
Sebuah mobil hitam mewah tengah memasuki pintu gerbang yg tinggi menjulang tak lupa empat pengawal yang memakai jas hitam berdiri di depan rumah berkeliling.ada sepuluh org yang berjaga di rmh mewah tersebut.setelah insiden penculika dua belas tahun yang lalu membuat penjagaan selalu di perketat.apalagi ada sang putri cantik di dalam rumah mewah bak istana yang kecantikan paras nya mengundang bbrp org pria berani mendekati meski di hadang pengawal.
mobil yang di tumpangi Giovano bersama tuan sanjaya dan Adrian berserta para istri sdh berada tepat di depan rumah.pengawal yang berjaga segera membuka kan pintu mobil.Giovano turun di susul tuan Sanjaya dan Adrian serta para istri mereka.
" tidak ada yang berubah semejak kepergian mu hanya diperlebar sedikit karena kehadiran si kembar" kata Tuan Sanjaya.Gio hanya tersenyum.
" tapi aku tidak berani jamin apakah dia berubah atau tidak" kata Adrian membuat senyum di bibir pria yg sdh berumur lebih tiga puluh tahun itu tiba tiba saja menghilang dr wajah tampan nya.
" masuk lah" kata Adrian lagi mengajak Giovano masuk ke dalam rumah yang sudah di dahului oleh nyonya Laras dan Safira.
mereka memasuki rumah yang penuh dengan kenangan bagi Giovano.tak banyak yang berubah bahkan cat rumah itu pun masih berwarna putih tanpa noda.perlahan Giovano memasuki rumah memori nya kembali saat dulu masih berada di rmh tersebut ia. tiba tiba ia mengingat gadis kecil yang di rindukan nya saat ini.masih dengan memori yang ada di dalam pikiran nya mata berputar melihat seluruh ruangan. saat ia melihat ke arah pintu ia kembali teringat gadis kecil nya. dulu Giovano adalah asisten Adrian ( baca di novel author yang berjudul TERPAKSA MENIKAH TIGA KALI) sebelum dirinya tau bahwa ia adalah seorang pewaris dari kerajaan Orlando.dulu Giovano bernama Hermawan alias wawan yag kerap di panggil asisten wawan.namun saat ia kembali bertemu kedua orang tua kandung nya ia kembali memakai nama Giovano Orlando.
flasback on..
setelah mengantarkan Safira ke kamar Adrian kembali ke ruang tamu untuk menemui asisten nya.saat mereka asyik berdiskusi tiba tiba terdengar suara mobil yg baru memasuki halaman rumah lalu terdengar suara pintu mobil yg terbuka lalu tertutup menandakan seseorang br saja turun.
deg....deg.. jantung asisten Wawan berdetak kencang ia merasa seseorang yg di tunggu nya br saja datang.
" aahhh...ini pasti calon istri ku baru datang" gumam asisten Wawan dalam hati takut di dengar boss nya yg saat ini ada di depan nya yg sedang asyik dengan laporan nya.
" salim" kata nya.asisten wawan yg mengerti maksud nona kecil nya langsung menerima uluran tangan kecil tersebut.namun calista tdk mencium punggung tangan asisten wawan sebagai tanda penghormatan pada yang lebih tua namun ia malah mendorong punggung tangan nya agar di cium oleh asisten wawan.asisten wawan hanya menurut saja dengan apa yg di lakukan nona kecil nya.semua yg melihat tingkah konyol calista langsung tergelak tak terkecuali nyonya laras yg saja keluar dr kamar nya saat melihat mobil suaminya yg menjemput cucu sudah datang ia pun melihat dan mendengar apa yg terjadi di ruang tamu tersebut.Tuan sanjaya juga melihat adegan dimana Calista menyapa asisten wawan dengan sebutan tampan ikut tertawa karena ini merupakan kejadian aneh tapi nyata.
sedangakan asisten wawan hanya tertunduk malu namun dalam hatinya berbunga bunga entah sepertia apa perasan nya saat ini.
" daddy...mommy dimana" ty calista yg langsung duduk di samping asisten wawan.
" mommy..mu lg di atas lagi istirahat sana salim dulu sm mommy terus ganti baju lalu makan" kata Adrian memberi perintah pada putrinya.
" asiaapppp" jwb calista langsung turun dari sofa.saat berjalann menuju tangga ia membalik kan wajah nya lalu melempar kan fly kiss pada asisten Wawan yg membuat kembali tawa bergema di ruang tamu.calista melangkah menaiki tangga menuju kamar mommy nya.
flasback off..
Semua kenangan itu muncul begitu saja tak terlewat kan satu pun dalam benak nya.Giovano terus melihat kedaan rumah yang sudah di tinggal kan nya dua belas tahun yang lalu.tiba tiba lamunan Giovano buyar saat ada yang memukul bongkong nya dari belakan dengan sangat keras.
ia menoleh kebelakang ia melihat tiga orang anak laki laki yang memakai seragam merah putih. wajah mereka sama persis bagai pinang di belah dua. mereka adalah si kembar identik Ziko Jhiko dan Riko putra Adrian dan Safira Adik dari Fian.
" siapa" kata Ziko anak yang berada di tengah.
" aaaahhh paling juga yang mau ngelamar kakak" kata Riko masih dengan cilok nya yang terlihat pedas.karena anak itu memakan cilok tersebut sambil berkeringat.
__ADS_1
" sabar yaa kalau di tolak kakak soalnya kakak punya pacar yang sangat tampan." kata Jhiko.sambil memukul mukul lengan Giovano yang saat mendengar kata kata mulai merasa gelisah dan bertanya tanya apakah kekasih masa depan nya sudah melupakan nya dan memiliki tambatan hati yang lain.
" selamat semoga abang adalah laki laki yang akan di tolak lagi sama kakak" kata Ziko membuat dua saudara nya ikut tertawa.mereka menaiki tangga menuju kamar mereka di lantai dua karena di lantai tiga masih menjadi kamar Rizki dan Calista bahkan kamar bekas Giovano saat masih bernama Wawan pun masih kosong tidak ada yang menggunakan nya.
" pasti kakak akan menolak lamaran dari abang ini lagi kalau kakak menerima lamaran abang kami janji akan mengikuti semua perintah abang asal bayaran nya sesuai" kata Jhiko yang terlihat lebih tengil ketimbang dua saudara nya yang lain nya.
" janji" kata Giovano.
" janji" kata si kembar identik bersamaan.
" kalau begitu bantu aku untuk membuat nya menerima lamaran ku" kata Giovani mulai mencari sekutu.
" wani piro" jwb Ziko enteng.
" apa pun yang kalian ingin kan" jawab Giovano membuat anak kembar itu mulai tersenyum sumringah.
" yakin???" tanya mereka bersaman.Giovano hanya mengangguk kan kepala nya.mereka turun kembali dari tangga yang akan mereka naiki tadi.
" ikut kami" kata mereka bersaman lagi.Giovano mengikuti kemana arah langkah si kembar tiga identik tersebut.mereka melangkah kan kaki keluar rumah.
" kak Pandu" jerit Ziko memanggil seseorang yang bernama Pandu.tak lama datang seorang laki laki bertubuh tinggi dan tampan wajah nya seperti artis korea bernama yoo seung ho.
" nich kenalan dulu" kata Jhiko menarik tangan Giovano.
" Pandu erlangga" kata Pandu yang juga memeperkenal kan diri.
" yak perkenalan sudah terjadi.jadi bersaing lah secara sehat oke" kata Jhiko.membuat Giovano dan Pandu saling menatap satu sama lain.
" ck ck ck ck" suara decakan dari si kembar tiga identik terdengar sambil menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
" kak Pandu ini gebetan kakak dan bang Gio adalah laki laki yang akan melamar kakak" kata kata Ziko membuat dua laki laki tersebut saling bertatapan sinis.
" sudah sudah sudah bersaing lah secara sehat oke" lagi lagi kata Jhiko membuat kedua laki laki yang sedang khawatir dengan perasan mereka.
Giovano kembali masuk kedalam rumah dan kemudian berhenti tepat di depan dapur.ia melihat Safira yang memasak untuk mereka makan siang.
" kenapa belum istirahat apa kamu gak Capek" kata Safira yang di balas gelengan kepala.Safira melihat di belakang Gio ada tiga anak laki laki tengil nya.
" sudah ketemu si kembar" suara Adrian tiba tiba saja muncul dari dalam.
Giovano hanya mengernyit kan dahi nya sambil menoleh ke arah tiga anak kembar identik itu.sedang kan yang di lihat hanya tersenyum mencurigakan.
" mereka adik ku yang paling usil jahil resek dan waahhhh dah" tiba tiba muncul seorang anak laki laki memakai seragam abu abu yang di ikuti seorang anak laki laki yang berseragam putih biru.
" Rizky" tebak Giovano.
" iya om ini aku" kata Rizky sambil mencium tangan Giovano.Giovano langsung memeluk anak laki laki yang dulu sering ia gendong.
" sudah sudah sebaik nya kalian pergi kekamar kalian masing masing dan kamu Gio masih ingat kan kamar mu yang mana" kata Adrian.Giovano hanya mengangguk kan kepala nya.
" sebentar lagi kita makan siang" kata Safira memberi tau mereka untuk segera kembali guna makan siang bersama.
__ADS_1
bersambung
dukung author lewat like dan vote nya ya