
Mereka makan dengan santai di iringi tawa tanpa ada aturan seperti di meja makan.
" Gio...bukan kah stand ini berada di belakang hotel mu"
" iya kak..." pluk...jawaban Gio mendapat lemparan kerupuk dari Adrian.Adrian tjdak suka dengan panggilan nya dari Giovano.
" aku ini mertua mu Gio....."
" oh...ya maaf maaf dad....."
" pecat aja jadi menantu" Jhiko nyeletuk sambil tertawa di berengi dengan lemparan krupuk dan tisu yang sudah di remas remas dari mommy dan nenek nya.
Jhiko masih tertawa cekikikan namun tertawa nya langsung berhenti saat melihat raut wajah sang kakak yang terlihat garang se akan akan ingin memakan nya.
" sabar kak...sabar....tahan emosi nanti anak kakak seperti dia mau.....???"Calista lalu memalingkan eajah nya pada Fian dan Fian hanya mengangguk kan kepala nya.
" iiii...ami amit cabang bayi" Calista sambil mengelus perut nya.
" Gio.....ayam ini sangat enak wajar lah kalu disini selalu ramai bagai mana jika kau rekrut pemilik nya sebagai karyawan mu."
" ide bagus kak lagi pula sudah sejak lama aku mengincar bapak ini untuk menjadi koki rencana nya aku akan membuat sebuah cafe tempat anak anak muda nongkrong mengisi waktu aku juga akan menyedia kan anak anak band yang dari kalangan tidak mampu namun kepandaian mereka dalam bermusik tidak bisa di pungkiri."
" karena menurut ku masih banya orang orang berbakat yang namu bakat mereka terpenda seperti anak anak mu itu kak"kata kata terakhir Gio membuat kelima anak laki laki laki Adrian langsung tersedak.ada yang tersesak saat minum dan ada yang tersedak saat makan sambal.
" apa maksud mu Gio...."
" entah lah...." Gio menjawab sambil mengendik kan bahu nya dan melirik kelima daik ipar nya.
Gio tau kelima adik ipar nya membentuk boy band mereka memiliki ke ahlian nya sendiri sendiri.namun Adrian tak tau itu sebab ia selalu melarang anak anak pergi ketempat yang tidak ada guna nya.Adrian hanya ingin mereka fokus sekolah.dan semua anak nya sudah memiliki usaha mereka masing masing meski masih di kelola Adrian menunggu sampai mereka siap untuk mengambil tanggung jawab nya.
" tapi dad....lihat lah penjual ayam lalapan ini sudah begitu renta bahkan ia hanya seorang diri."
" oleh sebab itu sayang aku akan membeli resepnya dan setiap porsi yang terjual ia akan mendapat keuntungan nya dengan syarat resep nya hanya kita yang tau"Calista hanya mengangguk kan kepala nya.
mereka asyik menikmati makanan mereka namun tiba tiba suasana hening sekejap.Mereka melihat seorang gadis kecil seumuran Fian datang ke tempat tersebut.gadis kecil itu begitu cantik dengan kulit putih dan rambut hitam panjang bertubuh kecil mungil.
" kek...aulia datang apa yang bisa lia bantu kek" ternyata gadis cantik itu adalah cucu sang kakek pedagang ayam lalapan yang sudah renta.
tiba tiba terdengar siulan keluar dari bibir Rizky dan membuat semua mengalih kan pandangan nya pada Rizky.gadis kecil itu pun melihat ke arah Rizky dan langsung menundukan kepala nya dan pergi mendekati sang kakek hendak membantu.
__ADS_1
Gadis kecil tersebut pergi sebab melihat Rizky mengerling kan mata nya sebelah pada nya.Adrian dan yang lain nya yang melihat putra nya yang biasa nya cool tumben genit pada seorang gadis seusia adik nya.
puk Adrian melemparkan tulang ayam yang di ambil dari piring Ziko ke arah Rizky yang masih melihat gadis kecil itu tanpa berkedip.Rizky yang mendapat lemparan tulang dari daddy langsung terkejut.ia melihat sang daddy melotot kan mata nya.
Adrian kembali melihat ke arah gadis kecil tersebut lalu tersenyum dan memanggil gadis kecil itu.
" dek...sini...."Gadis kecil itu mendekati Adrian ia mengira Adrian akan memesan sesuatu.
" ia..om...om..mau pesen apa"tanya nya.
" mau pesen mantu kayak kamu satu bisa gak" tanya Adrian sambil melirik ke arah putra sulung nya.
" mantu itu apa om...." tanya gadis itu.
" istri untuk anak om..." kata kata Adrian membuat gadis itu menunduk malu sedangkan Rizky langsung tersenyum malu.
" sini...dech....duduk..." ajak Adrian pada gadia kecil itu untuk duduk di sebelah nya tepat berhadapan dengan Rizky yang melongo melihat gadis kecil di hadapan nya.
" nama mu siapa......???"
" AULIA....om..."
" kelas dua smp om...."
" ooo berarti cuma jarak 4 tahun " kata Adrian sambil mengedip kan mata nya sebelah pada putra sulung nya.
" kok kamu malam malam disini..."
" iya om bantu in kakek...."
" emang besok kamu gak sekolah....??"
" sekolah om..."
" sudah belajar" gadis itu hanya menganggukan kepala nya sembari mata melihat semua orang yang ada di hadapan nya.saat mata nya melihat ke arah Rizky kembali ia menundukan wajah nya pasal nya Rizky kembali mengedip kan mata nya sebelah.
bugh....Fian memukul punggung kakak nya....
" jaga image apa kak malu tau" bisik nya namun tak di hirau kan.
__ADS_1
" bapak sama ibu kamu dimana....kok gak bantu kakek...kenapa kamu yang bantu kakek."
" bapak sama ibu Aulia sudah meninggal tiga tahun lalu om..." gadis kecil tersebut langsung tertunduk.nampak gurat kesedihan di wajah nya.
" maaf..."
" gak papa...om.."
" oh yaaa coba kamu hitung semua ayam yang masih ada sekarang" gadis bangkit dari duduk nya lalu pergi untuk menghitung sisa ayam yang ada lalu kembalk menemui Adrian.
" ayam nya ada empat puluh lima potong om...."
" ok om beli semua nya.....ya bisa kan kamu buat kan" gadis itu langsung tersenyum gembira karena Adrian memborong semua dagangan kakek nya.
" iya om...." jawab nya.
" mau di bantu gak" Rizky nyeletuk saat gadis itu mau pergi.
" gak usah kak Lia bisa sendiri.." jawab nya malu malu.lalu malangkah kan kaki nya masuk ke dalam bersiap untuk membuat pesanan Adrian membantu kakek nya.
" daddy....buat apa ayam sebanyak itu"
" siapa yang mau ngabisin"
"ada mereka" Adrian menujuk para pengawal nya.
" cie....cie....calon masa depan"Jhiko menggoda daddy dan kakak nya.
"calon masa depan......???"
" iya calon mantu masa depan" jhiko menunjuk ke arah daddy nya.
" calon istri masa depan" gelak nya sambil menunjuk ke arah Rizky yang terus memperhatikan gadis kecil tersebut.
mereka semua tertawa mendengar penuturan Jhiko namun tidak untuk Rizky yang melihat ke arah gadis tersebut tanpa berkedip sambil menopang kan dagu nya.tak memperhatikan di sekeliling nya.semua keluarga nya hanya tersenyum melihat nya tak berniat mengacau kan lamunan nya.
bersambung.
dukung author terus ya jgn lupa like rate dan vote nya buat ku.jangan lupa mampir di karya ku yang lain nya TERPAKASA MENIKAH TIGA KALI.
__ADS_1