Kekasih Yang Kurindukan

Kekasih Yang Kurindukan
Cinta Pertama


__ADS_3

Cahaya berwarna jingga yang menyilaukan pandangan Riris menyadarkan dia dan teman-temannya yang saat itu tengah serius menyusun materi presentasi bahwa sebentar lagi hari akan berganti malam. Agar tidak melewatkan makan malam di rumah bersama keluarga, Riris mengajak teman-temannya untuk beranjak pulang. Tepat ketika Riris berada di pintu masuk cafe bermaksud keluar, dilihatnya pria yang akhir-akhir ini memenuhi hati dan pikirannya sedang duduk di atas motor sport berwarna merah di parkiran yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Pria itu tersenyum lalu melambaikan tangan ke arah gadis yang membuatnya rela menunggu lebih dari setengah jam itu.


"Beb, kamu janjian ma Mas Raffi?" tanya Rosi setelah menyadari keberadaan seniornya itu.


"Enggak, aku aja kaget tiba-tiba liat dia disana. Kalian duluan aja gak papa, nanti aku pulang sendiri," jawab Riris.


"Kayaknya bentar lagi ada yang jadian nih Ki, hei Put siapin hati lo biar gak sakit-sakit amat entar," ucap Rosi sambil terkekeh.


"Rese lu Ros, ngegosip aja, udah ah aku duluan. Ris, Ki aku duluan ya, kalian hati-hati pulangnya," kata Putra sambil berlalu meninggalkan ketiga gadis tadi menuju motornya dengan raut wajah tidak suka.


"Rosiii...suka banget godain orang, nanti dikira akunya yang ke-GR-an trus cerita ke kamu kalo Putra suka ma aku, malu kan akunya," protes Riris.


"Ya elah becanda beb, jangan cemberut gitu, kan mau ketemu calon pacar, mukanya harus dibuat secantik mungkin," ucap Rosi sambil terkekeh.


"Ya udah aku kesana dulu ya, kalian berdua hati-hati di jalan," pamit Riris sambil cipika cipiki ke kedua sahabatnya itu.


Riris setengah berlari menghampiri Raffi, "Kok Mas Raffi bisa disini?".


"Mau jemput kamu, yuk pulang," ajak Raffi sambil menyerahkan helm ke gadis yang masih terlihat manis memakai setelan blouse oversize berwarna coklat susu dengan lengan dibawah siku yang dimasukkan sedikit berantakan ke celana pensil warna hitam.


"Kok bisa tau aku di sini?" tanya Riris lagi sambil menerima helm dari Raffi.


"Tadi gak sengaja liat story IG Rosi jadi tau kalo kamu di sini," bohong Raffi, padahal dia sengaja melihat IG Riris, Rosi, dan Azki untuk mengetahui keberadaan Riris, karena gadis itu tidak kunjung membalas pesannya.


"Oh gitu, kok gak ngabarin dulu ke aku, terus kenapa gak nunggu di dalem aja?".


"Kalo Mas masuk takut ganggu konsentrasi kamu, orang telepon ma pesan Mas aja ampe kamu cuekin, berarti kan emang kamu nya gi gak bisa diganggu," jelas Raffi.


Riris buru-buru mengecek ponselnya, terlihat 4 panggilan tak terjawab dan pesan dari pria di hadapannya itu.


"Maaf Mas aku gak maksud nyuekin," kata Riris lirih dengan ekspresi bersalah.


"Iya gak papa, yang penting orangnya jangan dicuekin," jawab Raffi sambil tersenyum dan meraih helm di tangan Riris lalu memakaikannya ke Riris. "Yuk naik, keburu malam," lanjutnya.


Setelah Riris naik ke atas motor Raffi menarik kedua tangannya untuk memeluk pinggangnya.

__ADS_1


"Pegangan yang kenceng biar gak kebawa angin," ucapnya sambil terkekeh lalu menoleh ke belakang menatap wajah gadis di belakangnya itu.


Riris yang bisa menatap wajah Raffi dengan jarak yang begitu dekat terpesona, wajahnya merona, karena tak ingin Raffi menyadari perubahan raut wajahnya Riris menundukkan kepalanya. Raffi yang menyadari Riris merasa malu mengalihkan pandangannya ke depan lalu mulai menjalankan motornya membelah jalanan yang padat kendaraan karena bersamaan dengan jam pulang para pegawai kantoran.


Sepanjang perjalanan Raffi mengemudikan motornya dengan kecepatan agak lambat sehingga mereka bisa mengobrol baik tentang kuliah, maupun teman-teman mereka. Setelah sekitar 30 menit sampailah mereka di rumah Riris. Karena hari sudah mulai gelap Raffi menolak ketika Riris menawarinya untuk mampir sekedar minum teh. Setelah membelai rambut Riris, Raffi pamit untuk pulang.


Riris yang baru masuk ke dalam rumah mengucapkan salam yang dijawab oleh Hera sang Bunda.


"Pulang sama siapa Ris?".


"Sama temen Riris Bunda,".


"Kok gak disuruh masuk biar ikut makan malam bareng kita?".


"Hehe...temen Riris cowok Bunda, emang boleh Riris ajak makan malam bareng?".


Hera tersenyum lalu menangkup wajah Riris dengan kedua tangannya, "Boleh kok kalo mau diajak ke rumah, sekalian Bunda mau kenalan sama cowok yang udah berhasil bikin putri kecil bunda ini jatuh cinta".


"Ih Bunda apaan sih kok malah godain Riris?" ucap Riris sambil melepaskan tangan Hera dari wajahnya agar bisa menghindari tatapannya yang mencari kebenaran atas kesimpulannya tadi. "Riris ke atas dulu ya Bunda, mau mandi terus makan, liat masakan Bunda bikin tambah laper," lanjutnya sambil berjalan ke atas menuju kamarnya.


Tak lama Arif masuk ke ruang makan, melihat istrinya senyum-senyum sendiri membuatnya ikut tersenyum.


"Ayah, lepas ah malu dilihat putri kita nanti," ucap Hera sambil berbalik ke belakang lalu memukul pelan bahu suaminya yang masih selalu bersikap mesra meski usia mereka sudah tidak muda lagi.


"Dilihat juga gak papa, biar putri kita kepengen terus berniat nikah muda, jadi kita bisa segera momong cucu," jawab Arif sambil mencubit hidung Hera.


"Riris tu masih muda yah, biarkan dia menikmati apa yang selayaknya dinikmati gadis seusia Riris. Terlebih putri kita itu pintar dan memiliki banyak bakat, sayang kalau harus disia-siakan hanya karna kesibukan baru mengurus rumah tangga." jelas Hera.


"Padahal kemarin Pak Cipto udah bahas masalah perjodohan Riris sama cucunya lagi, beliau tau kalau Riris sudah lulus SMA, jadi pengennya Riris segera bertunangan dengan cucunya itu." ucap Arif dengan wajah sendu.


"Terus Ayah jawab apa?" Hera yang menghentikan kegiatannya menata peralatan makan di meja menatap suaminya dengan ekspresi kurang suka.


"Ayah cuma bilang apa adanya, kalo Riris saat ini sedang melanjutkan kuliah, untuk masalah perjodohan Ayah akan coba bicarakan dengan Riris, tapi Ayah bilang bahwa Ayah menyerahkan semua keputusan kepada Riris,".


"Kalo semisal Riris menolak bagaimana?".

__ADS_1


"Ayah berharap Riris menerima, karna keluarga Pak Cipto itu keluarga yang baik, sangat baik malah, Ayah yakin Riris akan diperlakukan dengan baik di keluarga itu, Bunda tau sendiri, Ayah bisa hidup berkecukupan seperti sekarang berkat bantuan siapa kan? Tapi masalah kebahagiaan putri Ayah adalah yang utama, jadi semisal Riris menolak, Ayah akan mencoba berbicara baik-baik dengan Pak Cipto agar hubungan baik yang sudah terjalin lama tidak akan putus begitu saja," jelas Arif.


"Suamiku memang yang terbaik, Ayah selalu mampu membuat Bunda bangga dan semakin cinta," puji Hera sambil memegang kedua bahu Arif lalu tersenyum. "Lagian sepertinya putri kita sedang jatuh cinta Yah, Bunda gak bisa ngebayangin sedihnya putri kita kalau tiba-tiba Ayah memaksakan perjodohan di saat dia sedang bahagia-bahagianya merasakan cinta pertamanya," lanjut Hera.


"Kok Bunda tau kalo Riris sedang jatuh cinta? Dia cerita ke Bunda?".


"Riris tu selama ini banyak yang ngapelin, Ayah gak tau karna Ayah kan sibuk ma kerjaan di luar, nah Riris tu gak pernah sebahagia ini, lagian tadi dia mau dianterin pulang ma temen cowok, Ayah kan tau sendiri Riris gak pernah mau dianter pulang ma temen cowok, apalagi diajak jalan berdua, apalagi alesannya coba selain dia gi jatuh cinta," jelas Hera.


Hai-hai readers...makasih ya yang udah bersedia meluangkan waktu buat baca novel aku. Karena ini novel pertama aku maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kalian. Tapi kalau kalian suka boleh dong aku minta like dan vote kalian, kalau gak suka bisa kasih kritik di kolom komentar.


Biar ngehalunya makin asyik pas baca novel, aku kasih visual versi aku ya, semoga sesuai dengan imajinasi kalian. Kalopun enggak bisa pakai visual versi kalian sendiri. Karena cerita aku Indonesia banget, maka visualnya aku pake visual orang Indonesia, artis Indonesia tepatnya. Buat penggemar mereka jangan marah ya semisal karakter yang aku gambarin di novel ini gak sesuai dengan karakter asli mereka. Sekedar mengingatkan lagi, visual ini cuma buat bikin kalian makin gampang berimajinasi.


1. Riris (*Maudy Ayund**a*)



2. Raffi (Giorgino Abraham)



3. Rosi (Anya Geraldine)



4. Azki (Faradilla Yoshi)



5. Putra (Bryan Domani)



6. Lia (Jessica Mila)


__ADS_1


7. Anton (Rendy Kjaernett)



__ADS_2