
Gio pulang setelah mengurus administrasi biaya rumah sakit Gadis.Gio sebenar nya tidak menyukai sikap Gadis yang memaksa nya tetap tinggal.Namun dengan berkilah jika ia akan meeting Gadis membiar kan nya pergi.Namun Gio sebelum nya sudah menyewa seorang perawat agar bisa menemani dan merawat Gadis.Gio tak ingin terlibat jauh dengan Gadis karena ia selalu merasakan perasaan yang tak enak kala berdekatan dengan wanita itu.
" assalamualaikum...." Gio memberi salam saat memasuki rumah.Gio melihat sang istri yang sedang berada di dapur bersama mommy dan nenek nya.
" sudah pulang mas..." tanya Calista sambil menyambut suami nya.
" sudah tau nanya" celetuk nyonya Laras sambil terkekeh.
" Gio bagai mana dengan wanita yag kau tabrak tadi" tanya Safira ibu Calista.
" hhhhhh" terdengar suara helaan nafas kasar dari Gio.
" ada apa..?" tanya Nyonya Laras.
" aku selalu merasakan persaan yang tak enak kala bersama nya.sebenar nya sejak tadi aku sudah berpamitan namun ia selalu mencegah ku dengan ini dan itu." kata Gio.
" masud mu apa Gio coba ceritakan " kata Nyonya Laras.
flasback on...
" nona Gadis...."
" panggil Gadis aja mas...biar kita lebih dekat" kata Gadis tersenyum menggoda Gio.
" oh.baiklah....aku mau pulang sekarang kalau ada apa kau pencet tombol itu." kata Gio menunjuk tombol mereh di sampinh brangkar nya.
" memang nya kau mau kemana..?.bukan kah ini tanggung jawab mu mas.aku celaka begini kan karena kamu kurang hati hati.jangan karena aku orang miskin kau seenak ya saja meni ggal kan seperti ini." kata Gadis mengeluar kan airmata buaya nya.Gio tampak merasa bersalah karena pada dasar nya Gio adalah laki laki berhati lembut.
Gio tak pernah meninggal kan tanggung jawab nya.Akhir nya Gio mau menunggu Gadis hingga menjelang sore.Ada saja yang di ingin kan Gadis dengan alasan ini adalah salah Gio da ia harus bertanggung jawab. Segala cara di lakukan Gadis selama Gio menjaga nya mulai dari meminta Gio menyuapi nya hingga mengantar nya ke kamar mandi bahkan Gadis tak segan segan menyingkap pakaian rumah sakit nya di depan Giovano saat ke kamar mandi.Gio yang tak pernah berurusan dengan wanita selain istri nya tentu merasa risih.Gio semakin kesal kala Gadis menarik tangan nya dan membuat Gio menindih tubuh nya.Beruntung Gio buru buru bangkit dan menjauh saat itu dan sedikit kesal.Namun itu tak membuat Gadis menyerah ia pura pura haus dan meminta Gio untuk mengambil kan minum.saat Gio mengambil kan minum ia menumpah kan air di dada nya membuat dua gunung tercetak jelas karena pakaian yang di kenakan nya basah.Lagi lagi Gadis tersenyum menggoda meski meminta maaf karena menjatuh kan air tersebut.saat itu bayangan istri nya terlintas dan ia juga teringat dengan sahabat nya Alex yang terpisah dari istri nya karena kesalah pahaman Gio takut itu terjadi....jika itu terjadi maka habis lah dia.Sudah tentu ayah mertua nya tak akan segan segan memisah kan nya dengan sang istri yang sudah di tunggu nya selama dua belas tahun.
__ADS_1
" hhhh..bagai mana ini Calista pasti sudah menunggu ku" kata Gio dalam hati nya.Akhir nya memiliki ide ia mengirim pesan pada Ilham asisten nya agar menelfon nya mengatakan ada meeting bersama klien nya.Melalui pesan chat Gio juga menceritakan sedikit tentang posisi nya saat ini pada Ilham.
Kring..kirng...kring......suara ponsel Gio berbunyi Gio langsung mengangkat nya dan langsung memperbesar suara nya dengan speaker agar terdengar suara Ilaham.
" iya Ilham ada apa" tanya Gio pura pura.
" maaf tuan sore ini ada meeting dengan perusahaan Sanjaya Group dan yang saya tau tuan Adrian tidak suka menunggu jadi saya mohon agar tuan segera menuju restoran xxx" kata Ilham di sebrang sana.
" baik lah aku akan segera pergi" kata Gio langsung mematikan sambungan telfon nya.
" maaf Gadis seperti nya aku harus pergi karena ada meeting dengan tuan Adrian Putra Sanjaya.Kau tau kan perusahaan terbesar di asia eropa itu.Aku sudah susah payah mengajukan kerja sama dengan nya aku takut ia akan membatalmkan kerja sama ini jadi aku permisi." kata Gio sambil mengambik jas nya yang ia buka tadi.
" apa kau akan kembali" tanya Gadis kecewa namun ia kan berusaha agar Gio kembali ke rumah sakit lagi malam ini.
" tentu saja aku akan kembali" kata Giovano berbohong ia tak ingin Gadis memakai lagi sakit nya untuk menahan nya atau membuat nya kembali lagi.
Gadis hanya tersenyum kecut dan akhir nya ia merela kan Giovano pergi.Sebelum pergi Giovano meminta bantuan pada seorang suster jaga untuk mencari kan seorang yang bersedia menemani Gadis dan menjaga nya selama berada di rumah sakit.
flasback of....
" sekarang ini banya banget pelakor dimana mana.Mentang mentang banyak terjadi pe gangguran gara gara pandemi membuat pelakor menjamur dimana mana" kata nyonya Laras.
" seperti nya kali ini aku akan langsung turun tangan mas" kata Calista sambil mengelus perut nya yang datar.
" jangan sayang aku tidak mau kau berurusan dengan wanita seperti itu" kata Gio mencemas kan istri nya.
" tenang saja Gio ada kami di belakang nya" kata Nyonya Laras.
" tapi tante....."
__ADS_1
" kau masih memanggil ku tante....???" kata Nyonya Laras.
" Gio meski kau anak dari adik ku tapi kau sekarang adalah cucu menantu ku dan kau harus memanggil ke nenek....ingat itu" kata nyonya Laras sambil meletak kan tempe goreng yang masih hangat.
" hhhhh...baiklah..." Calista hanya terkekeh kala melihat suami nya yang terlihat pasrah oelh sang nenek.
" ya sudah sebaik nya kalian mandi dulu sana lalu turun untuk makan malam sesudah sholat maghrib." kata Safira.
Calista dan Giovano pergi menuju kamar mereka di atas.
" ma....apa yang akan kita lakukan pada pelakor kecil ini" tanya Safira.
" kita ikuti saja permainan pelakor itu...." kata nyonya Laras kesal dengan wanita bernama Gadis.
" besok kita ke rumah sakit aku ingin tau siapa yang ingin bermain main dengan rumah tangga cucu ku" kata nyonya Laras masih dengan wajah kesal nya.
" Ma...apa mama pernah juga menghadapi pelakor" tanya Safira.
" tentu saja dan kau tau siapa yang mama hadapi" tanya nyonya Laras.Safira hanya menggelengkan kepala nya.
" MEGANTARI... ibu dari Claudia yang menggoda suami dan Jenny adik Claudia yang merusak rumah tangga Alex." Safira membulat kan mata nya kala mendengar satu nama yang di sebut mertua nya.
" dan satu lagi wanita yang bernama Megantari juga yang membuat Sonya dan Prabu berpisah" Safira tak kalah terkejut kala ia mendengar jika ibu dari Claudia dan Jenny ternyata juga seorang pelakor yang berbakat.
" berarti mereka keturunan pelakor ma...!" kata Safira.Nyonya Laras hanya mengangguk kan kepala nya.
" sayang......
jangan lupa like dan vote nya serta komen yang positif buat author yaaaa.Gift nya jangan lupa dan buar readers gelap mohon tunjukan sesekali dirimu dengan meninggal kan jejak kalian agar aku tau siapa kah kalian dengan cara menekan tanda jempol di bawah...oke!!!!
__ADS_1
selamat malam minggu buat semua...dan ketemu besok ya.
bye...bye...bye...muach.....