
Kauuuu........
Calista menjerit seraya menunjuk ke arah Selena yang sudah setengah telanjang.
" berani sekali kau lakukan itu pada calon suami ku.tidak akan aku biar kan kau..." Calista berjalan ke arah tempat tidur dimana Selana masih berada di sampung Giovano yang tidak sadar kan diri.Calista menarik tangan Selena dengan kasar.Selena yang tidak siap dengan serangan itu langsung terjerembab ke bawah dalam keadaan terlentang.
saat tubuh berada di bawah Calista langsung duduk di atas nya.lalu menampar pipi Selena berulang kali.Selena yang mendapat serang bertubi tubi mencoba membalas nya.namun gerakan dan tenaga nya kalah cepat dengan Calista yang sudah di kuasai amarah.
" bukan kah kemarin kau sudah melihat apa yang terjadi di depan mata mu tapi kau malah berbuat yang tidak bermoral.apa sebenar nya mau mu.apa tidak ada laki laki lain di dunia ini." Calista menjambak rambut Selena.tiba tiba saja Selena mendorang tubuh Calista kuat kuat hingga menyebab kan nya jatuh terjungkal ke belakang beruntung di belakang nya ada bantal yang terjatuh saat ia menarik Selena dari tempat tidur.
kesempatan itu di gunakan selena untuk bangkit dan mencoba mencari sesuatu untuk di gunakan membalas Calista.Selena melihat sebuah vas bunga lalu melempar nya ke arah Calista yang masih duduk saat di dorong tadi.
namun lemparan itu meleset Calista berhasil menangkap vas bunga itu dan melempar kembali ke arah Selena.lemparan Calista tepat sasaran mengenai kening Selena berutung lemparan itu hanya membuat nya memar bahkan sedikit membengkak.
Calista bangkit dari duduk nya ia kembali meraih Selena kali ini ia menjambak rambut Selena.dan tiba tiba saja rambut Selena terlepas dari kepala nya.ternyata Selena menggunakan rambut palsu sedangkan kepala nya ternyata selama ini botak.
Adrian berusaha mencegah Calista saat ia menarik tangan Selena tadi.ia berusaha mencegah terjadi nya pertengkaran.namun Adrian di tahan oleh tuan Sanjaya yang menggelengkan kepala nya.
" kita lihat apa yang di laku kan anak mu"
" tapi pah aku takut ia akan terluka"
" tenang lah kita saksi kan drama ini baik baik kita beruntung langsung melihat nya tanpa jeda iklan"
" PAPA" Adrian jengat saat papa nya hanya tersenyum melihat perkelahian Calista.namun Adrian tidak bisa berbuat apa apa lagi.akhir nya ia ikut menyaksikan perkelahian itu.
" ayo nona muda pukul pukul lagi"dua orang body guard di belakang Adrian memberi semangat pada Calista.
__ADS_1
Adrian langsung menoleh kan kepala nya kebelakang dengan tatapan mematiakn.seketika dua orang body guard itu langsung terdiam saat melihat tatapan mata Adrian.lalu tiba tiba Adrian mengacungkan dua Jempol nya sambil tersenyum.body Guard yang mendukung Caliata tadi merasa lega mereka takut tuan nya marah.
" kau sudah merekam nya"
" sudah tuan"
" bagus"
Akhir nya perkelahian itu di menang kan Calista tanpa cedera sedikit pun.sedang kan Selena wajah nya sudah penuh luka lebam dan bekas cakaran.
" sekali lagi kau berani mengusik nya aku bukan hanya menarik rambut palsu mu tapi akan aku pasang kan jarum pentul di kepala mu biar gak usah pakai rambut palsu lagi.ingat itu" kata Calista langsung naik ke atsa tempat tidur untuk mengancing kan lagi pakaian Giovano yang sudah di buka Selena tadi.
" cepat bantu aku.bawa pulang" perintah Calista pada dua orang body guard nya.
dua body guard tersebut langsung mengangkat tubuh Giovano dan membawa nya keluar.sedang kan Calista langsung menyambar jas Gio yang sdh tergeletak di samping tempat tidur.ia juga mengambil tas kerja milik kekasih nya.saat akan berjalan melangkah kan kaki nya keluar kamar tiba tiba Selena kembali menyerang nya dengan mencoba memukul kepala nya dengan Vas bunga lagi.
" awas sayang"
" awas nona"
Bugh...tas kerja Giovano langsung mendarat di wajah Selena dan berakhir dengan mendarat di lantai.Caliata memandang selena dan langsung pergi di ikuti Adrian dan kakek nya.
" daddy sebenar nya apa yang terjadi"
Adrian menjelas kan kejadian yang di lihat nya saat di lobby tadi.
" anton siapa maksud mu Adrian"
" tuuu" Adrian menujukan seseorang yang baru saja keluar dari restoran.
" ooh..tuan Adrian dari tadi saya mencari anda" kata Anton seraya melirik Calista yang ada di sebelah Adrian.dengan tatapan penuh nafsu.
" apakah gadis cantik ini putri anda tuan" tanya Anton.
" gak cari mantu tuan Adrian.saya bersedia menjadi menantu anda" kata Antonmembuat Calista jengah.
__ADS_1
tiba tiba ia melihat Giovano yang di bawa oleh dua body guard.Antin terkejut.namun tiba tiba...
plak.....tanpa aba aba Calista menampar Anton di depan Adrian dan kakek nya.
" kenapa anda menampar saya nona muda"
" karena kau kurang ajar pada suami ku.kau berusaha menjebak nya."
" tapi saya tidak mengenal suami anda nona"
" dia suami ku" kata Calista seraya menunjuk ke arah Giovano yang belum sadar.
" aku akan segera mencari tau kebenaran nya dan kau siap siap aku akan memasuk kan mu ke sekolah khusus napi"
" aaahhhhhhkkk...." Anton menjerit saat Calista menendang \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* Anton.
" aduh ancur dech tuh masa depan" kata body Guard yang merekam memegang ponsel nya.
Calista dan kakek serta daddy nya keluar dari hotel.dua mobil sudah menunggu mereka di depan lobby hotel.Calista masuk ke mobil yang membawa Giovano yang di ikuti dua body guard yang membawa Giovano tadi.
sedangkan Adrian dan tuan Sanjaya masuk ke mobil yang di bawa Tuan Sanjaya tadi saat datang bersama cucu nya.
" kau bawa mobil Gio pulang biar aku yang membawa mobil papa" kata Adrian memeringah kan salah satu body guard nya membawa mobil Giovano.
Di dalam mobil yang di tumpangi Calista dan Gio yang masih tak sadar kan diri melaju perlahan di tengah kemacetan.Calista menangis melihat keadaan Giovano.seandai nya ia tidak cepat maka sudah di pastikan rencana pernikahan nya dengan Gio akan hancur seketika.
" sayang bangun lah jangan membuat ku khawatir" kata Calista seraya memeluk Giovano.Calista terus menangis dan mencoba menyadarkan Giovano.
tanpa di duga ia mencium sekejap bibir Giovano yang sedang pingsan.namun saat ia mencoba melepas kan kecupan nya toba tiba tengkuk nya di tahan oleh tangan Giovano yang ternyata sudah sadar saat ia mengecup bibir nya.
__ADS_1
Giovano menahan tengkuk Calista dan memperdalam ciuman itu.Gio menyesap manis bibir kekasih nya yang sedang menangisi nya.