
Pagi ini Gio dan Calista berangkat bulan madu.mereka pergi ke surabaya karena Gio sedang ada pekerjaan.mereka pergi di antar kelima adik Calista yang sebenar nya ingin sekedar jalan jalan.
" kak nanti kalau sudah samapi di surabaya telfon yaa" Fian mulai merajuk pada kakak nya.
" iya nanti kakak telfon...kamu mau di beli in oleh oleh apa nanti kakak cariin"
" gak..aku mau kakak cepat pulang aja"Fian mata nya sudah mulai mengembun hanya dalam satu kedipan jatuh lah air mata nya.
" deh...cengeng...." jhiko meledek Fian yang hampir menangis di pelukan sang kakak pada hal dalam hati nya pun ia begitu sedih berpisah dari sang kakak.sedang kan Gio yang melihat Fian memeluk istri kecil begitu erat mencoba menahan rasa cemburu nya.namun ia tidak memungkiri kalau ia begitu cemburu pada semua laki laki yang dekat dengan istri kecil nya.tapi ia juga sadar bahwa mereka adik adik istri nya.
" sudah Fian kakak kan pergi gak lama kayak ke korea kemarin lagian kita bisa nyusul kok"kata Rizky yang bilas anggukan Fian lalu ia melepas kan pelukan nya.
" ya sudah kakak berangkat ya" Calista lalu mengulur kan tangan untuk di cium sama adik adik sebagai tanda penghormatan dari yang kecil.
mereka menyalami tangan Calista dan Gio satu persatu.
" ommm....aku titip kakak.yaa"Gio menganggukan kepala mendengar kata kata Fian.
" om...jangan lupa buat kan kami keponakan kembar tiga kayak kami ya" kali ini kata kata Ziko membuat kedua mata Calista membulat sedang kan Gio langsung tersenyum sambil menatap istri kecil nya.
" gak bisa..."
" kalau gak bisa tanya sama daddy gimana cara bikin nya" kali ini Jhiko membalas jawaban kakak nya gak kalah usil dari permintaan Ziko.Gio tertawa terbahak bahak sambil mengusak kepala Jhiko.
lalu mereka melangkah kan kaki nya menuju terminal keberangkatan karena pengumuman pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera berangkat.lalu merak masuk ke pesawat dan menunggu waktu pesawat lepas landas.Gio dan Calista duduk di kelas vvip jadi mereka akan merasa nyaman meski cuma perjalanan satu jam.
" mmmmm....sayang kau tau siapa yang duduk di samping mu saat kau pulang dari Rusia kemarin"Calista melihat ke arah Giovano terheran heran.
" bagai mana mas tau aku ke rusia"
" aku tau semua nya sayang semua nya tentang mu bahkan aku tau kau mengikuti ku setiap hari.tapi kau tidak tau kalau aku selalu datang setiap malam saat kau tidur"Calista melirik tak percaya.
" mana bukti nya"Gio memberikan ponsel nya.Di dalam ponsel Gio banyak terdapat foto saat Calista berada di Rusia mulai dari ia keluar dari hotel untuk mengikuti Gio kemana pun Gio pergi hingga kembali lagi ke hotel.Ada juga foto yang di ambil saat ia sedang tidur dan ia juga melihat Gio tidur di samping nya.semua foto foto itu membuat nya tekejut dan lebih terkejut lagi saat ia melihat beberapa foto yanh di ambil di dalam pesawat saat ia kembali.ia juga mengi gat ada seorang laki laki yang duduk di sebelah nya namun ia tak memeperhatikan siapa laki laki tersebut.
Calista memandang suami nya dengan mata berkaca kaca.ia tak menyangka suami selama ini selalu berada tak jauh dari nya.
__ADS_1
" bagai mana kau bisa menahan perasaan mu selama ini"
" seperti kau menahan perasaan mi pada ku selama ini"
" mungkin kau menahan perasaan mu pada ku karena malu dan gengsi tapi aku menahan perasaan ku karena masa depan mu.tapi....." Gio tak melanjut kan kata kata nya membuat istri kecil penasaran.
" tapi apa....." Calista mencoba mencari tau apa yang ada di dalam benak suami nya.
" tapi aku tidak akan menahan nya lagi malam ini." jawab Gio dengan senyum mesum nya dan kerlingan mata.membuat Calista gugup dan itu sangat membuat Gio senang.
" ingat lah janji mu pada ku"Gio berbisik di telingan Calista dengan sedikit menempelkan mulut nya dan dengan sedikit desahan membuat Calista meremang bulu kuduk nya.
Akhir nya mereka sampai di surabaya mereka sudah di jemput mobil dari hotel Adrian yang akan segera di resmi kan Gio sebagai wakil nya.mereka jg menempati kamar VVIP.pemandangan yang begitu indah yang bisa di lihat dari jendela yang langsung menghadap ke arah laut lepas.
Calista masuk ke dalam kamar lalu berdiri di depan jendela melihat pemandangan tersebut.namun kegiatan nya menikmati pemandangan buyar seketika saat ada tangan yang melingkar di perut nya dan sebuah kecupan di di tengkuk nya.
" apa enak nya lihat pemandangan itu masih enakan lihat suami mu ini" Calista membulat kan mata nya saat melihat Gio sudah bertelanjang dada.entah kapan ia membuka kemeja nya.
" mmmmmm......mas pakai baju nya kenapa gak pake baju entar masuk angin lo mas"Calista mencoba mengalih kan perhatian Gio dan mencoba melepas kan diri dari pelukan Gio yang sedang menatap nya penuh cinta namun di balik tatapan cinta itu ada nafsu yang sudah membara.
Gio tak memperdulikan kata kata istri nya ia memulai aksi nya.Gio meraup biibir merah merona milik istri kecil nya.menyesap dan \*\*\*\*\*\*\* nya pelan namun menuntut.Calista yang mengerti dengan apa yang di ingin kan suami nya mulai gugup.keringat dingin mulai keluar dan itu di sadari Giovano.
" kenapa....kau takut......?????"pertanyaan Gio tidak di jawab.
" aku mohon......" Gio berbisik sedikit memelas dan kembali menatap istri nya.
__ADS_1
" aku takut........"
" jangan takut akan melakukan nya pelan percaya lah" tanpa menunggu jawaban dari istri nya Gio menggendong Calista ala bridal menuju tempat tidur yang sudah di hias khusus pengantin baru.
Gio memulai aksi nya ia kembalin mencium Calista kali ini lebih bergairah dari sebelum nya.semakin lama ciuman itu semakin menuntut tangan Gio sudah bergerilya kesana kesini.ia mulai membuka resleting dress yang di gunakan istri nya.saat dress itu terbuka ia menurun kan dress tersebut hingga dada.ciuman Gio turun ke leher putih mulus tersebut dan kemudian turun ke dada.Gio menarik tali yang menjadi penyangga kain penutup dada istri nya dan seketika ia melihat dua daerah favorit nya.
Gio semakin bergairah saat mendengar lenguhan istri nya saat ia mengecup dan menyesap benda kecil yang ada di dada istri nya membuat Calista sedikit melengkung kan tubuh nya.
" aahhhhhhh....sssstttttt" sura desis an milik istri menjadi suara yang sangat di rindukuan nya selama ini.Gio kembali menurun kan dress tersebut hingga terlepas dari tubuh istri nya.ia juga membuka celana nya dan tak butuh waktu lama ia sudah berhasil membuka seluruh kain yang menempel di tubuh istri nya dan tubuh nya.saat ini mereka sudah tak menggunakan sehelai benang pun hanaya selimut yang menutupi tubuh mereka.bahkan posisi Gio saat ini sudah berada di atas Calista yang wajah nya sudah merah merona.sejak Gio terdiam sambil menatap manik mata istri nya.begitu juga Calista ia memandang suami nya terlihat jelas dari tatapan mata Suami nya yang sudah di kuasai hasrat.
Gio kembalin mencium bibir istri nya sedang kan tangan satu nya mulai menuntun senjata nya yang sudah berdiri tegak.sejak tadi ia mencoba masuk namun seakan akan ada yang menghalangi nya membuat ia terpaksa harus menuntun sendiri senjata nya agar bisa menembus pertahanan istri nya.saat senjaya nya sudah menyentuh pintu masuk Gio tampak memejakan mata nya di iringi desahan yang keluar dari mulut nya.
" sssstttt.....aaahhhh......" Gio mulai menekan sedikit agar senjata nya bisa masuk dan tidak terlalu menyakiti istri nya.saat ujung senjaya nya memasuki tempat nya.Calista sedikit menegeluar kan pekikan.
" aahhh....sakit......"Buru buru Gio membungkam bibir istri nya untuk mengalih kan rasa sakit tersebut sambil menekan kembali dan dalam sekali hentakan Gio berhasil masuk sempurna.mata nya langsubg terpejam saat senjata nya masuk sempurna.merasa kan kenikmatan yang tiada tara.sedang kan Calista ia memejam kan mata menahan rasa sakit dan perih di bawah nya.namun perlahan rasa perih tersebut mulai mereda saat Giovano mulai bergerak memaju mundur kan senjata dengan irama yang sangat pelan namun berhasil membuat nya ikut menikmati.
Giovano terus melanjut kan kegiatan mendaki kenikmatan yang baru di rasa kan di usia di atas tiga puluh tahun.keringat mulai bercucuran rasa sakit yang di rasa kan Calista meski masih terasa namun sedikit terlupakan dengan rasa nikmat yang di berikan suami nya.Gio semakin tak mampu menahan gejolak nafsu nya membuat nya semakin lama semakin bergerak cepat.
" aaahhh........" tubuh Calista bergetar bersamaan dengan suara lenguhan yang keluar dari bibir nya dengan wajah merah.Gio hanya memandang istri nya sambil tersenyum dan ia semakin menggerakan junior nya semakin dalam dengan hentakan hentakan kecil dan terkadang sedikir kasar membuat iatri nya kembali melengkungkan tubuh nya.
" aaahhh......" tubuh Calista kembali bergetar dan kali ini bagia bawah nya sedikit mengeluar kan cairan hangat.Gio semakin terbawa suasana dan di saat tubuh istri nya bergetar hebat untuk ketiga kali nya tubuh Giovano ikut bergetar dan me geluar kan lenguhan dari mulut.
" aaaaahhhhhhhhh.......sayang aku mencintai mu" lenguhan Gio saat mengeluarkan benih benih nya ke dalam rahim istri.ia berdoa semoga istri nya cepat mengandung ia sudah tidak sabar igin menjadi seorang ayah.
Perlahan Gio menarik penyatuan pertama nya dengan istri tercinta nya.terlihat bercak merah di sprei berwarna putih itu.menandakan ia lah orang pertama kali menyetuh nya.Gio melihat istri nya yang sudah terkulai lemas.satu jam sudah mereka melakukan malam pertama meski itu terjadi saat siang hari bukan di malam hari.
Gio mengecup bibir istri sekilas sambil tersenyum.
" terima kasih...." Calista hanya tersenyum mendengar kata kata Giovano.
" tidur lah sebentar aku akan membangun kan mu saat makan siang nanti." Gio kembali mengecup bibir istri yang mulai memejam kan mata nya.
__ADS_1
" akhir nya kau menjadi milik ku seutuh nya.dua belas tahun aku menunggu mu sekarang kau sudah menjadi milik ku." gumam Gio dalam hati nya.sambil membelai wajah istri nya dan menyingkir kan rambut rambut yang ada di wajah cantik yang terlihat lelah.kemudian Gio menarik selimut dan ikut terlelap karena lelah.