
Saat ini kedua pengantin sudah berada di dalam kamar hotel yang menjadi tempat perhelatan akbar mereka.
suara deru nafas penuh gairah dari sepasang penganti membahana di kamar hotel president suite room.perlahan namun pasti gerakan perlahan Gio membawa istri kecil menuju puncak nirwana.Desahan dan lenguhan keluar dari mulut mungil sang pengantin wanita yang merintih kenikmatan yang di berikan sang penganti pria.meski ini bukan malam pertama mereka namun malam ini menjadi malam pertama palsu namun tetap menggairah kan seperti pertama bahkan mampu mengaah kan pengantin baru yang baru saja menikah dadakan tadi.
Suara tangis dari seorang wanita yang di paksa seorang pria melayani nya berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di kamar pengantin basi.Kaisar yang baru saja menikahi seorang gadis memaksa kan kehendak nya pada gadis itu meski ia sudah berstatus istri dari Kaisar namun ia belum mau melayani nya.oleh sebab itu Kaisar memaksa nya dengan memperkosa nya untuk ke dua kali nya.
" hanya ini cara ku agar kau tetap berada di samping ku akan aku buat kau mengandung anak ku" kata Kaisar di sela sela kegiatan memompa dari bawah.wajah yang merah karena nafsu nya dan kebahagian karena berhasil mendapat kan gadis yang selama ini di cari cari nya.
" aaakkkhhhhh" tak lama suara lenguhan panjang keluar dari mulut Kaisar kala melepas semua benih nya sedang kan gadis yang menerima benih nya hanya menangis dengan perasaan yang tak karuan rasa sakit karena di le eh kan Kaisar dulu masih ada bersatu dengan cinta yang terpendam pada Kaisar.
" Maaf kan aku Khairani...maaf" kata kata itu keluar dari mulut Kaisar bersamaan dengan ia melepas penyatuan nya dengan gadis yang bernama Khairani.Kaisar terkulai di samping Rani nama panggilan gadis cantik itu namun Khairani tetap diam dan membisu.Perlahan Kaisar bangkit dari tidur nya dan menarik selimut menutupi tubuh polos mereka lalu memeluk Rani dengan hanya terbalut selimut.
Malam hampir berganti pagi kumandang adzan subuh sudah mulai terdengar membangun kan sepasang penganti yang habis menjalani malam pertama palsu mereka.
" sayanh bangun...sudah subuh yuk sholat bareng" Giovano mulai membangun kan istri kecil nya.
" sebentar mas...ngantuk banget baru tidur jam dua kan mas...." Calista hanya menggeliat lalu meringkuk lagi di balik selimut.
" aaahhh..." Calist terpekik kaget kala tubh nya terangkat tiba tiba.Giovano menggendong Calista ala bridal memasuki kamar mandi.
" temani aku mandi..." kata nya sembari memasuk kan sang istri ke bathup.
" cih...temani mandi...??modus..." kata Calista.
" gak sayang kali ini mandi beneran udah mau ubuh takut nanti telat" kata Gio sambil memulai ritual mandi besar nya.Dan benar apa yang di kata kan Gio jika mandi mereka benar benar hanya sekedar mandi meski ada ritual sedikit toel sana toel sini.
Akhir mereka melaksana kan ibadah bersama sama.usai melaksanakan ibdah Gio mengajak Calista keluar dari dalam kamar hotel menuju taman yang ada di samping hotel.
" jalan jalan yuk yank....pagi pagi begini enak lo..udara masuh seger baik buat kamu sm dedek" kata Gio seraya mengelus perut sang istri.
" boleh tapi aku mau bubur ayam mas"
" ya udah sambil kita cari sambil jalan" Calista hanya mengangguk kan kepala nya.
Mereka melangkah kan kaki menuju lobby hotel.Mereka menyusuri jalan sepanjang hotek dan taman yang ada di sekitar hotel.
__ADS_1
Tak lama mereka menemukan penjual bubur ayam di dekat taman.Banyak orang yang mengantri untuk membeli nya.
" sayang kamu tunggu disini sebentar aku akan membeli bubur ayam nya disana." kata Gio saat berjalan dan berhenti di sebuah bangku taman.
" gak ah mas aku ikut aja..." kata Calista yang saat itu.
" jangan sayang disana ngantri banyak banget pasti lama" kata Gio mencoba memberi pengertian pada sang istri kecil nya agar tidak lelah mengantri.
Akhir nya Calista bersedia menunggu sang suami di bangku taman.Calista memandang suami nya yang ikut mengantri sambil berdiri di delat grobak.Calista juga melihat beberapa anak gadis yang mencoba mencari perhatian suami nya.Gadis gadis itu selalu mencari cari perhatian Giovano.Siapa saja pasti akan tertarik pada suami nya yang tampan seperti lee min ho.
Calista mulai kesal dengan tingkah laku para gadus tersebut bahkan slah satu dari mereka berpura pura menunggu antri tepat di sebelah Gio yang asyik dengan ponsel nya.Calista memperhatikan pergerakan anak gadis tersebut yang mulai merapat perlahan pada suami nya.Karena cemburu Caliata bangkit dari duduk nya lalu berjalan menghampiri Giivano yang masih asyik memeriksa beberapa email yanh masuk melalu ponsel nya.
" sayang udah belum aku lapar" rengek Calista manja pada suami nya.
" sebentar ya sayang aku tanya dulu mas mas nya" Gio bertanya pada pedagang bubur ayam nya jika sang istri sudah tak sabar ingin mencicipi bubur ayam nya.
Si penjual bubur ayam awal nya menolak karena tidak enak pada pelanggan lain nya.Namun ia terkejut saat melihat siapa yang di sebut istri oleh Giovano.
" loh...mamang..." Calista dan penjual bubur saling menujuk satu dan yang lain nya.
" kamu kenal sayang..." Calista hanya mengangguk kan kepala nya.
" aduh emang kemana aja atuh mamang rindu pisan" kata penjual bubur dengan logat sunda nya.
" saya lagi sibuk kuliah mang di tambah lagi saya sudah menikah" kata Calista sambil menggandeng tangan Giovano membuat pada gadis yang tadi nya mencari cari perhatia langsung mundur.
" oooo jadi eneng sudah menikah atuh mana kasep pisan suami ya neng cocok mah sama eneng"kata pnejual bubur sambil membungkus bubur.
__ADS_1
" ah mamang bisa aja" kata Calista sambil menggelayut manja pada Giovano.
" nah...ini buat eneng sama mas....."
" Gio...mang...panggil saya Gio" kata Giovano saat mamang penjual bubur ingin menyebut nama nya namun tak bisa karena tak tau.
" oh iya panggil saya mang otoy....." sambil menujuk huruf yang ada di depan gerobak nya.
" berapa mang" tanya Gio saat ingin membayar bubur ayam.
" gak usah atuh den....sama eneng sama aden mah gratis.....kalau besok besok mau makan bubur lagi kesini aja mamang tiap hari mangkal disini" kata mang otoy.
" pantesan mang ngilang di tempat biasa sekarang disini to...." kata Calista.
" bukan ngilang neng...tapi mamang di usir neng dari sana sama yang punya minimarket kata nya ia terganggu dengan pelanggan mamang" kata mang otoy menunduk sedih.
" sabar ya mang kalau mamang berminat mamang mangkal disana aja" kata Giovano menunjuk samping hotel milik nya.
" jangan ah den....nanti pemilik nya marah" kata mang otoy.
" emang nya mamang tau siapa yang punya" tanya Gio sambil menyuapu bubur ayam ke mulut istri nya.Mang otoy hanya menggeleng kan kepala nya.
" kalau gak tau dari mana mang otoy tau dia bakal an marah" tanya Gio lagi.
" hhhhhhh.....biasa nya orang kaya kan gitu den...sombong..." kat mang otoy masih sibuk dengan dagangan nya.
" kalau ada yang marahin mamang mangkal disana bilang sama saya mang biar saya yang marahin yang punya hotel tak gunduli terus tak ceburin ke empang yang banya lele nya kalau berani marah marah ama mamang" kata Calista.
" emang eneng kenal ama yang punya" ta ya mang otoy...
" kenal lah...nich...." Calista menujuk suami nya yang sedang memasuk kan bubur ke dalam mulut nya sontak Gio langsung tersedak.
" ah yang bener neng..." kata mang otoy tak percaya.Calista hanya mengangguk kan kepala nya dan Gio hanya tersenyum.
" waduh kebetulan dong yaaaa.....aden yang punya...boleh kan den mamang mangkal di dekat parkiran karya wan nya den" tanya mang otoy...
__ADS_1
" jangan di sana mang sempit lagian nanti bakal mengganggu orang kerja mamang di belakang aja ya disana juga ada tempat dan pintu keluar masuk dari belakang.untuk sementara mamang jualan disini dulu selama satu minggu kasi tau ke pelanggan nya kalau minggu depan mamang pindah kesitu" kata Giovano membuat senyum mang otoy bersinar layak nya mentari.
" aduh......