
Jam menujukan pukul 20:30 namun karena situasi pandemi membuat orang malas untuk keluar rumah.Situasi pandemi ini membuat semua memesan makanan secara online.Meski dengan merogoh kocek lebih besar namun karena patuh pada anjuran pemerintah sebagian masyarakat tetap stay di rumah.
Hanya bagi sebagian orang yang masih lalu lalang dan kebanyakan dari mereka yang bekerja mencari nafkah melalui pekerjaan dalivery.
Sama seperti gadis cantik yang satu ini demi sesuap nasi untuk nya dan orang tua nya di kampung ia rela bekerja selepas dari restoran tempat nya bekerja ia langsung membuka aplikasi di ponsel nya menjajakan masakan yang di buat nya.Berharap dapat menambah penghasilan dari pekerjaan nya secara online Khairani gadis cantik yang biasa di sapa Rani berjalan sambil mendorong motor matic nya yang mogok.
Khairani atau yang biasa di sapa Rani bekerja di sebuah restoran sea food.Gadis cantik itu bekerja sebagai waitress dan sekaligus koki.Karena kepandai an nya membuat masakan sea food tradisional membuat nya di percaya sang pemilik mengambil alih dapur jika chef restoran tersebut berhalangan.
Namun kali ini sungguh apes, sepulang dari bekerja di restoran gadis cantik itu langsung pergi mengantar orderan ayam bakar yang sudah di order oleh pelanggan nya untuk makan malam.Namun motor kesayangan hasil dari bekerja siang dan malam mogok karena belum di beri minum bensin.
" Ayolah pinky kenapa pake acara mogok sich kan aku mau nganter ini nich.lagi dikit lo sudah nyampe pake mogok segala sich kamu" Kata Rani menepuk pinky motor matic kesayangan nya yang berwarna pink.Sambil melirik kanan kiri nya mencari penjual bensin yang biasa mangkal di sekitar ini.Namun Nihil, tak seorang pun penjual yang mangkal.
" aahh..gimana nich.Masa iya aku harus jalan memang sich kalau jalan kaki bisa nyampe tepat waktu.Tapi kan lumayan jauh kalau jalan kaki" Rani menghela nafas nya.
" apa aku titip aja ya barang kali ya si pinky." Rani berpikir keras diman akan menitip kan si pinky.Akhir nya ia memutus kan untuk menitip kan si pinky di sebuah toko kelontong yang hampir tutup.Beruntung sang pemilik toko yang seorang janda tua bersama anak gadis nya sangat baik.Mereka menerima motor Rani karena kasian dengan gadis cantik tersebut.Bahkan mereka memaksa Rani untuk tidur di rumah mereka karena khawatir.Namun Rani menolak nya karena harus mengantar orderan pelanggan nya.
" Nanti kamu tidur disini ya" kata bu Sumi janda pemilik warung.
" iya mbak" kata sang anak pemilik warung.
" panggil Rani.Nama ku Rani lengkap nya Khairani" kata Rani menjulur lan tangan nya pada gadis di depan nya.
" Aku Murni, Murni Maheswari" kata gadis cantik tersebut menyambut uluran tangan Khairani.( Tau kan siapa Murni Maheswari??)
" Kalau begitu kalin bisa tidur sekamar" kata bu Sumi ibu dari Murni.
" tapi Rani harus nganterin orderan ini dulu bu" kata Rani sungkan.
__ADS_1
"Ya udah nanti di temani Murni ya." Rani menggelengkan kepala nya.
" Gak usah bu nanti saya kesini lagi kok udah dekat juga" Kata Rani menolak permintaan bu Sumi agar Murni mau mengantar nya.
" ya udah yang penting kamu janji ya kesini lagi dan tidur disini besok pagi kamu bisa cari penjual bensin eceran di sekitar sini" kata Murni yang senang mendapat teman baru.
" oke aku janji" kata Rani tersenyum lalu bergegas pergi sebelum nya mengucap kan salam pada Murni dan ibu nya.
Rani berjalan seorang diri tanpa menyadari ada dua orang laki laki yang mengikuti nya sejak tadi.Dua pria tersebut mengikuti Rani berjalan sambil terhuyung huyung.Seperti nya mereka mabuk dan Rani tak menyadari itu.
Rani terus berjalan sambil mulut nya komat kamit membaca dzikir.Memohon keselamatan karena jalan yang di lalui nya sedikit gelap karena banyak lampu jalan yang padam.Entah bagai mana cara kerja pemerintah setempat mengapa lampu jalan di biar kan tidak menyala.
Rani mengosok gosok tengkuk nya merasakan sesuatu yang sedikit aneh dan mencurigakan.Perlahan Rani membalik kan kepala nya dan melihat dua pria tadi sedang tersenyum bengis di depan nya.
Rani terkejut mencoba melarikan diri namun salah satu pria yang terlihat seperti preman dan berbau alkohol itu mencegat nya.
" Mau apa kalian, jangan macam macam ya" kata Rani panik.
" kami gak mau apa apa cuma mau sun sedikit boleh yaaaaa....." kata pria satu nya lagi semakin mendekati Rani.
" lagian kan gak macam macam.cuma satu macam aja kamu pasti suka " kata pria di belakang Rani.
Rani berusaha menghindar ke kanan namun pria di belakang dan di depan nya ikut ke kanan.Kemana pun langkah kaki Rani mereka mengikuti segala pergerakan Rani.
Rani mulai tampak khawatir dan wajah nya mulai memucat.Keringat dingin mulai bermunculan, ia mengingat kejadian vidio sahabat nya yang di perkosa dan pada akhir nya mati mengenas kan yang saat itu menjadi viral.
" Kok diem sayang...? mau kan abang ajak indehoy dulu sebentar aja gak lama kok" kata Pria satu nya lalu memberi kode pada teman nya agar menangkap Rani yang sedang lengah.
__ADS_1
" Hap...akhir nya angsa nya kena tangkep juga.Waaahhhhh mulus bro" kata Pria yang berhasil menangkap tangan Rani yang putih dan mengelus ngelus nya.
Rani berusaha memberontak sambil berteriak agar di dengar orang yang lewat.Namun jalanan itu terlampau sepi di karena kan banyak nya rumah mewah yang tidak keluar karena di karantina mandiri akibat virus yang merebak akhir akhir ini.
" ttooolloooonggg" Rani berteriak kencang.Namun sang preman semakin tertawa terbahak bahak.Rani di seret ke samping sebuah rumah mewah yang di tumbuhi rerumputan tinggi.Barang yang di bawa Rani pun terjatuh karena di rebut dan di hempas kan oleh sang preman.
Brakkkk...brukkk ..bugh...bugh..bugh...Suara benda berat memukul preman tersebut.Rani yang sedang ketakutan itu terkejut kala melihat seorang pemuda tampan memakai jas sedang memukuli dua preman tersebut.Rani melihat pria tersebut menghajar preman yang tadi merebut barang nya dengan kayu.
" Awasssss" teriak Rani kala melihat salah satu preman tadi yang menangkap tangan nya ingin memukul pemuda tampan yang menyelamat kan nya.Pemuda itu dengan sigap langsung berbalik dan memukul dengan kayu yang di pegang nya.
Brakkk...bugh..kayu itu patah bersamaan dengan tumbang nya preman tadi seperti teman nya yang lebih dulu tak sadar kan diri.Pemuda itu kemudian berjalan mendekati motor sport nya dan mengambil sedikit minyak di tangki nya dengan menggunakan plastik bekas yang berserakan.Lantas pemuda itu membakar kayu yang ia gunakan untuk memukul kedua preman tersebut.
Rani yang sedari melihat aksi pemuda tadi mengikuti pemuda itu merasa heran mengapa ia membakar kayu itu.
" terima kasih ya sudah menyelamat kan aku"kata Rani sambil menunduk.
" sama sama sudah menjadi kewajiban aku menolong sesama" kata pemuda itu sambil membuka tangki dan mencelup kan sebuah plastik dan menetes kan bahan bakar yang menetes memalui plastik tersebut ke kayu tadi.
Dalam keadaan remang remang Rani tak melihat dengan jelas wajah pemuda itu.Namun saat kayu itu terbakar dan menyala membuat sekitar tempat nya berdiri bersama pemuda yang menyelamat kan nya itu terang benderang.
Itu adalah sepenggal awal kisah Kaisar dan Gery dalam Judul MENGEJAR MAAF ISTRI.
kalau penasaran langsung aja ya cari do pencarian berjudul MENGEJAR MAAF ISTRI
Kisah Givano dan Callista juga belum selesai lo masih ada kelanjutan nya masih tgu othor cari inspirasi buat mereka
nanti sambung lagi yaaaa jangan lupa dukungan nya lewat like dan vote serta komen positif yang membangun.untuk karya author kali ini author mohon buat para readers gelap tunjukan lah diri mu dengan meninggal kan jejak kalian disini oke....
__ADS_1