
"Kamu tertarik ya bro ma salah satu dari mereka berdua?" Tanya Raffi saat mereka dalam perjalanan menuju kantin.
"Kepooo, menurutmu mereka berdua gimana?" Tanya Adi.
"Yang satu manis yang satu menggoda." Jawab Raffi langsung tertawa.
"Maksud kamu yang menggoda siapa? Rosi?" Tanya Adi sambil memandang Raffi yang masih menertawakan jawabannya tadi yang kelewat jujur.
"Menurutmu? Udah ah buruan kita pesen makan ntar keburu direcokin pak ketu." Ucap Raffi sambil berjalan cepat menuju kantin meninggalkan Adi di belakangnya.
Setelah memesan makanan pada pelayan kantin mereka berdua duduk di salah satu meja kantin yang tidak seramai biasanya karena memang kegiatan perkuliahan belum dimulai, hanya mahasiswa baru dan mereka yang menjadi panitia ospek saja yang datang ke kampus. Tak lama Riris, Rosi, dan Azki melewati meja mereka. Begitu melihat Adi dan Raffi, Riris dan Rosi menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Hai, sini duduk bareng kita aja." Ajak Adi.
Setelah saling berpandangan, Rosi mengajak kedua temannya untuk duduk di meja kedua seniornya itu.
"Kalian sudah pesan?" Tanya Adi ketika ketiganya sudah duduk di depannya.
"Sudah mas, kenalin mas ini temen kita, Azki." Ucap Rosi.
"Azki." Ucap Azki sambil mengulurkan tangan ke dua pria di depannya itu.
Adi dan Raffi menjabat uluran tangan Azki, lalu tak berapa lama pesanan mereka datang. Mereka makan diiringi obrolan-obrolan ringan yang lebih didominasi oleh Adi dan Rosi, sedangkan Raffi, Riris, dan Azki hanya sesekali menyahut ketika pertanyaan ditujukan ke mereka saja.
**********
Ospek tiga hari terlewati dengan lancar tanpa kegiatan aneh yang tidak masuk akal, semuanya justru terkesan memang diatur sedemikian rupa agar mahasiswa baru dapat memahami fasilitas maupun kegiatan apa saja yang ada agar dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya sesuai bakat yang dimiliki, agar masa perkuliahan mereka memberikan banyak pengalaman yang bermanfaat dan berkesan. Nanti malam adalah puncak acara ospek yaitu malam keakraban bagi seluruh mahasiswa baru. Tempat diselenggarakannya acara setiap fakultas berbeda-beda, untuk fakultas Riris diadakan di pantai yang ada di kota itu.
Riris yang selama masa sekolah dari dasar sampai menengah ke atas tidak diijinkan keluar malam bersama teman-temannya oleh ayah bundanya, begitu antusias menyambut acara itu, karena mimpinya untuk bisa menikmati suasana malam di pantai akan terwujud. Terlebih di sana nanti akan ada Raffi yang dari awal sudah menarik perhatiannya, memikirkan pria itu saja membuat jantungnya berdebar.
__ADS_1
"Ris, nanti kalo di pantai jangan kemana-kemana sendiri ya, ajak temenmu buat nemenin kalo emang mau jalan-jalan atau kemana." Pesan Hera saat Riris berpamitan.
"Iya bunda kan Riris ma Rosi dan Azki, bunda gak usah khawatir." Ucap Riris.
"Iya Tante, tenang aja nanti Rosi ma Azki bakalan nemenin Riris kemana-kemana, kalo nanti dia macem-macem Rosi bakal langsung lapor sama tante." Ucap Rosi yang sore itu datang bersama Azki untuk menjemput Riris.
"Yaudah hati-hati di jalan ya." Pesan Hera yang dicium punggung tangannya secara bergantian oleh Rosi dan Azki.
Hera melambaikan tangannya saat mobil Rosi berjalan pelan keluar dari pekarangan rumahnya.
**********
POV Riris
"Udara ini, langit ini, pemandangan ini, ya Tuhan akhirnya aku bisa menikmatinya setelah sekian lama memimpikannya." Ucapku dalam hati.
Kupandangi pemandangan sekitar, kulihat suasana yang begitu gelap hanya diterangi cahya rembulan, laut didepanku pun tak terlihat, hanya samar terdengar deburan ombak karena memang aku berdiri agak jauh dari bibir pantai. Gemerlap bintang seolah berkedip bergantian membuat hatiku begitu bahagia, ingin rasanya aku berlama-lama menikmati suasana ini, tapi kedatangan sosok yang tiba-tiba mendekat memaksaku untuk segera beranjak mendekati Rosi dan Azki yang sedang berbincang dengan beberapa senior pria.
"Riris kan?" Ucap pria itu lagi karena aku masih diam memperhatikannya.
"Iya." Ucapku singkat.
"Aku Putra, kita besok bakal sering sekelas karena kita temen satu jurusan." Jelasnya.
"Ah ya, maaf aku belum hafal teman-teman satu jurusan, jadi aku gak ingat kamu." Jawabku ke pria dengan postur tubuh gak terlalu tinggi maupun pendek, gak gemuk gak kurus juga, standarlah.
"Aku suka liat kamu kemarin nyanyi, kamu pandai main gitar ya? Sejak kapan?" Tanyanya dengan tersenyum membuat wajahnya terlihat manis menurutku.
Ingatanku kembali ke kegiatan ospek hari ketiga dimana setiap tim diminta untuk berpartisipasi menampilkan pertunjukan hiburan di acara penutupan. Saat itu kalau bukan karena ulah Rosi, mungkin tidak banyak yang tahu kalau aku bisa bernyanyi dan bermain gitar. Salahku juga karena aku sering posting cover lagu sambil bermain gitar maupun piano di instagram sehingga mungkin Rosi melihatnya dan tanpa bertanya kepadaku menyarankan Mas Adi untuk memintaku yang berpartisipasi.
__ADS_1
"Oh itu, ya syukur kalo ada yang suka, soalnya aku gugup, gak biasanya nyanyi di depan banyak orang jadi takut gak enak buat didenger." Aku menoleh sekilas ke arah Putra lalu menunduk sambil memutar telapak kakiku pelan seolah membuat lubang di pasir pantai yang agak basah.
"Bagus kok suara kamu, keren juga, jarang lho cewek bisa main gitar, aku aja mungkin gak sefasih kamu main gitarnya."
"Ah gak juga, biasa aja."
"Besok kapan-kapan kalo luang boleh dong kamu nyanyi aku yang gitar."
Aku bingung mau menjawab apa karena kami berdua belum terlalu dekat.
"Eemm...Putra aku ke sana dulu ya, kayaknya acaranya dah mau dimulai." Pamitku untuk memutus obrolan, lagi pula memang benar sebentar lagi jam 8, saatnya acara malam keakraban dimulai.
**********
Acara malam ini diisi dengan beberapa permainan yang diharapkan dapat memperakrab pesertanya. Hingga sampai di akhir permainan para panitia diminta untuk menuliskan nama mahasiswa baru yang paling membuat mereka terkesan di kertas kecil yang digulung dan dimasukkan ke dalam botol, begitupun sebaliknya para mahasiswa baru juga diminta menuliskan nama panitia yang paling mereka kagumi.
Setelah kertas-kertas berisikan nama itu dibuka, hasilnya ditulis di papan, lalu dihitung dengan disaksikan semua peserta acara hingga muncullah lima pasang nama panitia dan mahasiswa baru populer yang diundi secara acak.
"Nah sekarang tugas para pasangan ini adalah menampilkan hiburan bagi kita semua, boleh bernyanyi, menari, drama, nglawak juga boleh, atau apa saja yang penting menghibur, tapi sebisa mungkin jangan bikin para jomblo kayak saya merana yaaa." Jelas Ervan ketua panitia sambil terkekeh geli. Secara tidak langsung dia mengumumkan bahwa dirinya jomblo entah sengaja atau tidak (author sendiri gak tau apa maksudnya ngomong begitu ^,^ ).
"Oke sekarang para pasangan diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi mau menampilkan apa, sedangkan yang lain dipersilahkan menunggu sambil menikmati snack yang disediakan." Lanjutnya.
Di satu sudut aula terlihat sosok seorang gadis yang menunduk dengan kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuannya, perasaannya berkecamuk, antara senang, kaget, bingung, panik, rasanya ingin berteriak girang dan menangis bersamaan. Bagaimana tidak, pria yang dia sukai sejak pertama kali dia lihat duduk di hadapannya dengan senyumnya yang begitu manis.
"Ris, gimana kalo kamu nyanyi aja, nanti aku yang gitar." Ucap pria di depannya.
"Emang Mas Raffi bisa?" Ucap Riris sambil mengangkat wajahnya berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Kamu meledekku?" Raffi terkekeh karena Riris meragukannya.
__ADS_1
"Eemm...bukan gitu maksudnya mas, aku cuma memastikan aja gak bermaksud ngeledek."
"Oke berarti fix aku gitar kamu nyanyi, gimana kalo nyanyi lagunya Andra and The Backbone 'Sempurna'?" Ucap Raffi sambil tersenyum. "Kayak kamu." Lanjutnya lirih.