
" aaaaaaaaaa...... romantis sekali Gio mama suka paaa" suara nyonya Laras seperti orag yang sedang jatuh cinta saat suami nya mencerita kan penyebab Gio berlutut di hadapan putra semata wayang nya.
" sebegitu besar kah cinta nya pada cucu kita"
" bahkan aku tak menyangka bahwa ia akan menunggu hingga Calista besar"
" cinta itu susah di tebak maaa....terkadang indah terkadang menyakit kan bagi yang merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan"
" aaaaaaa...papa juga romantissss...." nyonya Laras memeluk suami nya yang hanya berdecih seakan akan nyonya Laras yang lupa kalau umur mereka sudah lima puluh tahun lebih.
" trus sekarang bagai mana pa???"
" bagaimana apa nya????"
" itu lho...Calista dan Gio meraka kan sudah menikah setau cucu kita.apa mereka akan tidur satu kamar???"
" ya..gak...lah maaa!!!" tuan Sanjay langsung menolak argumen istri nya.
" untuk sementara waktu mereka tetap tidur terpisah.tapi kita akan segera melakukan pernikahan secara hukum dan agama untuk mereka.secara tertutup hanya kerabat yang tau siapa Calista sebenar nya"
Mobil mewah yang di tumpangi keluarga HADININGGAT mulai memasuki kawasan padat ibu kota.kemacetan masih terjadi meski sudah tengah malam.maklum lah besok hari libur jadi para hantu jomblo berkaliaran mencari pasangan nya.
Mobil sudah memasuki halaman rumah mewah Adrian.saat mobil berhenti di depan rumah Giovano buru buru turun dari mobil dan bergegas menghampiri mobil yang di tumpangi istri palsu nya.Adrian yang melihat Gio begitu antusias hanya menggelengkan kepala nya.Calista dan Safira turun dari mobil langsung masuk ke rumah di susul Adrian, Gio dan nyonya Laras serta tuan Sanjaya.
" sayang....bawalah putri kita ke kamar nya ada yang ingim aku bicara kan dengan Gio dan papa sebentar" Safira mengikuti semua yang di kata kan Adrian.
Adrian dan Gio serta tuan Sanjaya masuk ke ruangan kerja Adrian.
" eeehhhh....mama ngapain ikut kesini" Adrian terkejut karena mamanya ikut masuk ke dalam ruang kerja nya.
" mama cuma ingin tau kelanjutan sinetron pernikahan palsu"
Gio langsung tertunduk sambil tersenyum sedang kan Adrian langsung memijit pelipis nya.
" ma....ini bukan sinetron maa.."
" trus mama tidak boleh tau gimana kelanjutan nya"
__ADS_1
" kamu mau usir mama????"
" mau kamu mama kutuk jadi sembako terus mama bagi bagi in sm orang orang sampai habis hilang dech kamu"
Adrian hanya bisa pasrah toh mama nya juga sudah tau saat mengatakan ingin melihat kelanjutan sinetron pernikahan palsu.
" maaa bisa diam gak sich....mau cepet punya cicit gak" kata kata tuan Sanjaya membuat bola mata Giovano dan Adrian hampir melompat keluar dari kelopak mata nya.sedangkan nyonya Laras begitu antusias saat mendengar kata cicit yang berarti anak dari cucu nya.
" mau...mau..mau...pa..mau banget mama sudah lama gak gendong bayi"
" maka nya diam bisa gak"nyonya Laras hanya mengangguk kan kepala nya dan duduk manis di sofa.
Adrian dan tuan Sanjaya ikut duduk di samping nyonya Laras sedang kan Giovano duduk di depan mereka saling berhadapan.
" Gio...seperti yang kau tau bahwa san nya pernikahan mu dengan putri ku tidak sah oleh sebab itu aku berharap kau tetap menjaga batasan mu sebagai laki laki.meski ia tidak tau bahwa pernikahan nya tidak sah dan me ganggap mu sabagai suami nya."
" kita akan segera melangsungkan pernikahan mu secepat nya setelah papa menemukan ayah kandung Calista untuk menikah kan kalian secepat nya"
" papa...sudah merencanakan semua nya" tanya Adrian.
" papa sudah menyuruh seseorang untuk melacak keberadaan ayah kandung Calista.mungkin kita akan mendapat kan kabar secepat nya" kata tuan Sanjaya.
" pucuk di cinta ulama pun tiba" kata tuan Sanjaya mencoba menyebut sebuah pepatah.
" ulam paaa...bukan ulama" kata nyonya Laras jutek.
Adrian dan Giovano tersenyum melihat tingkah konyol dua orang yang sangat mereka hormati.
" lumayan buat lawakan"
" memang nya papa sama mama ini pelawak sri mulat"nyonya Laras semakin jutek saat mendengar kata kata Adrian.
ha...ha.....ha...suara tawa Adrian dan Giovano langsung menggema di dalam ruangan.
" mama sich...papa juga...bisa bisa nya ngelawak seperti itu"
" lagian ulama apa sich pa yang tiba" kata Adrian masih dengan tawa nya.
__ADS_1
" ini lo Adrian papa sudah mendapat alamat ayah kandung Calista"
" waaahhh...papa memang bisa di andal kan untuk masalah ini"
" fix....kalian menikah tiga hari dari sekarang"nyonya Laras langsung gembira saat mendengar apa yang di sampai kam suami nya.
sesuai kesepakatan akhir nya Gio akan menikahi Calista tiga hari kemudian.mereka kembali ke kamar masing masing karena hari sudah hampir menjelang pagi.
" ingat jangan salah masuk kamar" Adrian memgingat kan Giovano sedangkan yang di ingat kan hanya tersenyum.
Giovano malangkah kan kaki nya menuju ke lantai atas saat melewati kamar Calista ia berhenti sejenak.kemudian memberani kan diri masuk ke kamar tersebut.saat masuk ia melihat Calista yang duduk di samping tempat tidur.Calista yang melihat siapa yang masuk langsung berdiri.ia menundukan hanya kepala nya.
Giovano mendekati Calista yang terlihat gugup.
" apa ia akan meminta hak nya saat ini.bukan lah ia sekarang suami ku tapi aku belum siap" Calista hanya bisa bicara dalam hati nya.
" aku tidak akan meminta hak ku saat ini.aku akan menunggu sampai kau siap menjadi istri ku sepenuh nya" Giovano seakan akan mengerti kegugupan istri palsu nya.
" satu pinta ku padamu mulai lah untuk menghargai penikahan ini.meski pernikahan ini bukan karena kinginan mu.namun pernikahan ini terjadi karena keadaan.tapi ini tetap lah pernikahan jadi mulai lah jaga jarak dengan laki laki yang bukan muhrim mu"
" tiga hari lagi kita akan mengulang akad nikah kita dengan Daddy mu sebagai wali sah mu" kata Giovano
" maaf....." hanya kata kata itu yang keluar dari bibir Calista.
Giovano mencium kening Calista penuh kasih sayang dan membelai rambut nya.lalu ia melangkah kan kaki nya keluar kamar Calista membuat gadis itu langsung mengangkat wajah nya yang semula menunduk.ia melihat suami nya keluar dari kamar nya.
Calista langsung jatuh terkulai di lantai.kaki nya lemas saat ia menyadari apa yang ia kata kan pada laki laki yang berhak atas diri nya.
__ADS_1
" ap....ap...apa yang aku lakukan apa yang aku kata kan tidak seharus nya aku mengatakan hal pada nya" mata Calista mulai mengembun air mata nya mulai menetes satu persatu.hati nya merasa sakit saat melihat suami nya meninggal kan nya di dalam kamar.