkan kepala nya dan melangkah kan kaki nya.ia sudah berdiri di depan pintu rumah yang masih di tutupi oleh Adrian yang di peluk Calista.


" daddy.....aku kangen daddy...." Calista merajuk pada Daddy nya.ia begitu terlihat manja.


" yakin kangen sama daddy....kalau kangen kok gak pernah kasi kabar"tanya Adrian menyelidik.


" mmmmmmm....." Calista tampak tersenyum kecut.


" ya udah masuk yuk kita makan siang dulu...."


"iya aku juga sudah lapar rindu masakan nenek dan mommy."


"nenek dan mommy mu sekarang sedang masak ceker pedas kesukaan mu"


" oh ya....asyikkk"Calista berlari masuk ke dalam rumah.


" assalamualaikum....mommy...nenek aku pulang " jeritan Calista mengema di ruang tamu.


" wa alaikum salam......hush....janga n teriak teriak nanti cucu mommy kaget"

__ADS_1


" hah...cucu.....???"


" ia....." Safira menujuk perut Calista.


__ADS_2