KEKASIH MASA DEPAN

KEKASIH MASA DEPAN
BREWOK


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu semenjak malam pertama gatot membuat Giovano semakin uring uringan.


Di sini lah ia berada di ruang kerja nya yang dominan berwarna biru laut sesuai keinginan sang istri kecil presdir.Gio tampak terduduk lesu entah apa penyebab nya apakah malam pertama yang gagal atau setumpuk berkas berkas yang ada di atas meja nya.berhubung akhir bulan pekerjaan nya semakin banyak belum lagi hasrat yang belum tersalur kan.


tok...


tok


tok...


terdengar suara ketuka pintu membuat Gio yang lagi kusut membuka suara nya yang terdengar malas.


" masuk..."


" maaf pak di luar ada pak Alexander bramantyo" kata sekretaris Gio.


" persilahkan dia masuk" kata Gio malas.


ALEXANDER BRAMANTYO adalah seorang pengusuha otomotif teman baik dari Giovano.meraka bertaman sejak Gio mengambil S2 nya di rusia dulu.mereka bertemu dan berkanalan saat mereka tak sengaja berurusan dengan para gerombolan perampok yang saat itu akan merampkm sebuah bank.di saat yang bersamaan Gio yang ahli beladiri dan begitu juga Alexander berhasil menggagal kan perampokan tersebut.


Alexander tidak tau bahwa teman yang sering datang ke apartemen nya adalah seorang pewaris tahta.ia baru mengetahui nya saat Gio di seret pulang secara paksa karena sidang di istana yang mengingin kan nya menikahi Selana saat itu.


Alexander cukup terkejut namun ia tak bisa berbuat banyak.akhir ia hanya bisa membantu teman nya mencari jalan keluar nya.menunggu saat yang tepat untuk pergi dari istana yang mengikat nya dengan segala peraturan.


Alexander membantu Giovano hingga bisa menunda pertunangan tersebut sebelum akhir nya seluruh kekayaan dari mendiang kakek Giovano berhasil jatuh ketangan Giovano.dengan segala kepintaran nya ia membantu tuan Bryan ayah Giovano untuk mengurus segala nya agar Giovano berhasil menjadi pewaris kekayaan bukan pewaris tahta.


Di sini lah mereka berada di ruangan bernuansa biru laut tersebut.


" mau apa kau kesini jangan membuat kubtambah pusing dengan tingkah kekonyolan mu itu" kata Gio ketus.


" cih....dasar manusia tidak tau di untung.sudah jauh jauh aku datang malah kau jutek in." kata Alex yang duduk di sofa di dalam ruangan Giovano.


" jangan berbelit belit mau kau...?" masih mode jutek nya.


" kau ini kenapa sich lg PMS ya???" tanya Alex yang setau nya sahabat nya saat ini sedang jutek bukan orang gampang marah bahkan terkenal ramah di kalangan siapa saja tanpa terkecuali.

__ADS_1


" bukan aku yang PMS tapi istri ku" kata kata Gio membuat otak cerdas seorang Alexander langsung berkerja.


" ha...ha....ha... jadi malam pertama gatot gara gara si BREWOK MUNTAH DARAH." kata Alex menekan kata si brewok membuat Gio melotot kan mata nya.


Gio kembali tertunduk lesu sambil mengangguk kan kepala nya.


" kasian sekali perjaka tua ini hadeehhhh...." Alex hanya menggelengkan kepala nya.


" sabar lah kan cuma seminggu.." kata kata seperti oase di padang pasir bagi Giovano.


" kau yakin cuma seminggu???" pertanyaan Giovano hanya di balas anggukan kepala dari Alex.


" berarti empat hari lagi dong" kata Gio tapi kali ini sambil menepuk jidat nya.


" kenapa..?" tanya Alex kembali yang melihat sahabat seperti akan mendapat masalah empat hari kedepan.


" tiga hari lagi aku akan berangkat ke surabaya.hotel aku bangun bersama kak Adrian akan segera beroperasi.jadi kau harus mengikuti perkembangan selama dua minggu minimal" kata kembali lesu.


" terus.....???" tanya Alex sambil mengerut kan keningnya.


" terus...terus...terus....lo pinter apa oon sich" Gio kembali menggunakan kata lo gue sama sahabat nya.


" ya lo bawa lah bini elo ke surabaya sekali honeymoon gitu.gak perlu jauh jauh lah yang penting tiap malem anget.lagian di rumah mu banyak orang jd kalo mau buka segel bisa ketahuan besok nya." kata Alex mulai mengeluarkan kata kata vulgar nya.


Gio menatap Alex sembari tersenyum licik.


" jangan senyum ama gue seperti itu geu jadi merinding.gue masih normal" kata Alex.


" memang km masih normal kalau elo normal gak bakalan di tinggal Naina" kata kata Gio membuat rona wajah Alex langsung berubah.


" kenapa tuh muka..kayak baju yang belum di setrika" kata Gio saat melihat raut wajah Alex berubah drastis.


" Gio...."


" hem...." kata Gio saat Alex menyebut nama nya.

__ADS_1


" GIIIIOOOO"intonasi suara Alex makin meninggi membuat Gio mentup kedua telingan karena saat u i ia sudah duduk di samping sahabat.


" iiissshhhh bisa pelan gak sich.....bisa budek geu tau.ntr gak bisa denger desahan nya dia lagi kalu geu budeg" kata Gio nyolot.


Alex hanya menarik nafas nya dalam dalam seakan akan ingin melepas semua beban berat yang ada di dalam hati nya.


" kenapa....apa ada yang bisa aku bantai...???"


" eh....!!!" Alex terkejut dengan kata Gio yang mengatakan bantai.


" bantu maksud ku..." kata Gio meralat kan bantai tadi.mereka kembali dengan pembicaraan dua orang pria dewasa yang tadi loe gue menjadi aku dan kamu terlihat lebih menghargai.


" bantu aku mencari istri ku...!!!" kata Alex sambil menyadar kan tubuh nya di sofa.


" eh....maksud mu Naina...???"tanya Gio.


" memang istri ku ada berapa...?"kata Alex lesu.


" bukan kah kalian sudah berpisah...?"


" aku tidak mencerai kan dialah yang pergi membawa separuh hidup ku dan ketiga buah hati ku..."


" apa maksud mu aku tidka mengerti...?" kata Gio yang ingin mendengar kisah sahabat nya.


" dan itu lagi apa itu tiga buah hati.setahu ku buah hati itu anak bagai mana kau busa memiliki anak...???"


" Naina pergi saat diri nya mengandung buah hati ku.dan itu juga kesalahan ku.sekarang aku tidak tau di mana keberadaan nya." kata Alex terlihat di sudut mata nya ada sebutir air yang hampir terjun bebas.


Gio merasa ikut prihatin dengan kisah pilu sahabat nya itu.ia hanya bisa menepuk pundak sahabat nya.Gio mungin hanya melihat tetesan air yang hampir keluar dari mata Alex tapi ia yakin bahwa air mata hati Alex saat ini pasti sudah terjun bebas membuat rasa perih tak terkira di dalam sana.


" bukan kah kau yang mengatakan kalau dia pergi dengan orang yang di cintai nya..?" kata Gio.


" aku pikir dia pergi dengan laki laki namun ternyata dia pergi dengan dua orang laki laki dan satu perempuan dan mereka adalah anak ku." kata Alex membuat air mata yang tertahan akhir nya meluncur bebas tanpa pengaman.


Gi semakin penasara dengan cerita Alex.saat ia akan bertanya tiba tiba pintu ruangan nya terbuka dan masuk lah sang pemilik hati nya membuat senyum nya langsung terbit secerah mentari.

__ADS_1


bersambung.


dukung author terus ya jgn lupa like rate dan vote nya buat ku.jangan lupa mampir di karya ku yang lain nya TERPAKASA MENIKAH TIGA KALI.author juga kan buat cerita tentang alex dan Naina tunggu kehadiran mereka bahkan Gio dan Calista pun ada di sana.


__ADS_2